IMG-LOGO
Warta

Al Habib Zein Ajak Masyarakat Jadi Pemilih yang Cerdas


Jumat 23 Maret 2012 10:13 WIB
Bagikan:
Al Habib Zein Ajak Masyarakat Jadi Pemilih yang Cerdas

Brebes, NU Online
Akibat pemilihan umum (pemilu) tidak bisa memecahkan persoalan kesejahteraan masyarakat, maka  timbul antipati terhadap penyelenggaraan pemilu. Sehingga warga banyak yang memilih jalan sebagai golongan putih (golput) ketimbang menjadi pemilih yang cerdas. Namun dengan sikap golput justru melahirkan pemimpin yang munafik. Pada akhirnya, menghancurkan Negara, daerah dan masyarakat itu sendiri.
<>
“Tindakan golput keliru, karena hanya melahirkan pemimpin yang munafik,” papar Al Habib Zein bin Umar Al Atthas dari Jakarta saat menyampaikan mauidzoh hasanah pengajian umum dan doa bersama Sosialisasi Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) Brebes, di Masjid Agung Brebes Rabu malam (21/3).

Pemimpin yang munafik selalu mengumbar janji, mengkianati dan membohongi rakyat. Tentu, atas tingkahlaku pemimpin munafik, kehancuran dan adzab yang pedih akan ditimpakan pada pemimpin itu dan rakyat pulalah yang ikut menanggungnya.

“Jadilah orang-orang yang memenuhi janjinya, karena segala perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan didunia maupun diakherat,” terangnya seraya menyitir sebuah hadits.

Dia berharap, masyarakat Brebes aktif menjadi menjadi pemilih yang cerdas. Terutama Nahdliyin (warga NU) yang memadati pengajian untuk bersama-sama bertanggungjawab mensukseskan pemilukada Brebes. Jangan sampai akibat golput, Brebes dikuasai oleh golongan wahabi yang munafik, anti tahlil, anti sholawat dan anti tradisi NU lainnya.

Pemilu, kata Habib Zein, bisa menjadi jalan kemuliaan untuk melahirkan pejabat yang tidak baik menjadi baik, yang baik menjadi lebih baik. Kalau Bupati dan Wakil Bupatinya baik, maka akan menjadi teladan bagi pejabat dan rakyatnya. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang memimpin dunia ini dengan uswatun khasanah (contoh tauladan yang baik).

Niat memimpin dan memilih pemimpin, lanjutnya, jangan sampai dilandasi untuk perebutan keduniawian. Karena akan berimbas pada perpecahan, saling menipu, tertipu, tidak sadar diri dan merusak tatanan kehidupan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Brebes H Maskuri menjelaskan, bahwa masa bakti Bupati dan Wakil Bupati Brebes akan berakhir pada 4 Desember 2012. Maka akan digelar Pemilukada pada Ahad 7 Oktober 2012. Untuk itu sosialisasi pemilukada mutlak diperlukan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat. Termasuk lewat pengajian umum yang baru kali pertama digelar. Masyarakat Brebes yang mayoritas muslim sangat tepat bila diberi sosialisasi pemilukada lewat pengajian.

Pendaftaran Cabup dan Cawabup akan dibuka tanggal 5 s.d. 11 Juli, sedangkan penetapan Cabup dan Cawabup pada 28 Agustus 2012.

Bupati Brebes H Agung Widyantoro dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyambut baik sosialisasi pemilukada lewat pengajian. Karena dapat memberikan penjelasan yang gamblang kepada masyarakat dengan santun.

Disamping itu Bupati berharap, mengingat angka partisipasi pemilih yang rendah dari tahun ke tahun penyelenggaraan pemilu, maka diminta kepada KPUD untuk menyelenggarakan pemilu yang inovatif dan kreatif. “Rendahnya angka partisipasi pemilih, hendaknya menjadi bahan renungan bagi KPUD untuk menggelar pemilu dengan inovatif dan kreatif,” pintanya.

Turut hadir dalam sosialisasi  Dandim 0713 Letkol Inf Abu Hanifar Annur, Kapolres Brebes AKBP KIF Aminanto, Ketua KPUD Kota Tegal H Syaefudin Zuhri, Anggota KPUD Slawi dan Pemalang dan Kepala SKPD serta organisasi kemasyarakatan.



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Wasdiun

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG