IMG-LOGO
Internasional

Tantangan Berpuasa Pemilik Restoran Muslim di Kanada


Rabu 1 Agustus 2012 13:17 WIB
Bagikan:
Tantangan Berpuasa Pemilik Restoran Muslim di Kanada

Jakarta, NU Online
Berpuasa di tengah orang-orang yang tidak berpuasa di Kanada bukanlah hal yang mudah. Apalagi bagi orang yang membuka sebuah restoran khusus muslim disana.<>

Pemilik salah satu restoran di Kanada, Salah Abderahman dan istrinya Ahdela Akooje (45) mengatakan berada di dapur untuk membuat makanan dan menyajikannya ke banyak orang merupakan tantangan tersendiri saat berpuasa. 

Menghirup bau aroma dan melihat banyak makanan di depan mata tidak menciutkan niat berpuasa pasangan ini. 

Meskipun, kata dia, rasa haus sering terasa terutama saat memasak di dapur karena panas kompor dan udara di sekitarnya. "Seperti yang Anda ketahui AC menjadi tak terasa saat di dapur," kata mereka seperti dikutip thestar.com. 

Merasakan lapar ketika berpuasa justru membuat pasangan ini termotivasi untuk membuat makanan yang disajikan lebih bervariasi dan banyak. 

Abderrahman kadang mencicipi makanannya untuk mengetahui rasa bumbu dengan menjajal setetes masakan pada ujung lidah dan kemudian segera dilepeh. 

"Kami tak bisa memberikan makanan yang tidak enak dan tidak bisa dimakan," katanya. 

Di bulan Ramadan ini, penghasilan mereka juga berkurang 30 persen karena mayoritas pelanggannya juga muslim. Namun sisa pelanggan yang lain tetap membuat restoran yang buka hingga pukul 8 malam ini tetap sibuk menyajikan masakan andalan. 

Restoran ini juga memiliki pelanggan setia dan komunitas di sekitar lingkungan St. Gerard West sehingga membuat Abderahman tahu betul nama pelanggan mereka. 

Seperti Jessica Dubelar yang sudah menjadi pelanggan setia sejak restoran ini didirikan 15 tahun lalu. "Saya kenal mereka dan mereka selalu tersenyum ketika melayani kami pelanggan," kata Dubelaar yang memesan ayam tandoori dan salad Yunani.  

Salah satu pelanggan setia restoran Kelly Shaw juga sangat salut dengan pasangan ini karena tidak makan dan minum dari subuh pukul 4 pagi sampai waktu maghrib pada pukul 9 malam. 

"Saya pernah berpuasa sekali dan itu sangat berat, membutuhkan banyak disiplin," kata dia. 

Restoran ini disukai pelanggan baik muslim dan non muslim karena menyajikan makanan halal. "Ini menjadi alasan saya mendirikan restoran ini, karena muslim harus makan makanan halal," kata dia.

Abderrahman mendirikan restoran ini sejak ia menjadi imigran dari Kuwait. Masakan andalan restoran ini seperti masakan khas dari mediterania dan Afrika Selatan.  


Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara

Bagikan:
IMG
IMG