IMG-LOGO
Nasional

LPPNU Kraksaan Gelar Sarasehan Selamatkan Petani Tembakau

Kamis 5 Juli 2012 13:12 WIB
Bagikan:
LPPNU Kraksaan Gelar Sarasehan Selamatkan Petani Tembakau

Probolinggo, NU Online
Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-89 NU, Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) NU Cabang Kraksaan menggelar diskusi terbatas dan sumbang saran dengan tema Selamatkan Petani Tembakau di Kantor PCNU Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Kamis (5/7).<>

Prof Dr Kabul Santoso, MS dari Universitas Negeri Jember saat menjadi narasumber menuturkan besarnya kontribusi industri rokok dalam perekonomian nasional, diantaranya jumlah cukai yang mencapai 88 trilyun pada tahun ini saja sehingga sektor ini layak untuk mendapat perhatian.

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Ahmad Muzammil menjelaskan selain untuk memperingati Harlah NU ke-89, sarasehan tentang pertembakauan ini digelar dalam rangka untuk menyambut masa tanam tembakau tahun 2012. Dimana selama ini kegiatan yang digelar hanya budidaya tembakau saja.

”Kegiatan ini merupakan salah satu terobosan baru yang digagas oleh LPPNU Cabang Kraksaan sehubungan dengan adanya regulasi tentang pertembakauan yang rupanya secara tidak langsung akan berdampak pada keberlangsungan petani tembakau di Kabupaten Probolinggo,” ujar Muzammil.

Menurut Muzammil, rencana regulasi baru ini telah membuat petani tembakau resah. Pasalnya regulasi ini bisa berpengaruh ke industri rokok. Jika industri rokok bermasalah, maka akan berdampak pada petani tembakau. Pasalnya dalam regulasi nanti juga disebutkan bahwa industri rokok harus mengemas sebanyak 20 batang setiap kemasannya. Hal inilah yang tentunya akan berdampak pada industri rokok.

”Melalui kegiatan ini kami berharap petani tembakau memperoleh wawasan mengenai peraturan pertembakauan yang akan membawa dampak meskipun secara tidak langsung,” jelas Muzammil.

Sedangkan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi menyambut baik kegiatan yang dicetus oleh LPPNU Cabang Kraksaan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memberikan wawasan terhadap petani tembakau terkait rencana adanya regulasi tembakau yang akan berimbas kepada industri.

”Dalam regulasi tersebut setidaknya ada tiga poin penting yang membuat resah petani tembakau. Yaitu, keterangan kemasan bahaya merokok minimal 40 % dari kemasan rokok, terkait iklannya dan adanya penambahan kawasan tanpa asap rokok,” ungkap Mahbub.

Namun Mahbub menjelaskan hingga saat ini pihaknya masih belum menerima surat edaran dalam bentuk apapun terkait rencana regulasi pertembakauan tersebut. ”Apapun nanti yang terjadi terkait rencana regulasi tersebut, kami berharap tidak merugikan petani tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo,” harap Mahbub.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LPPNU Cabang Kraksaan KH. Amin Subarkah menjelaskan tanaman tembakau menjadi sesuatu yang menarik untuk diangkat dan dibahas. Apalagi setelah adanya rencana regulasi baru yang akan segera digulirkan yang tentunya secara tidak langsung akan berdampak kepada petani tembakau.

”Kami akan bekerja sama dengan APTI (Assosiasi Petani Tembakau Indonesia) akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas VO Paiton. Sehingga hasil tembakau VO Paiton bisa dibeli industri di atas titik impas sehingga mampu mengangkat derajat petani tembakau,” ungkap KH. Amin Subarkah.

Selain diisi oleh Prof. Dr. Kabul Santoso, MS dari Universitas Negeri Jember, sarasehan yang diikuti oleh 100 orang peserta ini juga diisi oleh narasumber dari Koalisi Nasional Penyelamatan Kretek (KNPK) Yogyakarta. Kegiatan ini digelar sehubungan dengan adanya peraturan anti tembakau yang menjadi ancaman besar bagi keberlangsungan hidup kaum tani serta di sektor tani lainnya.


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor : Syamsul Akbar

Bagikan:
Kamis 5 Juli 2012 20:43 WIB
RAKERNAS PERGUNU
Pergunu Sebar 1000 Beasiswa S1 untuk Guru dan Ustadz
Pergunu Sebar 1000 Beasiswa S1 untuk Guru dan Ustadz

Jakarta, NU Online
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang digelar di Pacet, Mojokerto, Jatim, 6-8 Juli 2012 ini diselingi agenda pemberian beasiswa pendidikan tinggi. Sebanyak 1000 guru dan ustadz akan mendapatkan bantuan pendidikan jenjang S1 dan 200 kepala sekolah atau dosen akan menerima bantuan pendidikan jenjang S2.<>

“Program ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas profesi keguruan di lingkungan NU,” kata Ketua Panitia Rakernas Pergunu Gatot Suyono.

Pergunu sejak lama mengagendakan program ini dan sengaja direalisasikan bersamaan dengan agenda Rakernas. Menurut Gatot, penerima beasiswa merupakan orang-orang yang telah melewati proses seleksi. “Tentu melalui kualfikasi terlebih dahulu supaya sasarannya tepat,” ujar Sekum PP Pergunu ini.

Selain sebar beasiswa, Pergunu juga meluncurkan buku karyanya berjudul Membumikan Aswaja: Pegangan Para Guru NU. Agenda lain yang seiring adalah peluncuran jurnal ilmiah Pergunu, serta peresmian “Dapur Pergunu”, gedung 3 lantai yang akan difungsikan sebagai penunjang aktifitas Pergunu.

Rakernas dihadiri oleh 1500 peserta dari unsur pengurus wilayah dan cabang Pergunu se-Indonesia. Tamu undangan yang direncanakan hadir, Mendikbud Muhammad Nuh, Menag Suryadarma Ali, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jendral PBNU Marsudi Syuhud.


Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis   : Mahbib Khoiron

Kamis 5 Juli 2012 18:29 WIB
Usai Diluncurkan, "Atlas Wali Songo" Dibedah
Usai Diluncurkan,

Jakarta, NU Online
Kegiatan bedah buku mengiringi acara peluncuran (launching) buku Atlas Wali Songo, Kamis (5/78), di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Karya besar sejarawan Agus Sunyoto ini diterbitkan oleh Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) bekerja sama dengan pustaka Iiman, dan Trans Pustaka.<>

Sejumlah pakar yang hadir mengisi acara, antara lain, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wasekjen PBNU Abdul Mun’im DZ, Budayawan Sudjiwo Tedjo, dan Arkeolog UI Dr Irmawati Marwoto, serta penulis buku Agus Sunyoto.

Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan, Wali Songo merupakan penentu penyebaran ajaran Islam di Indonesia. Meskipun Islam datang sejak tahun 674, Islam tidak begitu saja diterima penduduk Nusantara. Secara perlahan Wali Songo sukses mengislamkan setelah pendekatan sufistik dan kultural mereka dirasakan pada abad ke-15.

Sejumlah temuan “kontroversial” turut mengejutkan audien yang menyimak penjelasan Agus. Wakil Ketua Lesbumi ini, misalnya, tak memaksukan Syeikh Maulana Malik Ibrahim sebagai anggota Wali Songo, lantaran hidupnya yang jauh dari era Wali Songo. Uniknya, Raden Fatah dan Syekh Siti Jenar justru terdaftar sebagai bagian dari jajaran Wali Songo.

Irmawati menyatakan kekagumannya terhadap usaha Agus dalam merekonstruksi sejarah penting dalam khazanah peradaban Nusantara. Kendatipun mengritiknya beberapa poin dari isi buku, ia mengakui pembuktian arkeologis yang diterapkan agus hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu.

Menurut Kiai Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, selama ini memang dirasakan langkanya penulisan sejarah yang kredibel tentang orang-orang suci ini. Sebagian orang bahkan menyingkirkan jasa besar mereka sebagai pembentuk karakter bangsa.

“Penulisan buku ini penting, karena kita menyadari Wali Songo mulai tidak diakui sebagai pengembang moral dan karakter bangsa,” terangnya.


Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Mahbib Khoiron



Kamis 5 Juli 2012 17:30 WIB
Ragam Cabang Dimusabaqahkan MTQ JQH NU
Ragam Cabang Dimusabaqahkan MTQ JQH NU

Pontianak, NU Online
Beragam cabang dilombakan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQ) VII Jam’iyyatul Qura’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Pontianak, Kalimantan Barat Selasa-Ahad (3-8/7).<>

Cabang-cabang itu diikuti peserta dengan kategori dewasa putra putri dengan batasan usia maksimal 30 tahun, remaja maksimal 25 tahun, dan anak-anak maksimal 15 tahun.

Di antara cabang-cabang itu adalah tilawah. Peserta akan membacakan qiraat sab’ah mujawwad memilih satu riwayat dari tiga riwayat Qalun, Warsy, atau Khalaf. Musabaqah ini bertempat di Gedung Wanita Kartini, Asrama Haji, gedung Korpri.

Tahfizh Al-Quran putra-putri golongan 30 juz plus membaca Binnadlar Riwayat Qalun Surat Al-Fatihah dan Al-Baqarah. Golongan 15 juz, 5 juz. Tempatanya di aula Bukopin A, B, dan C. 

Musabaqh Tafsir Al-Quran bahasa Arab kategori putra-putri bertempat di aula Dinkes 1. Musabaqah Tafsir Al-Quran bahasa Indonesia Putra-putri berlangsung di aula Dinkes 2. San sementara musabaqah Qiroatul Kutub di aula Dinkes 3.

MTQ Nasional VII ini berlangsung dari Rabu-Sabtu (4-7/7). Kemudian akan digelar MTQ Internasinal I pada  Ahad (8/7) bertempat di aula Asrama Haji dan gedung Kartini. MTQ ini akan memusabaqahkan dua cabang, yaitu tilawah dewasa dengan memakai salah satu riwayat dari imam 7 (tujuh) selain riwayat Hafsh, dan tahfizh 30 Juz plus binnazhar riwayat Qalun surah al-Baqarah.


Redaktur :  Mukafi Niam
Penulis    : Abdullah Alawi

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG