IMG-LOGO
Nasional

PBNU akan Tindak Tegas Pelanggar AD/ART

Rabu 7 November 2012 19:18 WIB
Bagikan:
PBNU akan Tindak Tegas Pelanggar AD/ART

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berjanji akan menindak tegas sejumlah pengurus yang berani melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Sebagai pegangan pokok organisasi, AD/ART wajib ditaati.
<>
Demikian ditegaskan Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud saat ditemui di kantornya, Rabu (7/11) malam. Contoh dari pelangaran tersebut di antaranya adalah keterlibatan pengurus harian dalam pencalonan kepala daerah.

“Jika ada pengurus NU yang demikian harus mundur. Kalau tidak mau maka akan dimundurkan,” ujarnya.

ART NU pasal 51 secara eksplisit melarang Rais dan Ketua Pengurus baik di tingkat wilayah maupun cabang mencalonkan atau dicalonkan dalam pemilihan jabatan politik sebagai presiden, wakil presiden, menteri, gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota, wakil walikota, DPR RI, DPRD propinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Di pasal yang sama, ART juga tidak memperkenankan rangkap jabatan pengurus harian NU dengan pengurus harian partai politik, organisasi yang berafiliasi dengan partai politik, atau ormas yang bertentangan dengan prinsip dan tujuan NU.

Selain mengimbau semua pengurus untuk mematuhi AD/ART, Marsudi juga mengingatkan bahwa NU bukan partai politik. Siapapun tidak diperbolehkan memanfaatkan ormas Islam terbesar ini untuk kepentingan politk praktis perseorangan atau kelompok tertentu.


Redaktur: Mukafi Niam 
Penulis   : Mahbib Khoiron

Bagikan:
Rabu 7 November 2012 18:12 WIB
Wayang Air akan Dipentaskan di Pesantren Kaliopak
Wayang Air akan Dipentaskan di Pesantren Kaliopak

Bantul, NU Online 
Komunitas Wayang Suket akan menggelar pementasan Wayang Air “Suluk Salju” di Pondok Pesantren Kaliopak, Bantul, Yogyakarta, pada Kamis malam, (8/11) nanti. Pementasan akan menghadirkan dalang Ki Slamet Gundono.<>

Pementasan akan mengangkat kerinduan manusia kepada air bersih yang merupakan sumber hidup. Dari sini, babagan seluruh pemain terlibat akan mengalirkan teks-teks dan beragam ekpresi, harapan, obsesi tentang air ke dalam pertunjukan. 

Wayang air mengambil penggalan kisah perang Bharatayuda, menceritakan tokoh dari keturunan air, yakni Bisma, putra Dewi  Gangga dan Prabu Sentanu. Gangga adalah nama sungai di India. Nama tersebut menggambarkan keseluruhan sungai di dunia ini. 

Bisma adalah sosok dengan ketulusan hati. Ketulusan yang dimiliki  Bisma diibaratkan sebagai air. 

Konsep pertunjukannya, akan menggunakan air, selang, sedotan, bath up, pecahan kaca, gelas, dan masih banyak lagi sebagai setting panggung dan propertinya. Pertunjukan ini juga akan diwarnai perpaduan musik gamelan dan bunyi-bunyian dari hasil ekplorasi berbagai peralatan berbahan plastik, seperti galon, ember dan lain-lain. 

Pementasan tersebut akan didukung Wangi Indriya, Eno Sulistyorini, Sri Waluyo, Agus Mbendol, Sri Waluyo, Joko nugroho, Sunyo, Philips, Sigit, Gatot, Anto, dan Radit.

Dalam ekplorasinya, setiap pendukung yang terlibat akan dibebaskan dalam menyikapi air, baik  dalam wilayah konseptual dan persepsinya, maupun dalam realitas persinggungan prosesnya dengan air. 




Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis    : Abdullah Alawi 

Rabu 7 November 2012 17:11 WIB
Kiai Sahal: Waspadai Pihak yang Pecah Belah Umat Islam
Kiai Sahal: Waspadai Pihak yang Pecah Belah Umat Islam

Jakarta, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudh mengimbau umat Islam, khususnya warga NU, agar menjaga ukhuwah islamiyah. Banyak pihak yang tidak ingin umat Islam di Indonesia bersatu.<>

“Kita harus waspada. Ada pihak-pihak yang ingin memecah-belah umat Islam. Karena kalau umat Islam bersatu akan menjadi kekuatan besar,” katanya saat memberikan pengantar dalam rapat gabungan Syuriyah-Tanfidziyah di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (7/11).

Kepada pengurus lengkap syuriyah dan tanfidziyah PBNU, Kiai Sahal juga berpesan agar semua menjaga kesatuan organisasi NU. Jangan sampai NU terpancing dengan berbagai  isu yang dihembuskan untuk memecah belah ukhuwah nahdliyah. “Bisa dari luar, atau dari dalam NU sendiri,” kata Kiai Sahal. 

Rapat gabungan antara lain membahas tindak lanjut dari pelaksanaan Munas-Konbes NU 2012 di Cirebon beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu Kiai Sahal menyampaikan terimakasih kepada para pengurus dan pihak-pihak yang telah bekerja mensukseskan pelaksanaan Munas-Konbes.



Penulis: A. Khoirul Anam

Rabu 7 November 2012 16:39 WIB
Semangat Resolusi Jihad
Semangat Resolusi Jihad

Jakarta, NU Online
Bulan November menjadi moment penting bagi warga NU terkait dengan peringatan Resolusi Jihad yang menjadi bagian penting dalam dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.<>

Semangat Resolusi Jihad inilah yang harus terus dipupuk untuk berjuang mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamiin. Saat ini, tantangan semakin berat dengan munculnya berbagai aliran keagamaan di Indonesia, baik Islam liberal maupun kelompok fundamentalis. 

Mari kita bersama-sama terus memupuk dan menyirami hasil para pejuang yang telah mengorbankan harta dan nyawanya untuk kemerdekaan Indonesia.(mukafi niam)

Berikut kontributor teraktif bulan Oktober

Qomarul Adib 23
M Ichwan 15
Syamsul Akbar 14
Syaiful Mustaqim 10
Zaenal Muttaqim 10
Sholihin Hasan 9
Muslim Abdurrahman 7

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG