IMG-LOGO
Nasional

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Semarak Indonesia Bersholawat 2012

Senin 17 September 2012 17:34 WIB
Bagikan:
Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Semarak Indonesia Bersholawat 2012

Cirebon, NU Online
“Semarak Indonesia Bersholawat 2012” yang digelar Pesantren Asy-Syadzilli, Jalan Raya Sumberpasir 99 Pakis, Kabupaten Malang berlangsung meriah. Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah datang bersama untuk bersholawat dalam tabligh akbar. <>

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pondok PPSQ Asy-Syadzilli yang diasuh KH Abdul Mun’im Syadzili ini menghadirkan tamu spesial Habib Syech bin Abdul Qodir As-Segaf asal Solo.

Kegiatan inti dari ‘Semarak Indonesia Bersholawat’ dimulai berlangsung sejak seusai salat Maghrib. Sejak sore hari, ribuan jamaah mulai berdatangan dan berjubelan di sekitar panggung lantaran tidak ingin ketinggalan. Dzikir dan sholawat bersama yang dipimpin Habib Syech dan diiringi grup terbang Ahbaabul Mustofa dari Solo. Selain dari jajaran elit di PPSQ Asy-Syadzili, para Kiai Hafidzul Qur’an dari alumni pondok, PWNU Jawa Timur, PCNU Kabupaten Malang dan Kiai-Habaib se Malang Raya tampak hadir juga Wakil Gubernur, Syaifullah Yusuf. 

“Kegiatan ini bertujuan membumikan sholawat sesuai dengan perintah Allah, untuk senantiasa bersholawat kepada Rasulullah SAW. Dari kegiatan ini, diharapkan seluruhnya yang hadir mampu menumbuh kembangkan ukhuwah Islamiah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah watoniyah di kalangan umat Islam,” ujar KH Abdul Mun’im Syadzilli atau yang akrab disapa Gus Mun’im Syadzili, Pengasuh Pondok Tahfidzul Qur’an PPSQ Asy-Syadzili kepada NU Kabmalang Online, kemarin.

Dibalik acara ini, panitia mengusung misi dan visi mewadahi beberapa jamaah dzikir, sholawat dan yasinan di Malang Raya berkumpul dalam satu forum atau satu kegiatan bersholawat. Dengan semangat bersatu tidak ada lagi pembatas sehingga tidak lagi terpisah-pisah atau sendiri-sendiri dalam menggelar kegiatan. Pasalnya, dalam Islam juga mengedepankan kesatuan dan persatuan dalam menjalankan perintah Allah.

Gus Mun’im menyebut, jamaah hendaknya mampu mengamalkan apa yang sudah diketahuinya dalam bagaimana caranya menjalin hubungan baik antara manusia. Selain itu, jamaah menjalankan amanah yang dirisalahkan Rasullullah Muhammad SAW, harus dengan sepenuh hati. Anak kandung KH Syadzili Muhdlor, pendiri PPSQ Asy-Syadzili ini mengingatkan umat agama lain harus mengetahui Islam sebagai agama rahmatan lil alamin yang selalu membawa kedamaian dan rahmat bagi seluruh alam.

“Jadi, umat dari agama lain jangan coba melecehkan Islam, apalagi sampai memunculkan kemarahan seluruh umat Islam. Misalnya, munculnya film yang melecehkan Rasullullah, sebab umat Islam sangat luar biasa mencintai Rasullulah. Kita tidak perlu saling mengejek. Dalam Islam, hubungan antar manusia wajib saling melindungi satu dengan yang lain meski berkeda agama, asalkan mampu menciptakan kehidupan secara bersama-sama dengan baik, dan dapat saling menghormati,” terang Gus Mun’im. 

Lebih lanjut Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf dalam mau’idlohnya mengingatkan pada kelompok-kelompok yang kerap membid’ahkan bacaan sholawat dan kenapa tidak bersuara tatkala Nabi kita Muhammad Rasulullah SAW diejek oleh musuh-musuh kaum zionis Amerika “Mana suramu!, apakah kalian tidak mencintai Rasulullah SAW!” demikian tanyanya yang disambut pekikan takbir dari jamaah. 

Sementara itu H Abdul Mujib Syadzili, ketua Panitia Semarak Indonesia Bersholawat 2012 ini merasa bangga dan terharu atas kinerja panitia dan perhatian Kiai, Habaib serta para jamaah yang berkenan hadir pada acara yang digelar. “Suksesnya acara ini tidak terlepas dari peran semua pihak, termasuk kerja keras PAC Ansor Pakis dan Satkorcab Banser Kabupaten Malang,” tandasnya.  


Redaktur: Mukafi Niam

Bagikan:
Senin 17 September 2012 22:21 WIB
MUNAS-KONBES NU 2012
Banser Cilik Turut Jaga Keamanan
Banser  Cilik Turut Jaga Keamanan

Cirebon, NU Online
Nabil, anak berusia delapan tahun, turut menjadi pasukan pengamanan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kepada peserta Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat.
<>
Ia berseragam Banser, berbaris, berpegangan tangan bersama pasukan senior, supaya warga tidak bebas keluar-masuk.

Ketika NU Online hendak mewawancarainya, ia malu-malu dan pergi kehadapan ibundanya. Kemudian sang ibu meminta suaminya untuk menjelaskan.

“Ia sejak kelas satu SD sudah memiliki seragam Banser itu. Sekarang sudah kelas tiga. Jadi, sudah agak kekecilan,” ujar Adhie Patria, sang ayah, yang ternyata Ketua GP Ansor Jawa Barat.

Menurut Adhi, Nabil tertarik kepada Banser dengan sendirinya. “Kebetulan sebelumnya saya Ketua Ansor cabang Majalengka. Waktu itu sekretariat di rumah saya. Sering mengadakan aktivitas di rumah, misalnya rapat Ansor dan Banser.

“Kalau ada rapat, pasti dia ikut, ada di pinggir saya. Pas ada Ketua Pusat Ansor datang, Nusron Wahid, dia ada di pinggirnya,” ujarnya.

Apa yang dikatakan Nusron, sambung Adhi, kemudia dia tanyakan kepada saya.

“Dia hapal mars Ansor lho!” lanjutnya.

Lebih jauh, Adhi menjelaskan, sebagai bentuk kecintaannya kepada Ansor, anaknya itu bernama lengkap Nabil Falih Ansori.


Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Abdullah Alawi

Senin 17 September 2012 21:30 WIB
MUNAS-KONBES NU 2012
Nahdliyin Dikecewakan Sikap Paspampres
Nahdliyin Dikecewakan Sikap Paspampres

Cirebon, NU Online
Aisopiyah benar-benar kesal. Tubuh anggota Muslimat NU Cikalahang, Dukupantang, Cirebon, ini dihimpit sejumlah pasukan pengamanan presiden (Paspampres) di pintu gerbang Pondok Pesantren Kempek Cirebon.
<>
“Perasaan saya sakit. Saya ini kan mau menghormati alim ulama di sini, kok malah dihalang-halangi,” keluhnya usai berhasil memasuki area Munas Alim Ulama dan Konbes NU.

Di hari terakhir Munas, Senin (17/9), ini animo masyarakat tergolong besar. Massa yang terdiri dari para kiai, santri, jamaah majelis taklim, aktivis, peneliti, pejabat daerah, serta pengurus dan simpatisan NU itu datang dari semua penjuru mata angin.

Terik panas tak mampu membuat mereka surut. Meski untuk sampai di pintu gerbang saja, mereka harus berjubel dan mengantre dengan ribuan calon pengunjung. Belum lagi, berhadapan dengan Paspampres di depan dan di dalam kompleks pesantren.

Menjelang kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istri, penjagaan diperketat sejak Ahad pagi. Bahkan, Gor Munas dan Konbes, tempat presiden akan ceramah, sama sekali steril dari kegiatan apapun. Seluruh calon pengunjung yang akan masuk kompleks pesantren wajib diperiksa.

Tangan Aisopiyah akhirnya ditarik masuk secara paksa oleh ketua rombongannya, Marni, yang sudah masuk kompleks pesantren lebih awal. Sebelumnya ibu berjilbab ini perang mulut dengan Paspampres karena tujuh rekannya tak dipersilakan masuk.

“Kami ini diudang Kiai Hasan Basri. Kami ini jamaah Muslimat NU,” teriak Marni berkali-kali kepada Paspamres.

Nasib hampir sama dialami Chacha Swidiya, siswi kelas satu SMK PGRI Palimanan, Cirebon. Tubuh mungilnya didorong Paspampres saat memasuki lokasi acara. Saat itu ia bersama sekitar 20 teman lainnya mendapat kehormatan menyambut presiden atas nama pelajar.

“Udah didorong-dorong, di sini nggak ketemu presidennya lagi,” tuturnya kecewa mendengar presiden ternyata sudah ada di kediaman pengasuh.

“Aneh, ketemu kiai saja ndak begini, mau lihat presiden saja kok susah,” celetuk salah seorang di sampingnya.
 

Redaktur: Mukafi Niam
Penulis    : Mahbib Khorion

Senin 17 September 2012 21:0 WIB
MUNAS-KONBES NU 2012
PBNU Berterima Kasih pada Pers
PBNU Berterima Kasih pada Pers

Cirebon, NU Online
Untuk mengkahiri silaturrahmi dengan wartawan yang telah bekerja selama empat hari sejak Jumat (14/9) lalu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kembali mendatangi awak media atau wartawan selain untuk menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerjasamasanya selama Munas dan Konbes NU di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Baratini, juga menjelaskan jika Munas kali ini sebagai Munas terbaik dari Munas-Munas sebelumnya. <>

"Selain dikunjungi Presiden SBY, juga berbagai materi, fasilitas dan pemberitaannya semua bagus. Bahkan soal rekomendasi mendapat respon langsung dari Presiden. Seperti masalah pajak, UU Bank Indonesia, UU Migas, Minerba, Pendidikan dan sebagainya. Islam menyatakan air, energi dan hutan itu tidak boleh dikuasai oleh swasta, tapi negara untuk kemakmuran rakyat, dan itu disebut Presiden sejalan dengan sikap pemerintah," ujarnya pada wartawan di media center Munas NU, Senin (17/9) malam.

Sejauh itu atas keislaman NU selama ini,banyak kalangan luar negeri yang ingin belajar Islam ke NU. Misalnya, pelajar Amerika Serikat, Australia, Rusia, Sudan, Pakistan, Malaysia dan negara-negara lain di Eropa. 

"NUjuga memberikan pada 100 pelajar dari Rusia bekerjasama dengan pemerintah, karena mereka mau belajar di Indonesiakhsusnya soal Islam Ahlussunnah waljamaah," tambah Kang Said.

Bagaimana soal korupsi dan hukuman mati? Yang jelas kata Said, korupsi itu ada dua macam. Yaitu yang merugikan negara, dan merusak tatanan kehidupan bernegara. Dan,yang kedua itulah yang harus dihukum mati. bahkan dalam Islam, mereka yang korupsi sampai ratusan miliar itu bukan saja disalib, dibunuh, tapi harus dibuang dari bumi. 

"Mungkin ke laut. Jadi, NU tetap komitmen korupsi yang merusak tatanan negara harus dihukum mati," ujarnya.

Sementara itu tentang pilkada langsung meski sudah diputuskan Munas NU agar pemerintah meninjau kembali untuk Gubernur sebaiknya dipilih oleh DPRD, tapi Said Aqil sendiri berpendapat jika demokrasi seharusnya tetap dipilih langsung oleh rakyat. Itu sudah sejak awal reformasi yang dipimpin oleh alm.Gus Dur, Sri Sultan HB X, Megawati,Amin Rais dan lain-lain,yang memutuskan pemilihan langsung. Hanya saja menyadari banyak buruknya-mafsadatnya-money politis-yang jelas haram,maka pemerintah perlu mempertimbangkan," tutur Said.

Sedangkan soal film Innoncence of Muslim menurut Said, NU sudah sejak lama menyontohkan sikap damai, santun, dan mengajak kebaikan itu harus dengan kebaikan bukan dengan anarkisme (amar ma'ruf bil ma'ruf,bukan bil munkar). Di mana berdialog dengan kata-kata dan ajakan yang lebih baik itu jauh lebih baik. 


Redaktur   : Mukafi Niam
Kontributor: Munif Arpas

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG