IMG-LOGO
Nasional

Ansor Sukabumi Bersholawat

Senin 21 Mei 2012 7:24 WIB
Bagikan:
Ansor Sukabumi Bersholawat

Sukabumi, NU Online
Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi menggelar “Ansor Bersholawat” sekaligus memperingati Hari Kebangakitan Nasional di Pondok Pesantren Al-Falah, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, yang diasuh Mustasyar PCNU Sukabumi KH Mahbub.<>

Kegiatan diselenggarakan pada Sabtu malam, (19/5) lalu. Ketua GP Ansor Jalaludin, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut merupkan rangkaian bertajuk selama bulan April-Mei. Kegiatan telah berlangsung di lima tempat berbeda. 

Puncaknya, sambung Jalaludin, akan digelar pada 30 Mei, di Pondok Pesantren Az-Zainiyyah, Selabintana, Sukabumi, pesantren yang diasuh Ketua MUI Kabupaten Sukabumi sekaligus Koordinator Wilayah II PWNU Jawa Barat, yaitu KH Zezen Bazul Asyhab. Pada kesempatan tersebut, akan digelar sholawat dilanjutkan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin Ansor,” ujarnya. 

Pengurus Syuriyah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Oman Komarudin menyampaikan ceramah agama. Ia mengapresiasi kegiatan Ansor tersebut. Menurutnya, sholawat sangat dianjurkan. Meski dalam pengertian yang berbeda, Allah dan malaikat juga bersholawat. 

“Jika ibadah-ibadah yang lain Allah hanya memerintahkan, dalam hal sholawat, Allah melakukannya. Bahkan Nabi Adam ketika menikah dengan Siti Hawa juga mas kawinnya dengan sholawat,” tegasnya.

Acara tersebut dihadiri ribuan orang yang terdiri para anggota GP Ansor, para santri, kiai, dan masyarakat umum. Hadir pula sekretaris Ansor PW Jawa Barat dan aparatur pemerintahan.

Selain bersholawat, acara yang berlangsung di pesantren yang berdiri tahun 1908 tersebut, pada siang harinya, juga diisi dengan kegiatan bakti sosial yaitu bersih-bersih masjid dan santunan kepada 50 orang anak yatim-piatu dan dhuafa. 



Redaktur : A. Khoirul Anam
Penulis    : Abdullah Alawi 

Bagikan:
Senin 21 Mei 2012 22:1 WIB
IKA-PMII Mojokerto Terbitkan Buku Tabarruk
IKA-PMII Mojokerto Terbitkan Buku Tabarruk

Mojokerto, NU Online
Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Cabang Mojokerto, menerbitkan dan mendistribusikan buku berjudul “Tabarruk, Tahlilan, Tawassul dan Manaqib” ke seluruh ranting dan MWC NU se-Mojokerto.<>

Buku itu diluncurkan secara resmi ke publik di Kantor PCNU Kabupaten Mojokerto, Ahad (20/5). Hadir dalam acara itu, Wakil Sekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ.

Penerbitan dan pendistribusian buku tersebut, guna mengantisipasi ajaran dan paham Salafi-Wahhabi yang mulai masuk ke masjid dan musalla berbasis tradisi NU. Buku yang mengupas dalil-dalil keagamaan pendukung tradisi warga NU tersebut, dibagikan secara gratis.

Secara kelembagaan, IKA-PMII bekerja sama dengan BIMA Foundation, salah satu lembaga sosial milik warga NU di Mojokerto. “Kerja sama dalam hal penerbitan, pendistribusian, sekaligus pelaksanaan seminar,” kata Muhammad Kanzul Irvan, pengurus IKA-PMII.
 
Buku bertitel “not for sale” tersebut dikemas cukup menarik. Selain kertas dan tampilan sampul, isi buku cukup representatif. Buku setebal 153 halaman itu, berisi dalil-dalil sosiologis dan dalil dari kitab-kitab kuning, yang mengupas keabsahan tradisi warga NU, seperti ziarah kubur, maulid Nabi Muhammad, talqin, dan seterusnya.

Buku ini disusun Saiful Amin Sholihin Al-Ishaqy beserta sejumlah penulis lain yang dibentuk IKA-PMII. “Kami berharap jariyah buku ini bisa bermanfaat bagi warga NU, sehingga tidak tergoda untuk berpindah ke golongan berpaham Salafi-Wahhabi,” Saiful Amin. 

Penulis dan pengasuh PP “Mambaul Hikmah” Mojokerto kelahiran Gresik itu, mengaku sangat risau dengan para aktivis Salafi-Wahhabi yang mulai berani secara terbuka memperolok amaliyah tradisi NU. “Ini harus dilawan dengan buku, dengan ilmu. Kita tidak boleh diam saja,” kata Amin menambahkan.

Terkait dengan penerbitan buku tersebut, Abdul Mun’im sangat menyambut baik. “Kami berterima kasih warga NU berinisiatif sendiri, dengan cara-cara yang baik dan menghindari kekerasan,” kata Abdul Mun’im.

 


Redaktur     : Syaifullah Amin
Kontributor : Saiful Amin Sholihin

Senin 21 Mei 2012 20:50 WIB
Biak Berangkatkan 10 Qari dan Hafiz ke MTQ Nasional
Biak Berangkatkan 10 Qari dan Hafiz ke MTQ Nasional

Biak, NU Online
Sebanyak 10 qori dan penghafal Quran (hafiz dan hafizah) kafilah Kabupaten Biak Numfor terpilih mewakili Provinsi Papua mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional yang berlangsung 9-20 Juni 2012 di Ambon.<>

Berdasarkan data Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Biak yang diperoleh di Biak, Senin, 10 qori qoriah Biak itu di antaranya Murotal Zalus Yusniati Asih, tilawah remaja putra Irwan Abdul Jalil, Endi Junaidi (dewasa) serta qoriah A.Yuyun .

Sedangkan untuk cabang penghafal Quran lima juz Ahmad Mutawali (putra), Sitti Subuh (putri), 10 juz Mardan (putra), Herni (putri), 20 juz Abrar (putra) dan Rahmi (putri).

"Jajaran pengurus LPTQ Biak berharap sepuluh qori kafilah Biak yang tampil di MTQ nasional Juni 2012 mampu mendapat prestasi di tingkat nasional, ya pengalaman juara di ivent tingkat provinsi diharapkan menjadi bekal berlomba pada tingkat nasional," harap Ketua Kafilah Biak Muhammad Darumi. 

Sementara itu, Ketua LPTQ Provinsi Papua, Drs Ibrahim Is Badaruddin M.Si yang dihubungi di Biak mengaku, 10 qori qoriah kafilah Biak yang terpilih memperkuat kafilah Provinsi Papua pada MQ nasional di Ambon merupakan para juara pertama event serupa se Provinsi Papua 14-19 Mei 2012.

"Kafilah MTQ Papua merupakan qori qoriah terbaik juara MTQ Papua di Biak, ya kontingen Papua dijadwalkan berangkat ke ajang MTQ tingkat nasional di Ambon pada 3 Juni 2012," paparnya.

 

Redaktur : Syaifullah Amin 
Sumber    : Antara

Senin 21 Mei 2012 15:41 WIB
CBP IPNU: Narkoba Bencana Kemanusiaan
CBP IPNU: Narkoba Bencana Kemanusiaan

Jakarta, NU Online
Komandan Nasional Corp Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (CBP-IPNU) Muhamad Syahrial menyatakan bahwa narkoba atau NAPZA adalah bencana kemanusiaan. <>

Hal itu diungkapkannya selepas pendidikan dan pelatihan khusus pelajar antinarkoba yang berlangsung Jumat-Ahad, (18-20/5) di Gurmiyati Camp Cijeruk, Bogor, Jawa Barat. Diklatsus tersebut diikuti 130 pelajar se-Jawa, Bali dan Sumatera.  

“Narkoba itu melebihi bencana tsunami, apalagi sekarang banyak kalangan pelajar, pemuda, yang jadi korbanya. Jika generasi mudanya hancur, otomatis masa depan bangsa ini hancur juga,” tegasnya.

Menurut komandan CBP IPNU yang juga Ketua Umum Pencinta Alam Driwala Indonesia ini, penggunaan narkoba di kalangan pelajar sangat memprihatinkan sehingga pemerintah harus lebih serius menanganianya. 

Tapi, tambahnya, pemerintah tidak bisa bekerja sandirian, harus dibantu masyarakat dan organisasi pemuda dan pelajar seperti IPNU. 

Diklatsus tersebut, sambung kader IPNU asal Mojokerto ini, adalah pelatihan untuk pelatih (ToT) yang akan disebar di berbagai daerah. Mereka diharapkan menyebarkan pengetahuan bahaya narkoba kepada pelajar, santri, pemuda dan masyarakat umum.  

“RTL (Rencana tindak lanjut, red) dari diklatsus tersebut adalah aksi nasional pada tanggal 26 Juni nanti, pada hari antinarkotika sedunia,” tambahnya. 

Diklatsus tersebut dihadiri Direktur Advokasi Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Dr Victor Pudjiadi, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda, Drs. Imam Gunawan dan Sudirman S.Ag, dari Pusat Pencegahan Badan Narkotika Nasional (Pus Cegah BNN)



Redaktur : Syaifullah Amin
Penulis     : Abdullah Alawi 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG