IMG-LOGO
Puisi

Puisi Laili Salimah


Ahad 7 Oktober 2012 10:10 WIB
Bagikan:
Puisi Laili Salimah

 

ibu sungai-sungai, rivera

dadamu tak terlalu bengkak
sungai-sungai menghisap
tetes air susumu tak kental
berasap remah bedakmu terkilir
menggerus harga
<>tapi engkau tetap
ibu
sungai
sungai
tersayat-sayat
meski. sisa rusuk tetap memeluk
meski. tak menghangati akar sungai-sungai
tak perlu keluhkan. aku tau
engkau perih
ibu
sungai
sungai
engah. sengal desah berat tersendat
lebam. pastilah luka berdarah-darah
tercabik taring anakmu yang racun
tapi tetaplah kelu lidahmu. bisu
aku saja yang mengajikan kesah
mengairkan mata pada ceruk gumam
gulir tasbih tetesmu pada nisan langit
jangan dulu terkapar
ibu
sungai
sungai
jangan dulu tungganganmu rapuh
urai rambutmu berlayar
jika kami akan tumbang
larilah engkau ke haluan. menopang
dari rahimmu. kami
dari engkau
ibu
sungai
sungai

02:07 a.m
pada dada yang magenta

 

ibu sungai-sungai, rivera ini merupakan Juara I kategori puisi pada sayembara penulisan kreatif yang digelar Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) 2012. NU Online akan memuat puisi juara II dan III serta beberapa puisi nominasi juara, tiap akhir pekan, secara berurutan.

Laili Salimah, adalah santriwati pondok pesantren Nurul Jadid Probolinggo

Bagikan:
IMG
IMG