IMG-LOGO
Nasional

PWNU dan LDII Sumut Jalin Kerjasama

Senin 24 Desember 2012 10:25 WIB
Bagikan:
PWNU dan LDII Sumut Jalin Kerjasama

Medan, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyambut baik tawaran kerjasama Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Sumut, di antaranya dalam bidang dakwah, sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.<>

Hal itu ditegaskan Ketua Tanfidziyah PWNU Sumut H Ashari Tambunan saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus DPW LDII Sumut, di kantor PWNU Sumut, Jalan Sei Batanghari Medan, Jumat (21/12) sore lalu.

Kunjungan silaturahmi DPW LDII Sumut dipimpin Ir H Agus Purwanto (ketua), bersama Pembina H Mardi, Sekretaris Sofyan ST, Bendahara Hasoloan Simanjuntak, ST, Wakil Ketua Syamsul Nasution SE, dan Ketua Hubungan Antarlembaga H Abdullah Mubarak ST.

Sedangkan dari PWNU Sumut hadir Wakil Rais Syuriyah H Imron Hasibuan, Drs H Nasrun Jami’ Daulay MA, Katib Syuriyah Drs H Musaddad Lubis MA, Mustasyar Ir H Usman Lubis, Wakil Ketua Tanfdziyah Upar Pulungan SH, Drs H Adlin Damanik MAP, Wakil Sekretaris Drs H Khairuddin Hutasuhut dan Emir El-Zuhdi Batubara SH.   

Ashari menyatakan, masalah pembinaan dan pemberdayaan ekonomi umat harus ditanggulangi bersama. Sebab, kemiskinan sangat dekat dengan kekufuran. “Kemiskinan adalah probelma bersama. Mari kita bergandeng tangan untuk menggiring umat ke arah kesejahteraan agar mereka tidak terperangkap dalam kekufuran,” ujar Ashari. 

Sebelumnya, Ketua DPW LDII Sumut H Agus Purwanto mengatakan, kunjungan pihaknya ke PWNU Sumut dalam rangka melanjutkan Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah dilakukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII dan Pengurus Besar NU di Jakarta, di antaranya dalam bidang dakwah dan sosial. 

“Jadi kami merasa berdosa jika tidak bekerja sama dengan NU Sumut, meneruskan kerjasa kedua organisasi ini di pusat. Ini amanah yang harus kami laksanakan di Sumut,” kata Agus.

Dalam silaturahmi ini, Agus menyatakan NU adalah saudara tua LDII. Karenanya, mereka datang untuk bersilturahmi dengan memperkenalkan pengurus, sekaligus membicarakan kerjasama dalam bidang dakwah dan sosial.  

“Kita harapkan kunjungan ini bukan yang pertama, tapi jadi jadi tonggak bersejarah untuk bekerjasama melakukan program-program berikutnya. Kami berharap, NU-LDII bisa bersinergi, agar Islam di Sumut ke depan makin besar,” harapnya.

Katib Syuriyah PWNU Sumut H Musaddad Lubis dalam kesempatan itu mengajak LDII untuk melaksanakan paradigma baru berorganisasi, yakni organisasi yang tidak ekslusif, dengan membuka diri pada dunia luar.  




Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Hamdani Nasution

Tags:
Bagikan:
Senin 24 Desember 2012 22:28 WIB
ZIARAH MAKAM WALI
Peziarah Sunan Gunung Jati Tak Habis 24 Jam
Peziarah Sunan Gunung Jati Tak Habis 24 Jam

Cirebon, NU Online
"Suasananya sepi seperti kuburan". Ungkapan populer ini tak berlaku bagi makam Syaikh Syarif Hidayatullah atau akrab disebut Sunan Gunung Jati. Buktinya, gemuruh doa ratusan peziarah terus bersahutan meski waktu sudah larut malam.
<>
Dari berbagai penjuru, mereka berbondong datang ke kompleks makam Astana Gunung Jati di Desa Astana, Kecamatan Cirebon Utara, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Setiap rombongan hanya bisa duduk berkelompok di pintu ketiga dari sembilan tingkatan pintu makam yang sejak lama tertutup.

Kegiatan yang dilakukan cukup beragam, mulai dari membaca yasin, tahlil, wirid,  doa, shalawat, hingga berdiam diri bak sedang semedi. Tak ada aturan tertulis khusus tentang jenis aktivitas yang harus pengunjung lakukan.

Dari pantauan NU Online, kunjungan ke persemayaman wali termasyhur di Jawa Barat ini terus mengalir hingga pukul 00.30 dini hari. Lapak dagangan masih terlihat terang dan ramai di sepanjang area menuju makam kendati cuaca dalam kondisi gerimis.

Maulud (58), yang sehari-hari berada di pinggir pintu masuk makam menuturkan, keramaian di makam Sunan Gunung Jati berlangsung selama 24 jam penuh.

"(Jumlah peziarah mencapai) ribuan. Sebelum subuh, sesudah subuh, terus ada," ujar pria berpeci ini, yang mengaku puluhan tahun beraktivitas di lingkungan makam.

Tak hanya memikat peziarah, makam Sunan Gunung Jati ternyata memberi keberkahan tersendiri bagi kaum pedagang di sekitar lokasi. Banyaknya pengunjung berarti pula banyaknya penghasilan yang mereka dapat.

Salah seorang pedagang, Safrudin (21), mengaku beruntung dapat mengais rezeki dari tempat ini. Dagangannya laris manis terutama tiap musim ramai, seperti pada malam Jumat Kliwon, Muharam, atau bulan-bulan mendekati Ramadhan.

"Pas lagi ramai, omsetnya sehari bisa dua sampai tiga jutaan," kata Safrudin yang cuma menjual peci, tasbih, dan sejumlah atribut sembahyang lainnya.

Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Mahbib Khoiron

Senin 24 Desember 2012 21:18 WIB
Ribuan Masyarakat Peringati Haul Gus Dur di Kudus
Ribuan Masyarakat  Peringati Haul Gus Dur di Kudus

Kudus, NU Online
Ribuan masyarakat Kudus dan sekitarnya memperingati haul tiga tahun wafatnya presiden keempat KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Gedung Jamiyah Hujjah Kudus (JHK), Ahad (23/12) malam. Sejak maghrib , mereka yang terdiri laki-laki dan perempuan sudah berduyun-duyun memenuhi aula dan halaman parkir  gedung haji tersebut.<>

 Kegiatan bertajuk parade pluralisme dan pengajian kebangsaan mengenang 3 tahun wafatnya Gus Dur ini, diawali tahlil bersama dipimpin Mustasyar PBNU KH.Sya'roni Ahmadi. Para jamaah yang hadir dengan penuh haru mengenang sosok Guru bangsa ini secara  seksama dan khusuk mengikuti seluruh rangkaian acara mulai pembacaan tahlil, Sholawat nabi, menyanyikan Indonesia Raya dan mauidhoh hasanah. 

Diantara jamaah, puluhan kiai, ulama dan umaro serta sejumlah tokoh lokal dan nasional  terlihat hadir . Antara lain putri Gus Dur Alissa Wahid, Katib PBNU KH.Yahya Tsaqub, Dubes Aljazair Niam Salim, Ketua Umum PP GP Ansor H Nusron Wahid, Ketua LPTNU Noor Ahmad, Pengasuh Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Ali Mashoeri dan Habib Luthfi bin Yahya.

Putri Presiden keempat Alissa Wahid yang hadir mewakili keluarga Gus Dur mengapresiasi pelaksanaan peringatan haul Gus Dur ini. Dalam sambutannya, Alissa mengatakan kegiatan ini sebagai bukti aktifis generasi muda NU menjadi murid Gus Dur yang luar biasa dan akan meneruskan perjuangannya.

"Sesungguhnya hadiah terbesar bagi keluarga kami bukanlah gelar dari negara atau sanjungan di koran-koran kepada Gus Dur melainkan penghargaan terbesar itu adalah doa untuk Gus Dur," tandas Alissa dengan berkaca-kaca.

Ia menandaskan memperingati haul Gus Dur atau ulama lainnya bukan  untuk memuja-muja sosoknya tetapi dimaksudkan  mengenang dan mendoakannya. 

"Dengan demikian  kita mampu mengambil inspirasi dan teladan dari perjuangan beliau yang ditunjukkan sepanjang hidup bagi kita," imbuhnya.

Katib PBNU KH.Yahya Tsaquf mengutarakan biasanya peringatan haul seorang kiai atau ulama hanya dilaksanakan di kediaman atau pesantrennya. Namun, haul Gus Dur diadakan di berbagai daerah di seluruh Indonesia. 

"Hal ini membuktikan beliau (Gus Dur) adalah sosok yang sholih karena kita memperingati haul ini untuk mendapatkan barokah dari cucu KH.Hasyim Asy'ari ini," tegasnya.

Selain Gus Yahya, Pengasuh pesantren Bumi Sholawat KH. Ali Masyhuri dan Rais am Jam'iyah Ahluththariqoh an Al Mu’tabarah an Nahdliyyah Habib Luthfi juga menyampaikan mauidhah hasanah

Peringatan Haul yang diadakan PC GP Ansor Kudus ini dan didukung badan otonom NU lainnya seperti IPNU, IPPNU,PMII, Matan dan Fatayat NU ini berakhir pada pukul 00.30 yang ditutup dengan doa oleh Habib Luthfi bin Yahya. 

 

Redaktur     : Mukafi Niam
Kontributor : Qomarul Adib 

Senin 24 Desember 2012 12:54 WIB
Katib PBNU Baiat 1500 Banser
Katib PBNU Baiat 1500 Banser

Kudus, NU Online
Katib PBNU KH Yahya Tsaquf membaiat 1500 anggota Banser se eks Karesidean Pati di halaman Makodim Kudus Ahad (23/12). Dalam acara yang dikemas apel Banser itu, Gus Yahya mengucapkan kalimat baiat yang ditirukan anggota Banser.
<>
Di antaranya, senantaian taat kepada Allah dan Rasul, mengisi kemerdekaan NKRI,yang sesuai Pancasila dan UUD 1945, berjuang mengembangkan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah, selalu setia dan patuh pada pimpinan Ansor dan Banser.

Ketua Umum PP GP Ansor H. Nusron Wahid yang didapuk sebagai irup apel mengatakan pembaiatan ini merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti seluruh pimpinan banser disemua sesuai keputusan konbes Ansor ke 18 pada 26 -28 Mei lalu.

“Dalam konbes ditetapkan semua pimpinan banser di semua tingkat wajib ikut baiat kubro yang dilakukan oleh kyai. Tujuannya agar kita selalu  direstui oleh alim ulama, dan apa yang kita lakukan mendapat barokah dan maunah dari  Allah,” jelasnya.

Nusron mengutarakan para alim ulama zaman dulu mendirikan sebuah perkumpulan anak  muda Nahdlatul Ulama dengan harapan doa anak-anak muda NU mirip dengan dengan sahabat Ansor pada zaman Nabi.

“Mengapa dengan nama Ansor, karena diharapkan organisasi ini sebagai reinkarnasi/tetesan perwujudan sahabat ansor pada zaman Rasulullah dengan meneruskan perjuangannya terutama mempertahan Aswaja dan NKRI,” tegas pria Kelahiran Kudus ini.

Dalam usia 8I tahun, kata Nusron, GP Ansor masih tetap eksis dengan kegiatan-kegiatan social kemasyarakatan di semua Cabang kabupaten/kota di Indonesia.

“Ini membuktikan Ansor menjadi organisasi yang selalu barokah. Kalau tidak barokah, tidak akan bertahan sampai sekarang,”tegas mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Terkait kegiatan apel banser ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati tiga tahun wafatnya Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurut Nusron, Gus Dur telah menjadi sosok yang telah banyak memberikan inspirasi gerakan kemanusian di Indonesia. 

“Bukan hanya untuk Nahdlatul ulama, bangsa Indonesia, melainkan juga memberikan inspirasi kepada masyarakat dunia," tandas Nusron

Usai Apel Banser, malam harinya, rangkaian kegiatan haul tiga tahun wafatnya Gus Dur ini diadakan PC GP Ansor Kudus ini dilanjutkan dengan pengajian kebangsaan di Gedung JHK Kudus.

Selain ribuan umat, Ulama, kiai dan tokoh lokal dan nasional turut  hadir membaur di tengah-tengah jama'ah. Di antaranya, Putri Gus Dur Alissa Wahid, Katib PBNU KH. Yahya Tsaquf, Duta Besar Al Jazair, Niam Salim, ajudan Gus Dur Aris Junaidi dan ketua PCNU Kudus KH.Chusnan Ms.

Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat KH Ali Mashoeri dan Rois am jamiyyah Ahlith Thariqoh an-Nahdliyyah Habib Luthfi Bin Ali bin Yahya, turut hadir dan menyampaikan mauidlah hasanah.

Redaktur      : Hamzah Sahal
Kontributor  : Qomarul Adib

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG