IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Wamenag: Dua Faktor Toleransi NU


Sabtu 15 Desember 2012 16:23 WIB
Bagikan:
Wamenag: Dua Faktor Toleransi NU

Jakarta, NU Online
Sikap keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) yang toleran, tidak berdiri sendiri. Ada faktor-faktor pendukung di belakangnya.<>

Menurut Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasarudin Umar, ada dua faktor kenapa NU memiliki pandangan keagamaan yang toleran.

“Pertama adalah faktor geografis. Indonesia adalah negara kepulauan. Karakter negara kepulauan adalah moderat dan egaliter,” katanya.

Hal itu dikatakan Nasarudin Umar saat mejadi narasumber peluncuran dan bedah buku Wajah Toleransi NU; Sikap NU terhadap Kebijakan Pemerintah atas Umat Islam, karya  Gustiana Isya Marjani, di gedung Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (14/12).

Nasarudin Umar yang juga salah seorang Musytasayar PBNU ini kemudian menjelaskan perbedaan negara kepulauan dengan negara daratan yang sangat jenjang dalam stratifikasi sosial.

“Dia Arab misalnya, ada sekitar 12 tingkatan  masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, wilayah daratan kurang toleran kepada 'yang lain'. “Semakin kepulauan sebuah negara, semakin toleran. Semakin daratan, semakin, tidak toleran,” katanya.

“Kedua, Islam yang masuk ke Indonesia adalah suni. Suninya juga suni yang tasawuf.”

Dalam bedah buku tersebut juga meuncul penjelasan, bahwa di pesantren-pesantren NU diajarkan perbedaan mazhab sehingga menambah tolerannya NU terhadap kalangan lain.

Bedah dan peluncuran buku yang dimoderatori Masduki Baidlawi tersebut menghadirkan narasumber lain yaitu Azyumardi Azra. Sementara Ketua MK, Mahfud MD, memberikan pengantar. Ia mengikuti acara hingga usai.



Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis   : Abdullah Alawi

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG