Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Karomah Syekh Abdul Qadir Jailani Memang Ada

Karomah Syekh Abdul Qadir Jailani Memang Ada

Subang, NU Online

Karomah Syekh Abdul Qadir Jailani memang benar adanya, hanya saja dikarenakan karomah para kekasih Allah Swt. bersifat abstak, jadi hanya bisa dirasakan dan sulit diperlihatkan.

<>

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Al-I`anah, KH Ahmad Bunyamin disela-sela pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani dalam kegiatan Haul Sulthan al-Auliya Syekh Abdul Qadir Jailani pada Jum`at (22/2) siang di Komplek Pesantren Al-I`anah Desa Caracas, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Namun demikian, tambah kiai yang akrab dipanggil Kiai Abun ini, tidak ada kesulitan bagi Allah Swt. untuk memperlihatkan karomah dari Syekh Abdul Qadir Jailani.

Salah satu contohnya adalah seorang perempuan yang ingin menjadi laki-laki, diceritakan sekitar tahun 1985 di Tasikmalaya ada seorang perempuan yang sakit hati oleh suaminya, sampai-sampai ia ingin menjadi laki-laki, sebab menjadi perempuan selalu disakiti.

Kemudian setelah perempuan tersebut rajin dan khusu bertawasul kepada Syekh Abdul Qadir Jailani, keinginan tersebut dikabulkan oleh Allah Swt, dia menjadi lelaki bahkan sempat menjadi Mubalig kondang, dikenal dengan sebutan Mubalig Weki (Awewe-Lalaki/Perempuan Laki-laki) saat Kiai Abun Mesantren di Karawang pada tahun 1985, Kia Abun pernah mendengarkan ceramahnya, waktu itu mantan suaminya juga ikut hadir karena dia sudah sudah taubat.

“Mungkin Allah hanya ingin menunjukkan (karomah Syekh Abdul Qadir Jailnai) saja, sebab Mubalig Weki tersebut hanya berusia enam bulan, waktu ceramah di Karawang itu bulan ketiga setelah jadi laki-laki, bulan keenamnya beliau dipanggil Allah karena memang mungkin Allah hanya ingin menunjukkan saja,” papar Pengurus MWC NU Kalijati tersebut.

Selain itu, KH. Abun pun merasakan sendiri dari karomah Syekh Abdul Qadir Jailani, walaupun Allah tidak menunjukkan secara kasat mata, namun dia dapat merasakannya

“Saya ini sawah tidak punya, kebun tidak ada, PNS bukan, tapi alhamdulillah saya merasa hidup ini tenang, alhamdulillah rejeki selalu ada saja, pasti hakekatnya dari Allah tapi mungkin sareatnya dari manakiban dan istigosahan, tiap bulan disini ada Istigosahan” tambahnya.

Setiap tahun, Pesantren Al-I`anah selalu menggelar Kegiatan haul Syekh Abdul Qadir Jailani pada tanggal 11 Rabi`ul Akhir, untuk kegiatan haul tahun ini kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan hadirin yang terdiri dari Bapak-bapak, ibu-ibu dan santri, adapun acaranya adalah diisi dengan pembacaan tahlil, shalawat dan Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani.

 

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Aiz Luthfi

 

BNI Mobile