IMG-LOGO
Warta

Pendidikan Islam harus Mampu Lakukan Kontekstualisasi dengan Sains


Jumat 16 Maret 2012 11:34 WIB
Bagikan:
Pendidikan Islam harus Mampu Lakukan Kontekstualisasi dengan Sains

Pemekasan, NU Online
Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HIMA Prodi PAI) STAIN Pamekasan selenggarakan seminar pendidikan, Kamis (15/3) pagi. Acara yang ditempatkan di Auditorium Center STAIN Pamekasan, ini diikuti oleh kalangan mahasiswa-mahasiswi Prodi PAI STAIN Pamekasan. Tema yang diangkat adalah “Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam dalam Kemajuan Sains”.

Menurut Mawardi, ketua panitia, latar belakang diangkatnya tema tersebut ialah dikarenakan melihat kondisi lembaga pendidikan Islam yang masih belum mampu secara maksimal bersaing dengan lembaga pendidikan umum.
<>
“Sebetulnya ada empat tema yang kami ajukan kepada ketua Prodi PAI, termasuk tema yang kami angkat sekarang. Namun yang disetujui oleh ketua Prodi PAI ialah tema ini,” ungkap Maward saat ditemui usai acara.

Seminar pendidikan ini mendatangkan pemateri salah satu dosen STAIN Pamekasan, Dr Zainuddin Syarif, MAg. Dalam penjelasannya, Zainuddin menyampaikan bahwa pendidikan agama Islam semestinya tidak hanya membatasi diri dalam pemahaman-pemahaman sufistik.

“Untuk mampu bersaing dalam kemajuan sains modern, praktisi pendidikan agama Islam harus mampu mengkontekstualisasikan pemahaman materi agama dengan disipin ilmu atau “sains” lainnya,” tegasnya.

Dikatakan, ranah praktis dari konsep integrasi pendidikan Islam dengan sains tersebut bisa masuk pada level filosofis, yakni pemaknaan dari materi-materi PAI dalam konteks manfaatnya bagi kehidupan,

“Atau pada level strategi, dengan proses pembelajaran yang berbasis konektivitas antar ilmu agama dengan ilmu-ilmu lainnya,” kata Zainuddin.

Ditanya tentang persiapan acara, Mawardi menyatakan tidak banyak mengalami kendala.

“Itu semua ditopang oleh kekompakan panitia,” ujar mahasiswa yang kini duduk di bangku semester IV Prodi PAI, itu.

Acara ini cukup menarik minat mahasiswa STAIN Pamekasan, khusunya mahasiswa Prodi PAI. Terbukti dengan empat penanya yang semuanya berasal dari prodi PAI.

“Acara ini banyak memberi motivasi kepada kita selaku mahasiswa calon guru PAI. Saya betul-betul menyadari bahwa seorang guru PAI tidak hanya dituntut untuk sekadar menguasai materi PAI saja, tetapi juga ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan materi pembelajaran agama Islam juga penting dipelajari secara serius,” komentar Matus, salah seorang peserta seminar.

Seminar yang dimoderatori Kamiluddin Abdurrahman, salah satu mahasiswa PAI semester VI, ini berakhir pada pukul 10.35 WIB.

Mawardi berharap, seminar tersebut mampu memberikan pencerahan terhadap mahasiswa khususnya mahasiswa Prodi PAI.

“Terpenting ialah mampu mengaplikasikan hasil seminar ini nantinya setelah terjun ke dalam institusi pendidikan,” tandasnya.


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam/Unzilatur Rahmah  

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG