IMG-LOGO
Daerah

Takmir Masjid Jangan Hanya Paham Agama

Ahad 14 April 2013 20:33 WIB
Bagikan:
Takmir Masjid Jangan Hanya Paham Agama

Yogyakarta, NU Online
Sebenarnya, apa tugas takmir masjid? Demikian ditanyakan salah seorang peserta diskusi di Masjid Ar-Ridho, Ngrukem, Yogyakarta, Jum’at malam (12/04).<>

KH Muhaimin yang menjadi pemateri menanggapi pertanyaan tersebut dengan senyum mengembang. 

“Para takmir masjid itu, harusnya bukan hanya yang ahli agama saja. contohnya, bagian pendidikan, ya harus dipegang oleh orang yang paham dunia pendidikan,” jelas KH. Muhaimin.

Ada juga peserta yang bertanya tentang maksud istilah “memakmurkan masjid” itu. Menurut KH Muhaimin, memakmurkan masjid tidak hanya sebatas ikut berjamaah di masjid tapi mengusahakan bagaimana masyarakat sekitar bisa damai berada di masjid.

“Memakmurkan masjid itu artinya membuat masyarakat menjadi damai di masjid. Masyarakat mendapatkan keuntungan spiritual maupun materi. Memakmurkan bukan hanya istilah ruhaniyah saja tapi dari sisi finansial juga iya,” tegasnya. 

Acara diskusi yang mengambil tema “Menguatkan komunitas masjid dan masyarakat Pandowoharjo” tersebut, diselenggarakan di Masjid Ar-Ridho, Ngrukem. Acara tersebut difasilitasi oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Kabupaten Bantul.



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Rokhim Bangkit

Bagikan:
Ahad 14 April 2013 17:45 WIB
LTN NU Pringsewu Dirikan Perpustakaan Aswaja
LTN NU Pringsewu Dirikan Perpustakaan Aswaja

Pringsewu-Lampung, NU Online
Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Pringsewu Lampung kesempatan dan kontribusi masyarakat untuk mengisi dan meramaikan “Perpustakaan Aswaja” yang sedang dirintis.<>

Kontributsi tersebut dapat berwujud hibah buku-buku atau kitab-kitab, CD atau soft copy yang berisi tentang materi atau kajian-kajian ilmiah maupun yang bernuansa keagamaan.

Dalam Rapat Konsolidasi Pengurus LTN NU Pringsewu yang digelar di Kantor Redaksi Majalah ASWAJA, Sabtu lalu, diharapkan perpustakaan milik NU ini menjadi sumber ilmu pengetahuan ini memiliki tujuan menumbuhkan rasa gairah warga akan pentingnya membaca sebagai pintu ilmu pengetahuan. 

“Perpustakaan ini juga bertujuan agar dapat dijadikan referensi bagi para kiai, ustadz, para penulis dan para aktifis intelektual lainnya yang ingin mendalami suatu disiplin ilmu pengetahuan secara umum, dan memahami ajaran-ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) serta ke-NU-an secara khusus,” kata M. Musta’in, pemandu rapat sekaligus editor majalah Aswaja.

Ketua LTN NU M. Mustanir menambahkan, perpustakaan ini diharapkan dapat bersinergi dengan semangat para pemuda, khususnya Kabupaten Pringsewu, untuk berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa. 

“Pada saatnya nanti, direncanakan pengelolaan perpustaan ini akan dipusatkan di Gedung NU Kabupaten Pringsewu secara profesional dan dilengkapi dengan perpustakaan digital,” ujarnya. 

“Semoga Allah memudahkan niat dan aktifitas baik kita, menjadikan Perpustakaan Aswaja LTN Pringsewu ini sebagai wujud amal jariyah masyarakat Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya, serta memberikan manfaat-barokah atas apapun yang Dia berikan kepada kita semua,” demikian M. Mustanir. 


Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Muhammad Faizin

Ahad 14 April 2013 11:31 WIB
PMII Peringati Harlah ke-53 dengan Ragam Kegiatan
PMII Peringati Harlah ke-53 dengan Ragam Kegiatan

Kudus, NU Online
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus memperingati hari lahir (harlah) ke 53 dengan ragam kegiatan mulai Ahad-Selasa (14-16/4). Kegiatan itu berupa lomba anak-anak, ziarah makam muassis PMII Kudus, diskusi, mimbar bebas dan panggung budaya, tahtimul Qur'an serta pengajian kebangsaan.<>

Ketua panitia Syaifudin Zuhri mengatakan peringatan harlah ini bertujuan mengenang kembali kelahiran PMII pada 17 April 1960 lalu dan mengenalkan organisasi mahasiswa di tengah-tengah masyarakat.

"Semua kegiatan diperuntukkan bagi masyarakat dan kader-kader PMII sendiri," jelasnya kepada NU Online Sabtu (13/4) kemarin.

Ia menjelaskan  usia 53 tahun merupakan momentum yang tepat untuk  mengenalkan dan menegaskan kembali bahwa PMII lahir dari Nahdlatul ulama. keberadaan PMII mampu memperkuat penanaman ideiologi aswaja di kalangan mahasiswa dan masyarakat.

"Kalau tataran pelajar masuk IPNU, sementara mahasiswa bisa masuk PMII sehingga nanti tidak tersesat idiologinya," tandas Syaifudin.

Dalam kegiatan harlah ini, jelasnya, PMII juga mengajak masyarakat selalu menjaga persatuan dfan kesatuan, kerukunan, perdamaian dan keamanan demi bangsa yang dilandasi ilmu pengetahuan dan agama.

"Oleh karenanya, puncak harlah diadakan pengajian kebangsaan bersama Habib Umar  Muthohar (Semarang) dan habaib serta kyai se Kudus 16 April besok untuk menyuarakan nilai-nilai kebangsaan," terangnya.

Dengan mengusung tema mengawal tradisi-meneguhkan NKRI ini, kegiatan harlah secara keseluruhan dipusatkan di halaman kantor sekretariat PMII Jl Mayor Kusmanto Pedawang Bae Kudus.



Redaktur     : A. Khoirul Anam
Kontributor : Qomarul Adib

Ahad 14 April 2013 7:3 WIB
LPBI NU Dirikan Posko Peduli Banjir
LPBI NU Dirikan Posko Peduli Banjir

Bojonegoro, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Bojonegoro, mendirikan posko peduli banjir di depan kantor PCNU, jalan A. Yani Bojonegoro sejak Rabu (10/4) lalu.<>

"Rencananya posko akan didirikan selama seminggu ke depan," ujar sekretaris LPBI NU Bojonegoro, Alexander Mubarrok, Kamis (11/4).

Alex sapaan akrabnya mengaku, posko tersebut didirikan LPBI NU berkerja sama dengan pagar nusa (PN) dan juga Banser NU. Hingga saat ini sudah terkumpul uang sekitar Rp 7 juta dan paket obat-obatan.

Menurutnya, segala bantuan dari donatur yang dibutuhkan korban banjir akan diterima dan didistribukan kepada yang membutuhkan. Karena melihat banjir yang sangat besar terjadi beberapa hari di Bojonegoro kemarin.

Pasca banjir nanti, juga akan membantu korban banjir dengan melakukan renovasi fasilitas umum seperti masjid dan sekolah. "Mengecat bangunan masjid dan sekolah, serta memberikan paket bantuan kepada siswa," terangnya.

Mantan ketua PC PMII Bojonegoro itu menambahkan, cat, peralatan dan juga tenaga kerja akan di terjunkan langsung usai banjir nanti untuk proses pengecatan. Selain itu, akan melakukan pembagian 100 paket alat tulis, di lima sekolah yang sudah ditentukan.

Saat ini sudah didistibusikan paket sembako ke Kecamatan Kanor, yakni Desa Piyak 30 paket dan Desa Cangaan 50 paket. Serta rencananya ratusan paket akan didistribusikan ke korban banjir lainnya.




Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: M. Yazid

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG