IMG-LOGO
Daerah

PCNU Purworejo Gelar Halal Bihalal

Selasa 18 September 2012 12:0 WIB
Bagikan:
PCNU Purworejo Gelar Halal Bihalal

Purworejo, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo gelar halal bihalal bersama badan otonom baik tingkat cabang maupun anak cabang di PP Al-Iman Bulus Purworejo, Sabtu (15/09). <>

Selain dihadiri Pengurus NU, Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU hadir juga ulama/ kiai sepuh non-struktural, lembaga NU, Lajnah NU, Ketua STAINU dan pejabat pemerintah Kabupaten Purworejo.

Dalam sambutanya yang berapi-api, KH Habib Hasan Al-Ba'bud menegaskan peran dan kontribusi NU di Purworejo begitu nyata di masyarakat. 

"Kasus Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) beberapa waktu lalu yang hampir membuat geger karena cara dakwahnya yang meresahkan, Alhamdulillah bisa kita tangani dengan kepala dingin dan cara yang santun. Jika saja NU diam saja, bisa saja kasus tersebut menimbulkan konflik dan pertikaian horizontal," ungkapnya didepan 800-an pengurus NU dan Badan Otonomnya.

Dalam ceramahnya, KH Said Asrori memaparkan uniknya NU yang keberadaannya menjadi kekuatan Islam terbesar saat ini. 

"Kekuatan Islam yang menjadi mayoritas hari ini adalah di Indonesia dan merekapun rata-rata NU yang mewarisi ajaran Walisongo. Kenapa bisa besar? Oleh karena ulama nusantara selain cerdas juga bijaksana. Para ulama bisa berdialog dengan masyarakat beserta budayanya, hingga tak heran kalau musim haji kita bisa melihat jamaah yang paling besar adalah Indonesia. Jadi tak heran kalau besok di syurga kebanyakan penghuninya adalah orang NU," ungkapnya disambut gelak tawa hadirin.

Adapun dalam ranah berbangsa dan bernegara, lanjutnya, NU telah meletakkan dasar beragama dan bernegara. 

"KH Wahid Hasyim dulu ikut merumuskan Pancasila dan menginisiasi lahirnya PTAIN (sekarang UIN) dan Departemen Agama. Semua itu manfaatnya masih bita kita rasakan sampai saat ini. Selaku pelayan masyarakat, kita hendaknya meneruskan perjuangan tersebut dan terus-menerus mengupayakan kemaslahatan umat," ungkapnya. 
Selain itu, imbuhnya, para tokoh NU juga harus bisa menyelesaikan masalah-masalah baru yang berkembang di masyarakat serta dapat menjadi pengayom bagi semua kalangan.

Acara berjalan dengan tertib, aman dan lancar dengan pengawalan 200 personil Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari berbagai Satkoryon di Purworejo. Turut memeriahkan pula grup hadroh "Tombo Ati" dari NU Ranting setempat. Acara diawali pembukaan, bacaan ayat-ayat suci al-Quran dan Shalawat Nabi yang dibawakan Faqihudin dari PAC IPNU Kecamatan Butuh, prakata panitia, sambutan Rois Syuriah dilanjutkan Mau'idloh Chasanah dan doa.

Menurut Sekretaris Panitia Ahmad Naufa Khoirul Faizun, panitia menyebar 800 undangan untuk pengurus cabang dan anak cabang baik NU maupun Badan Otonom ditambah undangan umum, tokoh masyarakat dan instansi yang pada akhirnya menjcapai 100an orang. 

"Ini sengaja panitia mengundang hanya pengurus nya saja, karena mereka-merekalah yang bekerja dan mengabdi untuk NU di masyarakat," ungkap ketua PC IPNU Purworejo tersebut.

Selain untuk silaturrahmi dan merajut kebersamaan, lanjut Naufa, acara ini juga dalam rangka memantapkan pemahaman Aswaja pengurus di level kabupaten dan kecamatan dalam menjalankan roda organisasi. 

"Dalam ceramah-ceramahnya, banyak disinggung akidah, amaliah dan tantangan NU kedepan. Ini memberi kemantapan tersendiri bagi pengurus utamanya yang masih muda-muda baik di Ansor, Fatayat, IPNU maupun IPPNU untuk lebih bergairah dalam berjuang meneruskan sejarah panjang aswaja," imbuhnya.


Redaktur    : Mukafi Niam 
Kontributor: M Syauqi Taufiqurrahman

Tags:
Bagikan:
Selasa 18 September 2012 8:56 WIB
PAC IPNU-IPPNU Banyuurip Gelar Makesta
PAC IPNU-IPPNU Banyuurip Gelar Makesta

Purworejo, NU Online
PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Banyuurip gelar Kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) selama 2 hari, yaitu Sabtu-Ahad (15-16/12) di komplek Balai Desa Banyuurip. <>

Melalui kegiatan ini, di harapkan dapat membentuk karakter pemuda pemudi yang berakhlaq serta berwawasan luas. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan seluruh desa yang berada di Kecamatan Banyuurip, dimana setiap desa mengirimkan delegasi / perwakilan 4 orang.

Menurut Panitia Siti Hanik Marufah, dalam kegiatan tersebut berbagai materi diberikan mulai dari pengetahuan umum hingga keagamaan, salah satunya Aswaja (Ahlussunah Waljama’ah), ke-NU-an, ke IPNU-IPPNU-an, Analisa Diri, dan Leadership. 

“Kegiatan ini bertujuan membentuk remaja lebih percaya diri, dan melatih menyelesaikan suatu permasalahan atau problematika secara mandiri yang dilandasi dengan ilmu pengetahuan dan agama. Kebanyakan pemuda pemudi yang masih labil cenderung individualis, dan melakukan hura-hura sehingga apa yang mereka dapat hanya sia-sia tidak manfaat,” ungkap Fafa, panggilan akrabnya.

Pembentukan kader-kader muda yang kaya akan ilmu pengetahuan dan jiwa kepemimpinan, Lanjut Fafa, saat ini perlu diberikan  menginjak usia remaja. Pelatihan singkat tentang organisasi, kepemudaan, dan aswaja mengajak  para remaja untuk merubah pola pikir yang sadar akan perkembangan zaman dimana tantangan di tengah-tengah masyarakat semakin menyerang melalui media dan teknologi yang canggih. Seiring perkembangan tersebut diharapkan penerus bangsa tidak mudah terkecoh dan diperbudak oleh iming-iming yang berbau instan.

Suasana Makesta semakin akrab saat out bond  berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diberikan oleh pemateri. 

“Saya sangat optimis calon penerus masa depan di Kecamatan Banyuurip akan membawa perubahan lebih baik, terlihat semangat peserta kali ini membuat saya termotivasi bagaimana menjaga semangat tersebut agar tidak luntur,” ungkap Hanna Marizka Ketua PAC IPPNU Banyuurip.

“Pemuda pemudi sekarang lebih perduli dengan modernisasi yang bebas serta dapat ditiru siapa saja, kebebasan itu jika tidak di filter dengan benar akan membawa pengaruh yang besar sehingga tanpa disadari remaja sudah teracuni style atau gaya, mementingkan diri sendiri, dan yang paling ditakutkan racun itu sampai ke pikiran dan hati para remaja” imbuh Hanna.

Ketua PC IPNU Purworejo  Ahmad Naufa Khoirul Faizun mengatakan yang meluangkan waktunya untuk hadir mengatakan bahwa Pemuda dan pemudi sangatlah penting untuk masa depan umat Islam dan indonesia, ia adalah penerus perjuangan para ulama dan pejuang pendahulu. 

“Dipundaknyalah masa depan bangsa. Dimana budaya luhur warisan para ulama dan pejuang kemerdekaan harus dilestarikan dalam setiap sisi kehidupan. Saya harapkan, Makesta ini dapat menjadi perantara mewujudkan cita-cita tersebut,” ungkap Naufa.

Redaktur: Mukafi Niam

Senin 17 September 2012 21:30 WIB
PCNU Imbau Pemerintah Daerah Tak Fasilitasi Kelompok Radikal
PCNU Imbau Pemerintah Daerah Tak Fasilitasi Kelompok Radikal

Sukoharjo, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo menhimbau kepada pemerintah daerah untuk tidak memfasilitasi kelompok radikal.<>

“Contohnya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat Kabupaten dan kota, tidak sedikit pengurusnya berasal dari kelompok Islam radikal. Bukan hanya itu, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) daerah, juga berasal dari kleompok radikal,” papar Ketua PCNU Sukoharjo, M. Nagib Sutarno, saat memimpin rapat pleno PC NU Sukoharjo, Minggu malam (16/9).

Terlibatnya kelompok Islam radikal di beberapa institusi keagamaan dan sosial itu, diduga ada beberapa penyebab. pertama Muspida (Bupati, Wakil Bupati, Kepolisian dan Kodim) belum memahami peta kondisi sosial keagamaan di masyarakat.  Contoh kasus, selama dua tahun belakangan ini  Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Sukoharjo mengisi pengajian penghantar buka puasa di radio siaran pemerintah daerah (RSPD). Setelah diprotes oleh NU, baru pihak pemerintah sadar bahwa, visi misi HTI bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. 

Beberapa institusi lain seperti Masjid Agung, Masjid di IPHI, dan Masjid di lingkungan Kodim, dijadikan sebagai tempat dakwahnya kelompok Islam radikal, yang setiap harinya  menjelek-jelakan Republik Indonesia, Negara thogut, pemerintahan kafir, dengan berbagai semboyan, rakyat sejahtera bersama khilafah. “Tapi anehnya eksekutif diam,”tegas Sutarno.

Kedua, Muspida memahami kondisi sosial, tapi lemah dan kalah. ” Pemerintah daerah lemah dan kalah, bisa jadi karena beberapa factor diantaranya kepentingan politik.” Dikatakan Sutarno, pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah daerah, sekarang ini sudah banyak yang bergabung dalam komunitas Islam radikal. Bukan hanya itu, kata Tarno, pihak tentara juga sudah disusupi kelompok Islam radikal. 

Contohnya, Perpustakaan Kodim yang seharusnya berisikan buku-buku tentang empat pilar kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, tapi anehnya, papar Tarno buku-buku jihad, terorisme karya Imam samudra dkk, yang jelas-jelas bertentangan dengan NKRI mendapat tempat.

Keanehan Sutarno diamini oleh warga NU yang juga mantan anggota TNI, Mulyatno. Menurutnya, memang ada orang yang intervensi di tubuh tentara. ” Tentara kita sudah tidak sehat lagi, mudah diintervensi oleh pihak lain,” kata Mulyatno. 

Melihat persoalan tersebut pengurus MWC, Banom, Laznah dan lembaga NU Sukoharjo, mengharap kepada PC NU untuk melakukan silaturahmi dan dialog dengan Muspida. ”Kami berharap PC NU melakukan dialog dengan pihak eksekutif dan lembaga lainnya yang dianggap setrategis. Membicarakan tentang kondisi sosial kemasyarakatan Sukoharjo,” papar Kyai Ahmad Baidlowi.  

Acara rapat pleno juga, menunjuk H Shofwan Faisal Sifyan, selaku wakil ketua tanfizd, menggantikan sementara ketua PC NU Sukoharjo untuk waktu 50 hari, lantaran H Nagib Sutarno, menunaikan ibadah haji. Peserta rapat juga menunjuk Cecep Choirul Sholeh, sebagai ketua Tim Kartanu Kabupaten Sukoharjo. Tampak hadir diantaranya, KH Maksum Waladi, H Mustain Ahmad, dan perwakilan 12 MWC serta banom, laznah dan lembaga NU Sukoharjo.( Cecep Choirul Sholeh)



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Cecep Ainurrazaq

Senin 17 September 2012 20:45 WIB
Madrasah Hidayatul Islam Gelar Haflatul Imtihan
Madrasah Hidayatul Islam Gelar Haflatul Imtihan

Probolinggo, NU Online
Madrasah Hidayatul Islam 2 Desa Sumurmati Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Sabtu (15/9) menggelar haflatul imtihan. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo yang juga Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin. Haflatul imtihan ini diikuti oleh ratusan wali santri madrasah tersebut.<>

Turut mendampingi Bupati Hasan dalam kesempatan tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Saiful Hadi, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Habibullah Maksum, Kepala Dinas Pendidikan Asy’ari serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya Bupati Hasan menyampaikan selamat kepada anak didik Madrasah Hidayatul Islam 2 yang telah menjalani prosesi wisuda dengan harapan ilmu yang didapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah.

“Atas nama pribadi dan Mustasyar NU saya menyampaikan selamat kepada seluruh siswa dan siswi Madrasah Hidayatul Islam. Semoga ilmu yang didapat selama ini bermanfaat dan diamalkan di tengah-tengah masyarakat,” harap Bupati Hasan.

Kepada orang tua Bupati Hasan meminta untuk selalu mewarisi anaknya dengan ilmu. Sebab hal itu yang akan menyempurnakan hidup anak kita di masa yang akan datang. Tetapi ilmu yang diberikan harus seimbang antara ilmu agama dan ilmu umum. Sehingga kecerdasan intelektualnya bisa diimbangi dengan kecerdasan emosionalnya.

“Warisi anak-anak kita dengan iman dan ilmu. Sebab iman dan ilmu itu yang akan mengangkat derajat seseorang dan bukan yang lain. Seimbangkan antara ilmu umum dan ilmu agama agar nantinya menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas intelektual dan emosionalnya,” pinta Bupati Hasan.

Lebih lanjut Bupati Hasan menyampaikan bahwa kesempatan orang tua untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Terlebih saat ini perubahan zaman sudah sangat mengkhawatirkan generasi muda. Hal ini merupakan ancaman yang luar biasa bagi setiap masyarakat, khususnya para orang tua. Apalagi kecerdasan anak hari ini tidak sama dengan dahulu.

“Kecerdasan yang dimiliki anak saat ini sangat luar biasa. Kekuatan itu wajib diimbangi oleh para guru dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak didiknya,” jelas Bupati Hasan.


Redaktur     : A. Khoirul Anam
Kontributor : Syamsul Akbar

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG