IMG-LOGO
Nasional

Hapus Jatah Pembimbing Haji, Prioritaskan Lansia

Kamis 12 April 2012 18:19 WIB
Bagikan:
Hapus Jatah Pembimbing Haji, Prioritaskan Lansia

Jakarta, NU Online
Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menegaskan, pemerintah akan menghapuskan jatah kuota untuk Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) yang berjumlah 1500 orang. Dihapuskannya jatah TPHD tersebut, karena keberadaan TPHD di dalam pelaksanaan haji tidak terlalu dibutuhkan.<>

"Keberadaan mereka di dalam pelaksanaan haji sebenarnya tidak penting-penting amat. Maka itu, pemerintah berencana akan menghapuskan jatah TPHD tersebut," ungkap Suryadharma di Jakarta, Kamis (12/4).

Jika jatah kuota TPHD sudah dihapuskan, maka jatah TPHD yang sebanyak 1500 tersebut akan digunakan untuk penambahan jatah kuota calon jamaah haji lansia. 

Disebutkan, berdasarkan data sementara Kemenag, ada calon jamaah haji yang bersuia 60 tahun ke atas lebih dari 670 ribu orang. Namun, jika disisir kembali untuk usia 85 tahun ke atas, jumlahnya ada  6000 orang.

"Kalau kita prioritaskan semua lansia itu akan habiskan kuota haji seluruhnya. Karena jumlahnya bisa mencapai 270 ribu pasti ditambah pendamping. Itu tidak mungkin. Itu mungkin bisa diselesaikan 3 tahun ke depan kalau memang kita fokuskan ke situ. Maka dari itu, kita gunakan jatah TPHD untuk menambah jatah lansia, sehingga lansia yang mengantre pemberangakatan haji tiap tahunnya akan semakin berkurang," paparnya.

Ketua Umum PPP ini juga menambahkan, pihaknya akan memperjuangkan tambahan kuota dari pemerintah Arab Saudi untuk digunakan bagi para calon jamaah lansia. 

"Saya tanggal 2 Mei 2012  akan ke Arab untuk minta tambahan. Kalau dapat tambahan lebih dari 10 ribu, maka 90 persennya untuk lansia. Kalau tambahan 10 ribu kuota, maka total kuota haji kita tahun ini mencapai  221 ribu. Mudah-mudahan dapat tambahan kuota 20 ribu," imbuhnya.


Redaktur : Syaifullah Amin

Bagikan:
Kamis 12 April 2012 20:39 WIB
Sastro: Islam radikal itu Ghosob Kekuasaan
Sastro: Islam radikal itu Ghosob Kekuasaan

Kudus, NU Online
Budayawan Sastro Al Ngatawi menilai upaya Gerakan Islam radikal sebetulnya  ingin mengambil alih  kekuasaan menjadi negara Islam. 

“Tidak ikut mendirikan dan tidak merawat,  kok  tiba-tiba datang ingin menguasai negara, dalam hukum fiqh namanya ghosob kekuasaan,” katanya kepada NU Online usai acara Sambung Rasa Kebangsaan di aula Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (10/4).<>

Menurut Sastro, kelompok radikal ini  hanya sebatas mengenal dan memiliki semangat Islam tetapi belum memahami Islam secara benar dan utuh. Mereka,katanya, hanya salah paham dengan paham yang salah dengan tujuan ingin menerapkan budaya Arab dengan topeng Islam.

“Orang-orang seperti ini harus diberi pemahaman yang benar tentang Islam. Kalau tidak mau dan ingin menjadi negara Islam ya disuruh pindah saja ke negara Arab,” tegas mantan orang dekat Gus Dur ini.

Dalam acara sambung rasa kebangsaan “Kembali ke Rumah Pancasila (Negara Paripurna)” bersama Yudi Latief itu, ia menandaskan sebagai warga Negara Indonesia perlu menelaah kembali sejarah bangsa dan memahami tradisi budaya .

“Dengan demikian, kita akan menjadi orang Indonesia yang Islam bukan orang  Islam yang Indonesia,” katanya menyimpulkan. 



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor : Qomarul Adib

Kamis 12 April 2012 19:25 WIB
SETENGAH ABAD LESBUMI
Film Efektif Membangun Karakter Bangsa
Film Efektif Membangun Karakter Bangsa

Jakarta, NU Online
Media film sangat efektif untuk membangun karakter bangsa. Kalimat itu diulang-ulang dalam musyawarah film nasional yang dihelat Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi), Kamis (12/4) pukul 13.00-16.30, di gedung PBNU, Jakarta. 

Wakil Ketua Lesbumi Alex Komang menyatakan kalimat itu dalam sambutan musyawarah sekaligus peringatan setengah abad Lesbumi dan hari Film Nasional yang ke-62, “Saya sepakat dengan apa yang pernah dikatakan oleh Asrul Sani dalam Surat Kepercayaan, bahwa film adalah media yang sangat efektif dalam membangun karakter bangsa,” ujarnya. 
<>
Hal senada ditegaskan Wakil Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri dalam mengantarkan musyawarah. Menurutnya, film sangat ideal dalam pembinaan karakter, “Karena bukti telah menunjukkan kepada kita, film-film yang di tivi saja sudah membentuk karakter bangsa kita sedemikian rupa,” tegasnya.  

Gus Mus menambahkan, masyarakat kita dibentuk oleh film-film yang menyebabkan para penontonnya berselera rendah, tidak mempunyai cita-cita. Hal itu dikarenakan setelah eranya Djamaludin Malik, Usmar Ismail, perfilman kita kurang kreatif.  

Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said membuka musyawarah. Sementara para pemrasaran yaitu, Wasekjen PBNU Abdul Mun’im DZ, Sekjend Persatuan Artis Film Indonesia H Riza Pahlawan, Redaktur Rumah Film Hikmat Darmawan, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Syamsul Lussa, pengamat film Dimas Jayasrana. 

Musyawarah yang dipandu Hamzah Sahal diawali dengan pembacaan doa bersama kepada tokoh-tokoh film nasional sekaligus tokoh Lesbumi. Mereka adalah Misbach Yusa Biran, Djamaludin Malik, Usmar Ismail, Asrul Sani dan Anas Ma’ruf.  



Redaktur : Mukafi Niam
Penulis    : Abdullah Alawi

Kamis 12 April 2012 17:39 WIB
Ketua PCNU Lantik Pengurus MWC NU Tiris
Ketua PCNU Lantik Pengurus MWC NU Tiris

Probolinggo, NU Online
Pengurus MWC NU Kecamatan Tiris masa khidmat 2011-2016, resmi dilantik oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kecamatan Kraksaan KH Nasrullah A. Suja’i di Desa Pesawahan Kecamatan Tiris. Kegiatan ini dilaksanakan secara bersamaan dengan peresmian gedung baru Puskesmas Ranugedang Kecamatan Tiris.<>

Pelantikan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo H  Aminuddin dan Ketua TP. PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Tantri Hasan Aminuddin. Hadir pula Ketua DPRD Ahmad Badawi dan Wakil Ketua DPRD Timbul Prihanjoko, Pengurus PWNU Provinsi Jawa Timur KH Imam Masruchin Ahmad dan Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo M. Fadlal.

Tampak pula Asisten Administrasi Donny Adianto, Kepala Satuan Kerja (Satker) dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang berada di Kecamatan Tiris dan sekitarnya.

Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dilantiknya pengurus MWC NU Kecamatan Tiris masa khidmat 2011-2016 dengan harapan dapat melaksanakan tugas dan mengemban amanah dalam melaksanakan pengabdian  di tengah-tengah masyarakat.

”Saya berpesan supaya pengurus NU dapat berkhidmat kepada masyarakat untuk mengawal akidah ahlussunnah wal jamaah serta turut mewujudkan umat beragama yang kondusif, berperilaku santun dan berakhlakul mulia. Selain itu, sebagai organisasi jam’iyyah NU agar melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa sesuai akidah ahlussunnah wal jamaah,” ungkap Bupati Hasan.

Menurut Bupati Hasan, pada intinya pengurus NU memiliki tiga macam tugas pokok dan fungsi yang harus dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Yaitu, melaksanakan kegiatan sosial, kemasyarakatan dan keagamaan. Sehingga pengurus NU tidak boleh mengerjakan hal yang lain.

”Yang boleh, pengurus NU harus bersinergi dan bersama-sama serta saling mendukung dengan semua pihak untuk kemakmuran masyarakat. Indahnya sebuah kebersamaan jika dilakukan dengan keikhlasan demi berbuat di tengah-tengah masyarakat,” jelas Bupati Hasan.

Dijelaskan Bupati Hasan, saat ini seluruh warga NU sudah menghadapi peradaban yang berbeda. Karena zamannya sudah berubah dan berbeda dengan puluhan tahun yang lalu. Dimana amaliah pengurus NU dahulu berbeda dengan amaliah pengurus NU saat ini.

”Pengurus NU dahulu tatkala ada surat undangan langsung bilang Alhamdulillah. Sehingga dia keluar rumah dengan ikhlas karena Allah SWT. Hal ini berbeda dengan sekarang, dimana begitu mendapatkan undangan langsung tanya transport dan konsumsi. Inilah salah satu perbedaan antara pengurus NU dulu dan sekarang,” terang Bupati Hasan.

Seiring dengan perubahan zaman, Bupati Hasan menjelaskan bahwa masyarakat saat ini sudah tidak butuh lagi dalil-dalil. Tetapi yang dibutuhkan adalah sebuah perjuangan dan keterlibatan seluruh pengurus NU di tengah-tengah masyarakat.

”Pengurus NU harus melakukan pendataan terhadap jumlah anak yatim dan janda tua. Sebab data ini memang harus dimiliki oleh pengurus NU. Sehingga tatkala ada bantuan dari pemerintah, NU bisa langsung bersinergi dengan kepala desa dan Camat,” pungkas Bupati Hasan. 



Redaktur      : Syaifullah Amin
KOntributor : Andi 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG