IMG-LOGO
Daerah

47 Pasangan Ikuti Sidang Isbat Nikah Massal

Rabu 19 September 2012 18:46 WIB
Bagikan:
47 Pasangan Ikuti Sidang Isbat Nikah Massal

Probolinggo, NU Online
Sedikitnya 47 pasangan yang berada di Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo, Selasa (18/9) mengikut sidang isbat nikah massal. Isbat nikah massal yang digelar oleh Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan CSR perbankan di Jawa Timur ini diperuntukkan untuk pasangan suami dan istri bagi kalangan masyarakat yang belum memiliki buku akte nikah.
<>
Camat Kotaanyar Ramiadi menyampaikan ucapan terima kasih atas sidang isbat nikah massal ini. Menurutnya, kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang selama ini belum memiliki buku akte nikah. ”Semoga kegiatan ini dapat digelar secara berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki buku akte nikah,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua II K3S Kabupaten Probolinggo Hj Yuni Nawi mengungkapkan isbat nikah massal ini merupakan permohonan untuk pengesahan nikah dimana pernikahan dulu tidak tercatat di KUA atau kawin agama. 

”Apabila sudah memenuhi persyaratan akan keluar putusan atau penetapan. Setelah itu akan diberikan akte nikah dari Kantor Urusan Agama setempat,” ungkapnya.

Menurut Yuni, sidang isbat nikah massal ini bertujuan untuk membantu pasangan yang sudah menikah secara agama tetapi masih belum memiliki akte nikah. Pasangan yang menikah ini sebenarnya sudah menikah namun secara agama, sehingga setelah mengikuti kegiatan ini mereka bukan saja sah berdasarkan agama tetapi juga negara.

”Pernikahan yang sah adalah pernikahan yang dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya dan harus tercatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Antusias masyarakat untuk mengikuti isbat nikah massal ini sangat tinggi. Namun untuk sementara ini pesertanya kami batasi. Tetapi ke depan kami akan berupaya lebih maksimal dengan peserta lebih banyak lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut Yuni menjelaskan kegiatan isbat nikah massal ini akan memiliki arti penting dan strategis dengan tujuan untuk meningkatkan derajat dan martabat keluarga yang tidak mampu, melalui ikatan perkawinan yang sah secara hukum. ”Dengan harapan agar masa depan orang tua dan anak-anaknya bisa sejajar dengan keluarga yang lain dan terdaftar sebagai keluarga yang tercatat di Kantor Urusan Agama,” terangnya.

Raut muka peserta isbat nikah massal ini terlihat bahagia. Kegiatan nikah massal ini rata-rata diikuti oleh masyarakat yang umurnya berkisar diatas 40 tahun. Bahkan juga ada beberapa peserta yang umurnya diatas 60 tahun. Walaupun sudah memiliki cucu bahkan cicit, tetapi mereka tampak bahagia karena pernikahannya akan tercatat di KUA Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo.

”Selama ini kami hanya melakukan nikah siri, jadi belum memiliki akte nikah. Saya merasa kesulitan saat harus mengurus akte kelahiran anak yang harus menyertakan foto copy akte nikah. Alhamdulillah, melalui isbat nikah massal ini, saya dapat memperoleh buku akte nikah secara gratis,” ungkap Yunus, salah satu warga setempat. 

Prosesi sidang isbat nikah massal yang digelar di Pendopo Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo ini dipimpin oleh beberapa petugas dari KUA Kecamatan Kotaanyar dengan didampingi oleh beberapa pengurus K3S Kabupaten Probolinggo.


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor : Syamsul Akbar

Bagikan:
Rabu 19 September 2012 14:15 WIB
Hujan Tak Kunjung Turun, Ribuan Santri Gelar Shalat Istisqa'
Hujan Tak Kunjung Turun, Ribuan Santri Gelar Shalat Istisqa'

Malang, NU Online 
Ribuan santri Pondok Pesantren  Al-Munawwariyyah Sudimoro Bululawang Kab. Malang, Jawa Timur, mengikuti shalat istisqa, yaitu shalat sunah dua rokaat yang dilakukan untuk meminta hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa.<>

"Shalat ini semata-mata sebagai wujud berdoa kepada Tuhan agar menurunkan hujan. Jika tidak kunjung turun, kami terus melakukan shalat sampai turun hujan," kata KH Maftuh Said, imam sekaligus pengasuh di pondok tersebut, usai shalat di halaman pesantren, Selasa (18/9). 

Ia mengatakan, musim kemarau yang melanda tahun 2012 ini cukup panjang. Bukan hanya air yang berkurang di sejumlah daerah, sumber air di pondok pesantren itu pun juga mulai berkurang.

Menurut dia, kegiatan shalat itu rencananya bukan hanya sekali, melaikan berulang kali, sampai hujan turun. Pihaknya berharap, dalam pelaksanaan shalat minta hujan ke depan seluruh masyarakat juga diajak baik yang sudah tua, maupun anak-anak.

"Dengan demikian, diharapkan Allah SWT segera memberikan petunjuk dan menurunkan hujan. Kami berharap segera turun hujan, agar tanaman subur, hewan-hewan juga bisa mendapatkan air," katanya.

Dalam shalat yang diikuti oleh seluruh santri Pesantren Al-Munawwariyyah ini, sekitar 3.500 santri berbaris di halaman terbuka dekat masjid di pondok, membentuk shaf dengan tertib. Mereka tampak khusyuk, walaupun harus kepanasan. Kegiatan shalat yang berlangsung dua rakaat itu dipimpin Ustadz Masrurun sedangkan yang bertindak Khatib Ustadz Amin Taufiq.

Sebelum shalat dimulai, seluruh santri membaca selawat dan pujian. Setelah itu, mereka langsung berdiri membentuk shaf dengan rapi, ketika imam mulai shalat.

Sejumlah santri awalnya terlihat kepanasan, namun mereka tidak peduli dan tetap melaksanakan salat dengan khusyuk, hingga salat berakhir. Sejumlah santri sempat terharu, bahkan ada yang menetaskan air mata, ketika imam berdoa agar hujan turun.

Kekeringan memang terlihat membuat sulit masyarakat. Di Malang, kekeringan nampak terlihat di beberapa kecamatan wilayah kabupaten. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan hingga mencari ke pelosok bukit.

Sedikitnya 13 daerah yang kesulitan itu sudah mengirimkan surat permohonan untuk meminta bantuan air bersih.

Ke-13 kecamatan yang mengalami krisis air itu di antaranya adalah Kecamatan Jabung, Pakis, Lawang, Sumbermanjing Wetan, Poncokusumo, Tirtoyudo, Gedangan, Kromengan, Singosari, Donomulyo, Kalipare, Pagak serta Tumpang. Pemkab terus koordinasi dengan PDAM Kabupaten Malang untuk melakukan pengiriman air bersih. 



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Abdul Mujib

Selasa 18 September 2012 12:0 WIB
PCNU Purworejo Gelar Halal Bihalal
PCNU Purworejo Gelar Halal Bihalal

Purworejo, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo gelar halal bihalal bersama badan otonom baik tingkat cabang maupun anak cabang di PP Al-Iman Bulus Purworejo, Sabtu (15/09). <>

Selain dihadiri Pengurus NU, Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU hadir juga ulama/ kiai sepuh non-struktural, lembaga NU, Lajnah NU, Ketua STAINU dan pejabat pemerintah Kabupaten Purworejo.

Dalam sambutanya yang berapi-api, KH Habib Hasan Al-Ba'bud menegaskan peran dan kontribusi NU di Purworejo begitu nyata di masyarakat. 

"Kasus Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) beberapa waktu lalu yang hampir membuat geger karena cara dakwahnya yang meresahkan, Alhamdulillah bisa kita tangani dengan kepala dingin dan cara yang santun. Jika saja NU diam saja, bisa saja kasus tersebut menimbulkan konflik dan pertikaian horizontal," ungkapnya didepan 800-an pengurus NU dan Badan Otonomnya.

Dalam ceramahnya, KH Said Asrori memaparkan uniknya NU yang keberadaannya menjadi kekuatan Islam terbesar saat ini. 

"Kekuatan Islam yang menjadi mayoritas hari ini adalah di Indonesia dan merekapun rata-rata NU yang mewarisi ajaran Walisongo. Kenapa bisa besar? Oleh karena ulama nusantara selain cerdas juga bijaksana. Para ulama bisa berdialog dengan masyarakat beserta budayanya, hingga tak heran kalau musim haji kita bisa melihat jamaah yang paling besar adalah Indonesia. Jadi tak heran kalau besok di syurga kebanyakan penghuninya adalah orang NU," ungkapnya disambut gelak tawa hadirin.

Adapun dalam ranah berbangsa dan bernegara, lanjutnya, NU telah meletakkan dasar beragama dan bernegara. 

"KH Wahid Hasyim dulu ikut merumuskan Pancasila dan menginisiasi lahirnya PTAIN (sekarang UIN) dan Departemen Agama. Semua itu manfaatnya masih bita kita rasakan sampai saat ini. Selaku pelayan masyarakat, kita hendaknya meneruskan perjuangan tersebut dan terus-menerus mengupayakan kemaslahatan umat," ungkapnya. 
Selain itu, imbuhnya, para tokoh NU juga harus bisa menyelesaikan masalah-masalah baru yang berkembang di masyarakat serta dapat menjadi pengayom bagi semua kalangan.

Acara berjalan dengan tertib, aman dan lancar dengan pengawalan 200 personil Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari berbagai Satkoryon di Purworejo. Turut memeriahkan pula grup hadroh "Tombo Ati" dari NU Ranting setempat. Acara diawali pembukaan, bacaan ayat-ayat suci al-Quran dan Shalawat Nabi yang dibawakan Faqihudin dari PAC IPNU Kecamatan Butuh, prakata panitia, sambutan Rois Syuriah dilanjutkan Mau'idloh Chasanah dan doa.

Menurut Sekretaris Panitia Ahmad Naufa Khoirul Faizun, panitia menyebar 800 undangan untuk pengurus cabang dan anak cabang baik NU maupun Badan Otonom ditambah undangan umum, tokoh masyarakat dan instansi yang pada akhirnya menjcapai 100an orang. 

"Ini sengaja panitia mengundang hanya pengurus nya saja, karena mereka-merekalah yang bekerja dan mengabdi untuk NU di masyarakat," ungkap ketua PC IPNU Purworejo tersebut.

Selain untuk silaturrahmi dan merajut kebersamaan, lanjut Naufa, acara ini juga dalam rangka memantapkan pemahaman Aswaja pengurus di level kabupaten dan kecamatan dalam menjalankan roda organisasi. 

"Dalam ceramah-ceramahnya, banyak disinggung akidah, amaliah dan tantangan NU kedepan. Ini memberi kemantapan tersendiri bagi pengurus utamanya yang masih muda-muda baik di Ansor, Fatayat, IPNU maupun IPPNU untuk lebih bergairah dalam berjuang meneruskan sejarah panjang aswaja," imbuhnya.


Redaktur    : Mukafi Niam 
Kontributor: M Syauqi Taufiqurrahman

Selasa 18 September 2012 8:56 WIB
PAC IPNU-IPPNU Banyuurip Gelar Makesta
PAC IPNU-IPPNU Banyuurip Gelar Makesta

Purworejo, NU Online
PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Banyuurip gelar Kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) selama 2 hari, yaitu Sabtu-Ahad (15-16/12) di komplek Balai Desa Banyuurip. <>

Melalui kegiatan ini, di harapkan dapat membentuk karakter pemuda pemudi yang berakhlaq serta berwawasan luas. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan seluruh desa yang berada di Kecamatan Banyuurip, dimana setiap desa mengirimkan delegasi / perwakilan 4 orang.

Menurut Panitia Siti Hanik Marufah, dalam kegiatan tersebut berbagai materi diberikan mulai dari pengetahuan umum hingga keagamaan, salah satunya Aswaja (Ahlussunah Waljama’ah), ke-NU-an, ke IPNU-IPPNU-an, Analisa Diri, dan Leadership. 

“Kegiatan ini bertujuan membentuk remaja lebih percaya diri, dan melatih menyelesaikan suatu permasalahan atau problematika secara mandiri yang dilandasi dengan ilmu pengetahuan dan agama. Kebanyakan pemuda pemudi yang masih labil cenderung individualis, dan melakukan hura-hura sehingga apa yang mereka dapat hanya sia-sia tidak manfaat,” ungkap Fafa, panggilan akrabnya.

Pembentukan kader-kader muda yang kaya akan ilmu pengetahuan dan jiwa kepemimpinan, Lanjut Fafa, saat ini perlu diberikan  menginjak usia remaja. Pelatihan singkat tentang organisasi, kepemudaan, dan aswaja mengajak  para remaja untuk merubah pola pikir yang sadar akan perkembangan zaman dimana tantangan di tengah-tengah masyarakat semakin menyerang melalui media dan teknologi yang canggih. Seiring perkembangan tersebut diharapkan penerus bangsa tidak mudah terkecoh dan diperbudak oleh iming-iming yang berbau instan.

Suasana Makesta semakin akrab saat out bond  berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diberikan oleh pemateri. 

“Saya sangat optimis calon penerus masa depan di Kecamatan Banyuurip akan membawa perubahan lebih baik, terlihat semangat peserta kali ini membuat saya termotivasi bagaimana menjaga semangat tersebut agar tidak luntur,” ungkap Hanna Marizka Ketua PAC IPPNU Banyuurip.

“Pemuda pemudi sekarang lebih perduli dengan modernisasi yang bebas serta dapat ditiru siapa saja, kebebasan itu jika tidak di filter dengan benar akan membawa pengaruh yang besar sehingga tanpa disadari remaja sudah teracuni style atau gaya, mementingkan diri sendiri, dan yang paling ditakutkan racun itu sampai ke pikiran dan hati para remaja” imbuh Hanna.

Ketua PC IPNU Purworejo  Ahmad Naufa Khoirul Faizun mengatakan yang meluangkan waktunya untuk hadir mengatakan bahwa Pemuda dan pemudi sangatlah penting untuk masa depan umat Islam dan indonesia, ia adalah penerus perjuangan para ulama dan pejuang pendahulu. 

“Dipundaknyalah masa depan bangsa. Dimana budaya luhur warisan para ulama dan pejuang kemerdekaan harus dilestarikan dalam setiap sisi kehidupan. Saya harapkan, Makesta ini dapat menjadi perantara mewujudkan cita-cita tersebut,” ungkap Naufa.

Redaktur: Mukafi Niam

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG