IMG-LOGO
Daerah

Ruwat Desa dengan Manakiban


Sabtu 16 Februari 2013 08:25 WIB
Bagikan:
Ruwat Desa dengan Manakiban

Subang, NU Online
Salah satu tradisi yang ada di kalangan nahdliyin adalah pembacaan riwayat Syekh Abdul Qadir Jailani atau sering juga disebut dengan manakib. Pembacaan manakib disebut dengan manakiban.<>

Diyakini bahwa di dalam manakib ini terdapat karomah yang dapat memberikan efek positif kepada tempat dibacakannya manakib tersebut dan juga tentu saja jamaahnya.

Pemerintah Desa Caracas, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat menggelar kegiatan manakib guna “meruwuat” Desa agar menjadi baldatun Thayibatun wa rabbun ghafur, pada Jum`at (15/2) malam.

Selain itu kegiatan ini pun dilakukan guna menyambut pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan, karena di Desa tersebut tidak lama lagi akan dibangun rest area jalan tol yang menghubungkan Cikampek dengan Cirebon.

“Dengan dibangunnya rest area di Caracas tentu akan ada akulturasi budaya, kita ingin agar tradisi dan budaya di kita yang baik tidak terpengaruhi oleh budaya luar yang tidak baik, kalau (budaya luar) yang baik tidak apa-apa” Papar Atang Supendi selaku Kepala Desa Caracas.

Kegiatan yang digelar di kediaman Kepala Desa Caracas tersebut dihadiri oleh sekitar 70 orang yang terdiri dari para kiai, ustad, aparatur desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Didaulat sebagai pembaca manakib adalah Pengasuh Pesantren Al-I`anah, KH. Ahmad Bunyamin. 



Redaktur     : A. Khoirul Anam
Kontributor : Aiz Luthfi

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG