IMG-LOGO
Nasional

UU Pengelolaan Zakat perlu Ditinjau Ulang

Kamis 31 Mei 2012 11:5 WIB
Bagikan:
UU Pengelolaan Zakat perlu Ditinjau Ulang

Padang, NU Online
Akademisi Universitas Indonesia (UI) Doktor Hamid A. Chalid memandang perlu melakukan peninjauan kembali terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat karena ada sejumlah pasal yang bakal menimbulkan persoalan di kemudian hari.<>

"Terdapat tiga hal yang menjadi perdebatan dalam UU Pengelolaan Zakat, yaitu sentralisasi pengelolaan zakat, kriminalisasi lembaga amil zakat, dan persyaratan lembaga pengelola zakat," katanya pada Seminar Nasional Masa Depan Zakat Sumatera Barat bertema "Kritik terhadap UU Pengelolaan Zakat" di Padang, Rabu.

Di hadapan peserta seminar yang diselenggarakan Dompet Dhuafa Singgalang, Hamid mencontohkan Pasal 5 Ayat (1) UU No.23/2011 yang menyatakan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merupakan operator tunggal pengelolaan zakat.

Jika hal itu diterapkan, dikhawatirkan akan melemahkan peran lembaga amil zakat (LAZ) serta pengelola zakat tradisional yang selama ini kehadirannya sangat strategis, kata dia.

Pada tahun 2007, kata dia, jumlah zakat yang dihimpun dari kabupaten/kota se-Indonesia mencapai Rp348 miliar. Dengan perincian, jumlah yang dihimpun Baznas sebesar Rp102 miliar, Bazda Rp26 miliar, dan LAZ sebesar Rp219 miliar.

"Artinya, sekitar dua per tiga atau 63 persen dana zakat yang masuk dihimpun oleh LAZ," katanya menandaskan.

Oleh karena itu, dia memandang perlu menjadi pertimbangan seperti apa tingkat penerimaan dan kepercayaan publik terhadap Baznas jika diputuskan sebagai pengelola tunggal zakat.

Kemudian, dalam undang-undang itu dinyatakan pengelolaan zakat tanpa izin pemerintah berwenang dapat diberi sanksi berupa pidana penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp500 juta.

Hal itu, menurut dia, jelas akan merugikan pengelola zakat tradisional yang kehadirannya telah eksis jauh sebelum undang-undang itu dibuat.

Selain itu, dalam undang-undang itu diatur persyaratan lembaga pengelola zakat yang harus mendapat izin menteri dan harus memiliki badan hukum. "Aturan ini jelas akan memberatkan bagi LAZ sehingga kehadirannya menjadi terbatas," ujarnya.

Ia menilai, sisi lemah tersebut perlu ditinjau ulang agar tidak menjadi persoalan dalam pengelolaan zakat di kemudian hari.

Seharusnya hal mendesak yang dilakukan pemerintah, menurut dia, adalah meningkatkan kapasitas kredibilitas Baznas, Bazda, dan LAZ, serta sosialisasi bahwa zakat harus ditunaikan melalui lembaga formal.

Turut tampil sebagai pembicara pada acara itu Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Andalas Prof. Yaswirman, Pendiri Dompet Dhuafa Republika Eri Sudewo, dan Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Prof. Makmur Syarif.



Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara

Bagikan:
Kamis 31 Mei 2012 19:10 WIB
Pelajar Dan Santri Kecam Grasi Terhadap Corby
Pelajar Dan Santri Kecam Grasi Terhadap Corby

Jakarta, NU Online 
Pemberian grasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap ratu mariyuana asal Australia, Schapelle Leigh Corby, merupakan keputusan yang dan tidak tepat dan menyiderai keinginan kuat dalam pemberantasa narkoba. <>

Demikian ungkap Ahmad Syauqi, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) di gedung PBNU lt. 5 Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Kamis (31/15).  

“Banyak kalangan pelajar dan santri, baik yang berada dibawah binaan kader IPNU maupun dari kalangan pelajar lainnya yang mendesak kami untuk mengecam grasi presiden tersebut. Desakan yang langsung datang dari para pelajar dan santri ini di berbagai daerah di Indonesia ini sangatlah beralasan, mengingat kita sedang gencar mengampanyekan generasi muda anti narkoba. Sungguh disayangkan,” kata Syauqi.

Pemberian grasi lima tahun oleh presiden kepada Corby, lanjut Syauqi, sungguh tidak masuk akal, jika hanya mempertimbangkan faktor diplomatis antara Indonesia dan Australia. Sebab di berbagai negara lain, tidak ada ampun bagi pengedar narkoba. 

“Saya yakin, grasi presiden tersebut sangat melukai idealisme para aktivis anti narkoba dan generasi muda yang kerap menyatakan say no to drugs,” tegas dia.

Lebih lanjut, grasi presiden ini membutuhkan pertimbangan dari Mahkamah Agung (MA). Karena itu, ungkap Syauqi, MA harus tegas untuk menolak grasi tersebut. “Jika MA tidak tegas menolak, maka jangan heran kalau para pengedar semakin berani mennginjak Indonesia,” pungkas Syauqi.


 
Redaktur: Mukafi Niam

Kamis 31 Mei 2012 16:14 WIB
Tak Hanya Demo, PMII Dirikan TBM Bintang Sembilan
Tak Hanya Demo, PMII Dirikan TBM Bintang Sembilan

Padang, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Padang tetap konsisten meningkatkan intelektualitas kadernya sebagai mahasiswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TMB) Bintang Sembilan yang menyediakan berbagai bahan bacaan, terutama yang berkaitan dengan pergerakan mahasiswa dan pengembangan pemikiran.<>

Ketua Umum PMII Cabang Padang Yosef Firman Susilo  menyebutkan hal itu saat menerima sumbangan buku dari Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Padang di lokasi TBM Bintang Sembilan, Anduring, Padang, Kamis (31/5). 

Hadir Ketua Cabang Korp  PMII Putri (KOPRI) Padang Hariyus Sofiani dan kader PMII Padang. Menurut Yosep, TBM Bintang Sembilan sudah dirintis sejak beberapa bulan lalu dengan jumlah buku saat ini mencapai 200 eksemplar buku.

“Dengan adanya sumbangan buku dari Mabincab PMII Padang Armaidi Tanjung sebanyak 25 eksemplar ini maka akan menambah koleksi buku TBM Bintang Sembilan yang dikelola penuh oleh kader PMII Kota Padang. Kehadiran TBM ini sebagai langkah awal PMII dalam meningkatkan kualitas intelektual kader selain di bangku kuliah,” tambah Yosep.

Menurut Yosep, kita tak ingin kader PMII  dicap hanya bisa demo semata dengan turun ke jalan. Tapi kita juga menunjukkan kader PMII juga punya kepedulian terhadap pentingnya menumbuhkembangkan budaya membaca dengan mengelola sebuah taman bacaan. 

“Kita berharap sumbangan buku dari pihak manapun sejauh sesuai dengan visi dan misi PMII dalam melahirkan calon-calon pemimpin masa depan, kita sangat senang hati menerimanya” kata Yosep.

“TBM Bintang Sembilan ini merupakan yang pertama di lingkungan PMII di Sumbar. Kehadirannya akan memberikan spirit baru dalam pergerakan PMII di Padang khususnya, dan Sumatera Barat umumnya,” tambah Ketua KOPRI Hariyus Sofiani.

Sementara itu, Armaidi Tanjung menekankan dihadapan kader PMII Kota Padang, saat ini minat baca masyarakat Indonesia tergolong masih rendah. Salah satu disebabkan kurangnya sarana bahan bacaan yang dibutuhkan. Dengan adanya TBM Bintang Sembilan ini diharapkan dapat mendorong minat baca tersebut. Kader PMII diminta ikut mendorong peningkatan minat baca masyarakat, minimal di lingkungan sendiri.

Apalagi  sebagai mahasiswa, kata Armaidi Tanjung, harusnya memiliki minat baca yang baik. Mahasiswa yang doyan membaca buku pasti berbeda jauh wawasan pemikirannya dibanding dengan mahasiswa yang malas membaca. Dengan membaca buku kita dapat melewati ruang dan waktu ratusan tahun silam. Memahami pikiran-pikiran tokoh yang sudah ratusan tahun silam wafat. Dari membaca pula kita akan dapat merubah jalan hidup ke masa depan.

“Setiap kader PMII harus sudah memulai membangun perpustakaan pribadi semampunya. Sisihkan sedikit uang untuk membeli buku sesuai dengan minat masing-masing. Selama ini mungkin ada uang dibelanjakan ke hal-hal yang kurang penting, sudah saatnya dialihkan ke buku. Boleh jadi ketika menerima rezeki dadakan, di luar perencanaan, sebagiannya dibelikan buku,” kata Armaidi Tanjung penulis beberapa buku ini.



Redaktur : Syaifullah Amin

Kamis 31 Mei 2012 15:12 WIB
SMK Walisongo Buka Bisnis Center
SMK Walisongo Buka Bisnis Center

Jepara, NU Online
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Walisongo Pecangaan sekarang telah mempunyai Bisnis Center. Kantor Usaha sekolah tersebut terletak di kios Walisongo Shoping Center (WSC), Jalan Kauman no 01 Pecangaan Jepara. <>

Bisnis center tersebut mengkelola berbagai hasil produksi dan keahlian siswa dari jurusan kriya tekstil dan Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ). 

Unit pelayanan yang di tawarkan oleh SMK Bisnis center  untuk jurusan TKJ , antara lain adalah perbaikan komputer/peripheral, instalasi komputer/jaringan, service printer, design website, aksesoris komputer/laptop dan instalasi CCTV.

Selain itu SMK Walisongo Bisnis center juga menjual berbagai hasil produksi siswa jurusan kriya tekstil diantaranya adalah batik tulis/printing, jahit busana, alat dan bahan batik, souvenir serta melayani cetak undangan.

Faizal Arif (XI TKJ), operator Bisnis Center tersebut menuturkan bahwa kios tersebut dikelola langsung oleh siswa SMK Walisongo. “Yang mengelola kios ini adalah dari siswa-siswi SMK Walisongo sendiri,” turunya.

Untuk jurusan Kriya tekstil, lanjut Arif, sampai sekarang belum ada operatornya namun untuk barang yang akan di jual sudah tertata semua di kios. “Untuk unit produksi kriya tekstil sekarang belum melayani jual beli karena belum mendapatkan operator,” lanjut Arif.

Unit produksi yang baru dibuka mulai senin (28/05) kemaren itu merupakan bentuk komitmen SMK Walisongo dalam mendidik siswa berinterprenur serta memasarkan produk keahlian siswa.

“Yang dipasarkan di Bisnis Center ini merupakan hasil produksi dari siswa-siswi SMK Walisongo Pecangaan utamanya adalah Jurusan TKJ dan Kriya Tekstil,” Pungkas Faizal Arif.



Redaktur      : Syaifullah Amin
Kontributor : Rif’ul Mazid Maulana 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG