IMG-LOGO
Nasional

LP2NU Jombang Kembangkan Tembakau Organik

Ahad 15 Juli 2012 16:30 WIB
Bagikan:
LP2NU Jombang Kembangkan Tembakau Organik

Jombang, NU Online 
Lembanga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Jombang membuat gebrakan dengan mengembangkan tanaman pangan organik. Bahkan, kini LP2 NU merambah tanaman tembakau atau yang dikenal dengan tanaman daun emas, dengan model organik.
<>
Ketua LP2NU Jombang Subhan mengatakan, tanaman tembakau menjadi bidikan pertanian organik, karena tanaman ini merupakan andalan bagi petani kota santri khususnya kawasan utara Brantas Jombang.

”Tembakau sudah menjadi tanaman turun-menurun warga utara Brantas, dan tidak bisa dibendung. Tanaman ini kemudian yang kita (LP2 NU, red) kembangkan dengan model organik,”ujarnya.
Kini pihaknya, lanjut Subhan, telah berhasil mendemplot tanaman tembakau sekitar 20 hektar di 4 kecamatan.  Dan hasilnya, meski belum waktunya panen, perkembangan daun tembakau sudah nampak sangat bagus.

”Sekarang sudah menginjak umur satu bulan, daunnya terlihat lebih lebar dan segar disamping itu pertumbuhane lebih cepat. Dengan menggunakan pupuk organik, pada tahun lalu rendemin tanaman tembakau bisa naik 2 persen," imbuhnya.

Mengapa memilih organik? Subhan beralasan, dengan model tanam organik di samping modal pertaniannya jauh lebih murah, juga ramah lingkungan. Karena untuk membuat pupuk organik, petani bersama kelompoknya bisa membuat sendiri pupuk cair dan granul dengan memanfaatkan limbah kotoran ternak di sekitar rumah.

”Jadi, dari segi modal, bisa sangat murah, Apalagi peraturan internasional kedepan menyatakan bahwa bahan baku rokok tidak boleh banyak mengandung residu kimia.”tandas Subhan mengungkapkan.

Masih menurut Subhan, sudah saatnya petani kembali ke organic, karena dengan menggunakan pupuk organic, petani bisa mandiri dan tidak tergantung pada pabrikan. 
Disamping itu hasil pertanian dengan model organic ini dikatakannya, bisa menjaga kesehatan, karena bebas dari residu zat kimia.” Seperti pestisida yang mengandung logam berat - yang bisa mengakibatkan penyakit berat, seperti kangker, strok. Disamping ramah lingkungan karena menjaga kesuburunan tanah, dan pencemaran air,”jelasnya.

Tidak hanya tembakau, LP2 NU yang telah mendampingi petani untuk beralih ke organik sejak 4 tahun lalu ini juga mengembangkan pertanian organik ramah lingkungan pada berbagai tanaman pangan, seperti padi, sayur mayor telah banyak dihasilkan secara alami.

”Untuk tanaman padi, setiap 1 hektar bisa menghasilkan 5 hingga 6 ton. Dnegan harga jual beras setiap 1 kilo seharga Rp 10 ribu. Harga ini jauh lebih mahal dari harga beras terbaik,’pungkas Lulusan Pertanian Unej Jember ini mengungkapkan. 



Penulis : Muslim Abdurrahman

Keterangan foto: Hasil Pertanian Organik binaan LP2 NU dipamerkan di NU Expo yang digelar di Pondok Pesantren bahrul Ulum Tambakberas Jombang. 

Bagikan:
Ahad 15 Juli 2012 15:30 WIB
LFNU: Rashdul Qiblat Terjadi Ahad, 16.27 WIB
LFNU: Rashdul Qiblat Terjadi Ahad, 16.27 WIB

Jakarta, NU Online
Berdasarkan almanak PBNU yang diterbitkan Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), Rashdul Qiblat dapat dilaksanakan besok, Ahad (15/7), pukul 16.27 WIB. Rashdul Qiblat merupakan cara mudah menentukan arah kiblat dengan mengetahui posisi matahari pada saat-saat tertentu.

Pada detik-detik Rashdul Qiblat, posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah. Akibatnya, seluruh bayangan benda tegak akan menunjuk persis ke arah Ka’bah. Umat muslim di seluruh dunia dapat menentukan arah kiblat dengan berpatokan pada arah bayangan ini.

Kesempatan ini hanya terjadi dua kali selama satu tahun, yaitu bulan Mei dan Juli. Di tahun 2012, peristiwa Rashdul Qiblat terjadi pada 27 Mei lalu, pukul 16.18 WIB. Rashdul Qiblat adalah salah satu cara penentuan kiblat, selain menggunakan tongkat istiwa’ dan theodolite.

LFNU dalam almanak ini menjelaskan, secara geografis/astronomis, kota Mekkah terletak di 39o49’34” LU dan 21o25’21” BT. Dari Indonesia, koordinat ini berada pada arah barat laut (barat serong ke kenan) dengan derajat bervariasi antara 21o-27o menurut koordinat (garis lintang dan garis bujur) masing-masing daerah.

Arah Kiblat Indonesia, sambungnya, bukanlah ke barat. Jika ke barat maka semua wilayah Indonesia yang terletak di 34o7’ LU dan seterusnya (ke utara), seperti Aceh, akan lurus dengan Negara Ethiopia atau melenceng ke selatan sejauh 1750 km dari Mekkah. Begitu juga yang terletak di 4o39’ LS sampai 3o47’ LU, menghadap barat berarti lurus dengan Negara Kenya.

Terkait isu pergeseran arah kiblat pasca gempa dan tsunami, Badan Litbang LFNU menampik kesimpulan ini. Jika ada kiblat masjid atau musala yang kurang tepat, hal itu lebih dikarenakan pengukuran arah yang tak akurat ketika bangunan mulai didirikan. Kesalahan cukup diperbaiki dengan menggeser shaf sembahnyang, tanpa membongkar bangunan tempat ibadah.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Sabtu 14 Juli 2012 19:32 WIB
Konfercab PCNU Jombang
LTN-NU-LBMNU Jombang Bagikan Buku Bahtsul Masail
LTN-NU-LBMNU Jombang Bagikan Buku Bahtsul Masail

Jombang, NU Online
Menyambut konferensi cabang (Konfercab) pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang pada Sabtu (14/07), Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN-NU) dan Lembaga Bahstul Masa’il (LBMNU) Jombang menerbitkan buku kumpulan bahtsul masa’il.

<>Buku tersebut adalah hasil selama dua periode kepengurusan, yaitu kepengurusan PCNU pada 2002-2007 di bawah kepemimpinan KH. Tamim Romli dan kepengurusan PCNU pada 2007-2012 di bawah kepemimpinan Dr. KH. Isrofil Amar.

“Jajaran  syuriah Lembaga Bahstul Masa’il (LBMNU) periode 2002-2007 telah melaksanakan program bahtsul masail selama sebelas pertemuan, ditambah dengan beberapa kali pertemuan terbatas untuk mendiskusikan masalah-masalah yang maukuf, dan di akhir tahun 2012 ini PCNU membentuk tim khusus untuk melakukan perumusan kembali materi-materi bahtsul masail selama kepengurusannya, dan ditambah dengan periode tahun 2007-2012,” Demikian sambutan PCNU Jombang yang ditandatangani  Rais Syuriyah, KH. Nashir Fattah, Ketua Tanfidziyah, Dr. KH. Isrofil Amar, dan sekretaris, Drs. Nur Hamid, M.Si.

“Buku ini merupakan edisi baru dari hasil bahtsul masail periode kepengurusan lalu, dan juga merupakan hasil bahtsul masail periode PCNU pada 2007-2012 ini dan telah diberi harakat serta terjemah berbahasa Indonesia” ujar ketua tim penyusun bahtsul masail, KH. Ahmad Wazir Ali, didampingi editor, Kiai Maksum Zein, Jum’at  (13/07). 

Buku setebal 122 halaman yang dibagikan kepada peserta Konfercab PCNU Jombang ini diklasifikasi menjadi sembilan  tema atau bab, yaitu ubudiyyah, aspek sosial, pemberdayaan ummat, perekonomian, pidana dan kriminalitas, lintas agama, siyasi (politik), aspek kekinian, dan masail syatta (lain-lain).

Di samping buku bahtsul masail yang berjudul “Hasil Keputusan Bahtsul Masa’il PCNU Jombang Periode 2002-2012” LTN-NU juga menerbitkan edisi ke-12 majalah Nahdlah.

“Nahdlah dibagikan kepada peserta konfercab, jumlah peserta konfercab sekitar 1300 orang, dan Nahdlah kita cetak 1500 eksemplar dan kita bagikan gratis.” Ujar Pemimpin Redaksi Nahdlah, Dr. Ainur Rofiq al-Amin. 


Kontributor: Yusuf Suharto

Sabtu 14 Juli 2012 17:24 WIB
KONFERCAB NU JOMBANG
Wakil Rais Aam Minta Kembalikan Budaya Syahriyah
Wakil Rais Aam Minta Kembalikan Budaya Syahriyah

Jombang, NU Online
Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri mengeluhkan budaya Syahriyah anggota dan pengurus NU yang merosot jauh. "Ini diakibatkan adanya sokongan pendanaan dari partai," kata Gus Mus.

<>Karenanya, Wakil Rois Am PB NU ini berharap NU bisa kembali memiliki Syahriyah atau iuran rutin anggota sebagai modal organisasi sepertidulu. Hal ini dikatakan Gus Mus saat menghadiri Konferensi Cabang NU Jombang, Sabtu (14/7) yang digelar di GOR PP Bahrul Ulum tambakberas Jombang. 

“Saya sangat mendambakan NU bisa kembali memiliki syahriah seperti waktu dulu,” tegasnya.

Hilangnya budaya urunan anggota NU, lanjut Gus Mus, akibat adanya sokongan partai kepada pengurus NU. Karenanya dirinya mengusulkanproyek pengadaan kartu tanda Anggota Nu (Kartanu) yang digagas PW NU Jawa Timur juga bias diusahakan untuk Syahriyah organisasi.’ 

NU harus meniru muslimat soal ini, karena di Muslimat iuran melalui jumputan bias dilakukan tetapai di NU sendiri tidak ada,” ujarnya yang langsungmendapatkan aplous dari pengurus Muslimat yang hadir.

Konfercab NU yang mulai digelar, kemarin dibuka langsung oleh ketua PWNU, KH Hasan Mutawakkil Alallah juga dihadiri wakil Gubernur JawaTimur, Saifullah Yusuf serta Bupati dan wakil bupati Jombang. 

“ PW NU Jatim sangat mengapersiasi positif kegiatan NU Jombang, karena Jombang sebagai barometer,”ujarnya seraya menyebut beberpa program sepertipemberdayaan ekonomi melalui zakat dan adanya kepemilikan RSNU menjadi perhatiannya.

Dalam konfercab Pengurus Ranting dan pengurus tingkat kecamatan MWC NU bisa ikut memilih. Sebanyak 306 ranting dan 21 pengurus tingkatkecamatan MWC NU ini yang ikut menentukan Rois Syuriah dan ketua tanfidziah lima tahun kedepan. Hal ini berbeda dengan AD/ART yangmemutuskan konfercab yang memiliki hak suara adalah pengurus MWC NU.

"Kita tetap melibatkan pengurus ranting NU dalam proses pemilihan Rais Syuriyah dan Tanfidziah, juga MWC NU, ini sudah menjadi keputusanorganisasi yang telah ditetapkan PW NU Jatim melalui musker beberpa waktu lalu, “ ketua Panitia Konfercab NU, Nur Hamid Saidi menjelaskan.

Dikatakannya, keterlibatan Ranting dalam setiap konfercab NU sudah menjadi keputusan PW NU Jawa Timur yang diputuskan melalui Muskerbeberpa waktu lalu. Dan menurut, keterlibaan pengurus ranting menjadi hal penting, karena konfercab disamping untuk memilih Rois dantanfiziah juga untuk menentukan program NU selama lima tahun kedepan.

“Keterlibatan ranting akan menghidupkan kembali ghiroh dalam mengelola jamiyah dan jamaah,” jelasnya.


Kontributor: Muslim Abdurrahman

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG