Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Bangkitkan Kemandirian Ekonomi, Para Santri Dituntut Kreatif

Bangkitkan Kemandirian Ekonomi, Para Santri Dituntut Kreatif

Jakarta, NU Online
Para santri termasuk generasi terdidik yang kelak akan berbaur dengan beragam tantangan berikut kebutuhan-kebutuhannya. Terkait dengan sektor ekonomi, kemandirian dan pengembangan akan tercapai maksimal saat mereka sanggup kreatif di bidang usaha yang digeluti. <>

Hal ini seperti disampaikan Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama KH Amin Haedari saat menyampaikan materi “Peran Pesantren dalam Pengembangan Kewirausahaan” di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon baru-baru ini.

Menurut Amin, pesantren telah memiliki bekal potensi yang cukup untuk melakuan pengembangan di bidang ekonomi. Dari segi doktrin, Islam mengajarkaran umatnya untuk kuat tidak hanya dari segi fisik tapi juga dari segi ekonomi.

“Islam itu yang tidak pakai ekonomi itu syahadat saja. Tetapi kalau shalat itu pakai itu. Ya harus ada anggaran baju dan sebagainya. Apalagi zakat. Haji lebih besar lagi,” urainya memberi semangat.

Sebagian pesantren saat ini, sambung Amin, diakui sedang menghadapi tantangan untuk dapat lepas dari ketergantungan ekonomi dari pihak lain. Karenanya, PBNU melalui RMI atau asosiasi pesantren NU tengah mengupayakan pemberdayaan ekonomi masyarakat baik dari dalam maupun dari luar pesantren.

Sekretaris PP RMI NU Miftah Faqih menambahkan, secara historis NU sesungguhnya ditopang oleh kekuatan berbasis ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Para Saudagar), bahkan sebelum Nahdlatul Ulama resmi didirikan.

Fakta ini mempertegas, NU sejak awal menyimpan semangat untuk mandiri dan hidup kreatif. “Jadi kita dalam mengatur, dalam kaitannya dengan manusia, itu harus memakai kalimah fi’il (kata kerja). Tetapi ketika membicarakan kebesaran Tuhan itu dengan kalimah isim (kata benda). Artinya, manusia itu harus aktif, harus kreatif,” tandasnya.


Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis   : Mahbib Khoiron

Posisi Bawah | Youtube NU Online