LKNU Proaktif Tanggulangi TBC

, LKNU Proaktif Tanggulangi TBC
, LKNU Proaktif Tanggulangi TBC

Jakarta, NU Online

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama, LKNU berdiri di garda depan dalam memerangi penyakit Tuberkulosis. LKNU mengambil peran aktif pemberantasan TBC mengingat Indonesia berada di peringkat empat tertinggi orang dengan TBC di dunia.

<>
Penggiatan pemberantasan TBC oleh LKNU yang didukung USAID diformat dalam program Community Empowerement People Against Tuberculosis, CEPAT. Program CEPAT merupakan pendampingan masyarakat dalam penanggulangan TBC dengan tahapan identifikasi dan pengobatan secara tuntas.

Program CEPAT dipusatkan di enam provinsi di Indonesia. LKNU mengambil provinsi Sumatera Barat, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat sebagai basis penyuluhan dan penanggulangan. Pertimbangannya, enam daerah itu merupakan wilayah dengan angka tinggi orang dengan TBC di Indonesia.

Selain upaya penanggulangan, LKNU melalui program CEPAT juga mengadakan penyuluhan-penyuluhan seputar penyakit Tuberkulosis. Dengan penyuluhan, orang-orang yang hidup berdampingan dengan orang dengan TBC dapat mengidentifikasi dirinya sendiri tertular atau tidak sehingga langsung segera ditangani.

Demikian dikatakan oleh Staf Administrasi LKNU Jazuli di sekretariat LKNU, kantor PBNU lantai tujuh, Jakarta Pusat, Kamis (7/2) siang.Jazuli menambahkan bahwa LKNU meluncurkan program itu di ruang Puri 6-7 Puri Denpasar Hotel, jalan Kuningan, Jakarta, Jumat (8/2) pagi.

Meskipun terbilang penyakit yang mudah ditangani, TBC menjadi penyebab kedua kematian setelah penyakit stroke di Indonesia. Sekitar 169 orang meninggal setiap harinya karena TBC dengan peningkatan jumlah kasus sebesar 430.000 setiap tahunnya.

Dalam pemberantasan TBC, LKNU bekerja sama dengan dengan Ikatan Dokter Indonesia IDI, Persatuan Dokter Paru Indonesia PDPI, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, dan perkumpulan orang dengan TBC, Pamali.

Nahdlatul Ulama melalui LKNU mengambil peran menentukan guna menekan laju peningkatan angka orang dengan TBC. Karena, penyakit TBC selain menyebabkan kematian, tetapi juga mempengaruhi kualitas penduduk Indonesia.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

BNI Mobile