IMG-LOGO
Nasional
HAUL KH BISRI SYANSURI

Kang Said: Kiai Bisri Ikon NU dalam Hal Konsistensi

Selasa 22 Mei 2012 13:11 WIB
Bagikan:
Kang Said: Kiai Bisri Ikon NU dalam Hal Konsistensi

Jombang, NU Online
Puncak peringatan haul ke-33 KH Bisri Syansuri yang digelar di halaman Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, Senin (21/5) malam dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri PDT Helmi Faisal Zaini dan Wagub Jatim Saifullah Yusuf.<>

Di hadapan ribuan santri dan warga NU, Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj mengajak warga NU meneladani sosok KH Bisri Syansuri yang merupakan salah satu pendiri NU. Menurutnya, sikap yang dicontohkan mantan Rais Aam PBNU saat hidupnya sangat tepat untuk menghadapi problematika bangsa sekarang.

"Selain sebagai pendiri, Kiai Bisri adalah salah satu ikon NU. Terutama dalam hal konsistensi bersikap dan keteguhan memegang hukum fikih,'' katanya saat memberikan ceramah.

Kang Said, lantas mengingatkan Muhaimin Iskandar serta Saifullah Yusuf  yang keduanya merupakan dzurriyah (keluarga) pendiri Pesantren Denanyar, agar meneladani kakeknya.

"Siapapun, bisa selamat di dunia hingga akhirat jika meniru sikap Kiai Bisri itu. Termasuk Gus Ipul dan Cak Imin ini kalau ingin selamat baik saat maupun setelah menjabat,” ujar Said disambut keduanya yang duduk di deretan paling depan. 

Sebab, lanjut Ketua PBNU yang juga ketua Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia ini,  dengan meneladani Kiai Bisri Syansuri, seorang pejabat  tidak mungkin berani korupsi ataupun menyalahgunakan jabatan. 


Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Muslim Abdurrahman


Keterangan Gambar: (Dari kiri) Helmi Faishal Zaini, Saifullah Yusuf, KH Said Aqil Siroj, Muhaimin Iskandar

Bagikan:
Selasa 22 Mei 2012 21:45 WIB
Kajian Aswaja, Soal Bid'ah sampai Lady Gaga
Kajian Aswaja, Soal Bid'ah sampai Lady Gaga

Pekalongan, NU Online
Banyaknya hujatan yang dilontarkan oleh kelompok aliran garis keras terhadap amaliyah warga nahdliyyin seperti tahlil, ziarah kubur, manakiban hingga do'a qunut yang dianggap bid'ah dan haram menjad bahan perbincangan kelompok pengajian di Kota Pekalongan. Kelompok ini tergabung dalam Kajian Aswaja (ahlus sunnah wal jama'ah) yang diadakan rutin setiap malam Ahad Wage.<>

Kajian yang digelar di Masjid Al Jami' Kauman Kota Pekalongan, Sabtu (19/5) malam kemarin dihadiri tidak kurang dari 500 jama'ah putra putri yang datang dari berbagai daerah yang dengan menghadirkan nara sumber dari jajaran Syuriyah PCNU Kota Pekalongan.

Kajian Aswaja kali ini yang mengambil tema seputar gerakan Wahabi kontan menyedot banyak pertanyaan. Memang disediakan waktu khusus usai pemaparan dengan menerima 10 penanya antara lain masalah amaliyah NU yang dianggap bid'ah, seputar gerakan wahabi hingga sikap NU tentang konser Lady Gaga yang akhir akhir ini ramai dipermasalahkan.

Katib Syuriyah PCNU Kota Pekalongan KH. Zakaria Ansor selaku penanggung jawab kegiatan kepada NU Online mengatakan, kegiatan kajian Aswaja setiap malam Ahad Wage di Masjid Kauman ini akan dilakukan secara rutin dengan materi kajian seputar ajaran Aswaja. Sedangkan nara sumbernya akan dihadirkan dari para ahli baik kalangan pesantren maupun kampus yang paham betul tentang aswaja.

Dikatakan,  pesertanya memang dikhususkan untuk warga nahdliyyin di wilayah Kota Pekalongan dan sekitarnya. Jika ada dari kelompok ormas lain seperti Muhammadiyah, kelompok khuruj dan sejenisnya mau hadir dan mendengarkan kajian ini, pihaknya tidak bisa melarang.

"Jika memang dari kelompok lain ada yang mau ikut mendengarkan kajian ini, silakan saja, siapa tahu dengan ikut kajian yang semula membid'ahkan malah ikut mengamalkan," ujar Kiyai Zakaria.

Ditanya sikap NU terhadap gerakan radikalisme yang selalu menganggap amaliyah NU bid’ah dan sesat, Kiyai Zakaria menjawab, sudah saatnya warga NU tidak dalam posisi selalu mengalah. Meski selama ini NU memposisikan untuk tetap dingin terhadap berbagai serangan, bukan berarti NU mau menerima atas sikap mereka.

Menurutnya, hal itu semata mata untuk menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga jangan sampai persoalan furu'iyah menjadikan bangsa itu tidak bersatu.

Pun demikian, ketika salah seorang peserta menanyakan sikap NU terhadap rencana konser Lady Gaga, NU menyerahkan soal itu kepada pemerintah, karena NU yakin pemerintah bisa mengambil keputusan yang terbaik.



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Abdul Muiz


Selasa 22 Mei 2012 18:35 WIB
Pemerintah Dapat Bubarkan Ormas Pelanggar UU
Pemerintah Dapat Bubarkan Ormas Pelanggar UU

Jakarta, NU Online
Proses revisi undang-undang ormas yang masih bergulir tak bisa jadi alasan pemerintah berpangku tangan dalam menyikapi penyimpangan yang terus bergejolak. Peraturan harus ditegakkan dan ormas yang melanggar bisa terancam dibubarkan.<>

Demikian ditegaskan Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Marsudi Syuhud, Selasa (22/5). Menurut Marsudi, sambil menuggu diputusnya Undang Undang baru, pemerintah masih berkewajiban menegakkan Undang-Undang  Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan demi kesetiaan kepada asas negara dan ketertiban umum.

“Ideologi dan perilaku ormas sudah diatur. Jika ada ormas yang melanggar, bubarkan saja,” ujarnya.

Marsudi menyesalkan sikap pemerintah yang mendiamkan sejumlah ormas berbasis agama yang keberadaanya justru merongrong tegaknya NKRI. Padahal, pasal 2 undang-undang tersebut sudah tegas bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara setiap ormas wajib berasaskan Pancasila sebagai satu-satunya asas.

“Kalau sudah jelas asas dan tujuannya ingin mengubah bentuk negara ini berarti persoalannya sudah sangat serius. Jika pemerintah tidak segera membubarkan, maka pemerintah yang akan dibubarkan,” tambahnya.

Pembubaran ormas, sambung Marsudi, juga bisa terkait dengan bantuan asing dan rasa aman dan ketertiban di masyarakat. Dalam hal ini, ia merujuk pasal 13 UU Ormas yang berkisar soal pembekuan dan pembubaran.

Dalam pasal itu disebutkan, pemerintah dapat membekukan pengurus atau pengurus pusat organisasi jika ormas bersangkutan terbukti melakukan kegiatan mengganggu keamanan dan ketertiban umum, menerima bantuan asing tanpa persetujuan pemerintah, serta memberi bantuan pihak asing yang merugikan kepentingan negara dan bangsa.

Bagi Marsudi, fungsi ormas sebagai wadah penyalur aspirasi anggota tidak boleh melewati batasan koridor yang telah digariskan. Selain pemerintah, tak satupun kelompok memiliki wewenang untuk bertindak represif.  

“Tidak ada masyarakat boleh melakukan tindak kekerasan. Proses nahi mungkar pun tak boleh dilakukan dengan jalan mungkar,” tandasnya.



Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis   : Mahbib Khoiron


Selasa 22 Mei 2012 16:31 WIB
PBNU Dukung Lakpesdam Tingkatkan Ekonomi Nahdliyin
PBNU Dukung Lakpesdam Tingkatkan Ekonomi Nahdliyin

Palembang, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mendukung langkah Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) meningkatkan perekonomian warga NU. Langkah ini ditegaskan sebagai salah satu wujud jihad fisabilillah, sesuai dengan perintah agama.<>

Lakpesdam saat ini tengah bekerjasama dengan pelaksana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, membina 60 KK di Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan, untuk menjadi pengrajin tenun songket. Pembinaan sudah dilakukan selama 6 bulan terakhir, dan Selasa (22/5) dilakukan peresmian kampung  songket oleh Kiai Said.

"Selamat kepada Lakpesdam atas pekerjaan mulia ini. Apa yg Lakpesdam jalankan sesuai dengan sabda Rasulullah, bukan umatku jika tidak peduli dengan sesamanya," kata Kiai Said dalam sambutannya di acara peresmian di Hotel Grand Aston Palembang.

Melalui pembinaan oleh Lakpesdam dan PNPM Mandiri, masyarakat binaan diharapkan bisa terangkat tingkat perekonomiannya. Kiai Said lantas mencontohkan riwayat hidup sejumlah konglomerat nasional, yang berhasil menraih kesuksesan berkat ketekunan yg dijalaninya.

"Pembinaan sudah didapatkan. Modal jangan pernah khawatir, banyak pengusaha dan bank yg bersedia membantu NU dan warga NU, asalkan kita sungguh-sungguh. Satu lagi, kunci untuk meraih sukses adalah tekun," pesan Kang Said, demikian Kiai Said disapa.

Kang Said juga menyemangati masyrakat binaan Lakpesdam dan PNPM Mandiri untuk terus optimis dalam menjalankan usahanya, hingga mencapai kesuksesan yg diinginkan.

"Allah menegaskan janganlah harta berputar-putar pada orang kaya yang sama. Dengan optimis, sungguh-sungguh tekun, insya allah ekonomi warga NU akan terangkat," pungkas Kang Said.

Dalam kesempatan yang sama Kang Said menyempatkan meninjau proses pembuatan kain tenun songket, serta diberi penghormatan dengan pengalungan kain tenun karya masyarakat binaan Lakpesdam dan PNPM Mandiri.



Penulis: Nabil Haroen

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG