IMG-LOGO
Daerah

Habib Noval Ajak Jamaah Kuatkan Akidah

Selasa 16 April 2013 16:10 WIB
Bagikan:
Habib Noval Ajak Jamaah Kuatkan Akidah

Solo, NU Online
Sekitar 20.000 umat Islam dari berbagai daerah tumpah ruah di kompleks Masjid Agung Solo untuk mengikuti tablig akbar bertema Mantapkan Akidahmu, Ahad (14/4/2013).
<>
Tablig akbar yang diselenggarakan Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah, Pasar Kliwon, Solo, tersebut merupakan acara pertama yang digelar di Masjid Agung pasca renovasi. Kegiatan  tersebut sekaligus menjadi sarana Ar-Raudhah untuk kembali menghidupkan tempat peribadatan di kompleks Keraton Solo itu.

“Selama ini memang image Masjid Agung cuma untuk tempat istirahat pedagang Klewer atau pelancong dari luar kota. Oleh karena itu, kami berniat memenuhi Masjid Agung dengan lautan manusia dalam ranah dakwah,” urai seorang panitia tablig akbar, Catur Rudi Prihatin saat ditemui wartawan di sela-sela acara, Ahad.

Menurut Catur, peserta tablig akbar tidak hanya berasal dari wilayah Soloraya. Beberapa kelompok pengajian dari Jawa Timur dan Jawa Tengah juga mengirimkan perwakilan untuk menyemarakkan acara yang digelar tiga hingga empat bulan sekali itu.  Catur menambahkan, jumlah peserta tablig akbar kali ini meningkat 100% dari sebelumnya.

“Tablig akbar  yang kemarin hanya 10.000 peserta, sekarang 20.000, sampai-sampai halaman masjid penuh,” ujar dia.

Pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah, Pasar Kliwon, Solo, Habib Noval Alaydrus, hadir sebagai penceramah tunggal dalam pengajian itu. Melalui tema Mantapkan Akidahmu, Noval mencoba menjawab keresahan umat muslim tentang tuntunan syariat Islam.

Ditemui dalam jumpa wartawan, Rabu lalu, Noval menerangkan kian banyak kelompok muslim di Indonesia yang mengeluarkan larangan-larangan baru akan tafsir Alquran yang selama ini dipahami masyarakat. Kondisi tersebut, lanjut dia, justru membuat akidah umat Islam goyah.

“Intinya kita kembali saja pada akidah berdasarkan tuntunan Nabi Muhammad dan sahabat.  Tidak masalah ada tahlilan atau semacamnya, yang terpenting akidah kita kuat,” terang Noval.

Seorang peserta tablig akbar asal Sukoharjo, Markamah, mengaku baru pertama kali mengikuti pengajian Habib Noval. Dia rela datang bersama rombongan pengajiannya untuk menimba ilmu keagamaan kepada sang ulama. Menurut dia, pengajian semacam itu sangat penting untuk memantapkan akidah umat Islam.


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Ajie Najmuddin

Bagikan:
Selasa 16 April 2013 23:2 WIB
NU Hapus Stigma dan Diskriminasi
NU Hapus Stigma dan Diskriminasi

Yogyakarta, NU Online
Penderita HIV/AIDS itu sudah berat. Terlepas dari masa lalunya, jangan sampai masyarakat masih menaruh stigma dan diskriminasi. Itu sangat menyakitkan dan menghadirkan pesimisme yang luar biasa.<>

“Mari bersama-sama kita tolong saudara kita,” kata Abdullah Salam, Korwil NU Yogya dalam koordinasi program PMTS di RM. Bale Ayu, Yogyakarta, Senin (15/04).   

Bagi Salam, dukungan masyarakat santri sangat penting, karena membuat hidupnya ODHA menjadi optimis. Rasa optimis dan bahagia akan membuat daya tahan tubuh makin tinggi, harapan untuk hidup bersama juga besar.

“Sangat besar manfaatnya kalau mendapatkan dukungan masyarakat, apalagi mendapatkan dukungan spiritual dari para kaum santri,“ tegasnya.  

Salam juga menjelaskan bahwa NU bersama organ terkait sudah melakukan sosialisasi ke beberapa pesantren. Ini dilakukan untuk menggugah kesadaran masyarakat santri untuk mengetahui kondisi riil ODHA, kemudian dibangun juga semangat peran aktifnya dengan lembaga terkait.

“Para santri sudah banyak yang bertanya, bagaimana bisa ikut berbagi dengan para ODHA. Para santri juga mau mengadakan program pesantren yang bisa mengakses komunitas ODHA. Di sini, kita akan menyambungkan komunitas ODHA dengan komunitas pesantren,” tegasnya. 


Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Rokhim-Hendra

Selasa 16 April 2013 19:19 WIB
Bersama BNN, CBP–KKP Tegal Tolak Narkoba
Bersama BNN, CBP–KKP Tegal Tolak Narkoba

Tegal, NU Online 
Bersama Badan Narkotika Nasiona, Dewan Kerja Corp Brigade Pembanguna (CBP) dan Korp Kepanduan Putri (KKP) Kabupaten Tegal, menggelar sosialisasi Tolak Narkoba (Narkotika dan obat-obatan terlarang) belum lama ini di lapangan Desa Jatilaba Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal. 
<>
Kegiatan itu juga dikemas dalam bentuk kemah bakti yang diselenggarakan selama 3 hari, yang diikuti oleh 333 peserta dari seluruh PAC dan komisariat IPNU-IPPNU se Kabupaten Tegal.  

Bupati Tegal HM Hery Soelistyawan berkenan membuka acara itu. Turut hadri juga Camat Margasari, Kapolsek Margasari, Kepala Desa Jatilaba, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal, Pengurus MWC NU Margasari dan jajaran Muspika Kecamatan Margasari. 

Puncak penyuluhan anti narkoba dan deklarasi pelajar NU anti narkoba oleh Direktur Advokasi Badan Narkotika Nasional Brigadir Polisi Victor Pudjiadi. 

Dalam kesempatan tersebut, Victor mengharap para pelajar NU terhindar jauh dari narkoba. “Jangan sampai ada setitik barang haram itu pun menempel pada kalian, apalagi mencicipinya. Saya bangga dengan kalian yang menjadi pemuda dan pelajar yang bisa memberi contoh bagi masa depan,” akunya.

Viktor juga memberikan pemahaman terhadap bahaya narkoba, beberapa akibat dari bahaya yang ditimbulkan yang menjadikan moral bangsa runtuh. “Saya taruh pundak masa depan di pemuda-pemuda atau pelajar-pelajar seperti kalian semua,“ katanya disambut tepukan tangan peserta. 

Sementara ditemui diruang kerjanya ketua Dewan Kerja Cabang CBP Kabupaten Tegal Aris Munandar menjelaskan, dalam era sekarang ini kian dirasakan degradasi moral dan watak serta sikap kebangsaan serta nilai-nilai keagamaan. 

Pengaruh kebudayaan buruk yang ada di masyarakat serta paham yang tidak dibenarkan oleh UUD 1945 dan Pancasila telah memudarkan pandangan, sikap kebangsaan serta tekad bersama mempertahankan NKRI. Ini merupakan hal yang memprihatinkan. 

Aris lebih lanjut mengatakan, perjuangan dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan melalui tahap pembangunan nasional untuk mewujudkan keadilan, kemaslahatan, kesejahteraan dan kecerdasaan bangsa adalah kewajiban setiap warga negara baik secara perorangan maupun bersama. 

Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) merupakan lembaga semi otonom dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang berdiri pada waktu bangsa Indonesia mengalami gejolak Gerakan G 30 S PKI untuk mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia dari kejahatan komunisme. 

Tapi perkembangan Indonesia yang semakin maju semakin mengkhawatirkan karena sekarang banyak para pemuda yang salah dalam mempertahanan kemerdekaan seperti penyalahgunaan narkoba dan tindakan asusila. 

“Untuk menghindari hal–hal tersebut seperti yang dituangkan dalam misi CBP-KKP yaitu, berpartisipasi ikut aktif membangun NKRI dengan tetap mengibarkan faham Ahlussunah wal Jama’ah (panji-panji NU) di setiap pengabdiannya dalam bidang kedisiplinannya dan sosial kemanusiannya,” kata Aris, Senin (15/4).

Pada kegiatan itu juga disajikan perlombaan diantaranya lomba cipta dan baca puisi, lomba pidato, lomba Mars IPNU IPPNU, lomba PBB, pentas seni, P3K, kebersihan dan keindahan tenda, tarik tambang dan pidato. 

Dari hasil perlombaan itu Komisariat IPNU IPPNU SMK NU 01 SLAWI Berhasil Meraih Juara Umum. 


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Abdul Muiz 

Selasa 16 April 2013 18:3 WIB
Pengurus NU Walantaka Dilantik
Pengurus NU Walantaka Dilantik

Jakarta, NU Online
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Walantaka Kota Serang Banten dilantik di lapangan sepak bola Yayasan Darul Rahman, pada Ahad, (14/4). Pengasuh pesantren Nurul Ibtida, Nur Ali dipercaya sebagai rais syuriyah dan Johani Muhyi sebagai ketua tanfidziyah.
<>
Menurut Wakil Ketua PCNU Kota Serang, Hisni, pelantikan dilakukan Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Syarqowi. Dalam kesempatan itu, Matin mengatakan pentingnya pesantren salafi sebagai tunas-tunas penerus NU mendatang.

Kepada pengurus MWC, ia berpesan supaya berpegang teguh kepada amanah dan komitmen membesarkan Nahdlatul Ulama.

Sementara ketua terpilih mengatakan, akan mengadakan pengajian keliling tiap bulan dan memperkenalkan NU sampai ke tingkat akar rumput.

Pelantikan itu, sambung Hisni, dihadiri sekitar 1500 orang, “Itu bisa ditunjukkan dengan jumlah kursi yang terisi penuh yang memang sebanyak 1500,” katanya kepada NU Online melalui telpon pada Selasa, (16/4).

Selain pelantikan MWC NU, dilantik PAC Jamiyyatul Qurrra wal-Huffazh (JQH NU) dan PAC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Walantaka.  

Pelatikan dihibur dengan kasidah ibu-ibu Muslimat NU dan shalawat para qari dan qariah JQH NU.  


Penulis: Abdullah Alawi

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG