IMG-LOGO
Daerah

Lestarikan Tradisi, MWCNU Krucil Gelar Istighotsah


Rabu 19 Juni 2013 16:40 WIB
Bagikan:
Lestarikan Tradisi, MWCNU Krucil Gelar Istighotsah

Probolinggo, NU Online
Dalam rangka untuk melestarikan tradisi ulama Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo bersama Pemerintah Kecamatan Krucil tiap sebulan sekali rutin menggelar istighotsah di Pendopo Kecamatan Krucil.
<>
Hal tersebut ditegaskan oleh Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Krucil Moh. Bahrawi kepada NU Online, Selasa (18/6). “Selain untuk melestarikan tradisi ulama NU, istighotsah ini untuk menindaklanjuti instruksi langsung Mustasyar PCNU Kota Kraksaan yang disampaikan pada Harlah ke-90 NU. Beliau ingin agar istighotsah ini tidak hanya dilakukan pada waktu ada musibah saja, tetapi bisa menjadi kegiatan rutin pengurus NU,” ujarnya.

Menurut Bahrawi, istighotsah ini digelar dengan tujuan untuk mempererat ukhuwah Nahdliyah diantara pengurus dan jamaah yang berasal dari unsur MWC, ranting dan pemerintahan kecamatan. Selain itu  untuk mengamalkan ajaran ulama NU sesuai dengan kaidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta mendo’akan masyarakat.

“Dalam tiap pertemuan, rata-rata istighotsah ini diikuti oleh 250 warga NU. Melalui istighotsah ini harapannya bahwa kegiatan NU di Kecamatan Krucil ini bukan hanya terfokus pada kegiatan dibidang agama saja, akan tetapi juga ikut menjaga wilayah supaya menjadi aman, damai, makmur dan menjadi daerah yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur,” jelasnya.

Lebih lanjut Bahrawi menjelaskan istighotsah ini tidak hanya diisi dengan sholat berjamaah dan dzikir bersama saja, tetapi juga digelar do’a bersama dengan harapan senantiasa diberikan kemudahan dalam segala hal sehingga dapat berkomunikasi dan koordinasi dengan baik baik dengan sesama pengurus maupun warga NU.

“Selain istighotsah, biasanya para pengurus NU di semua tingkatan bersama pemerintahan kecamatan melakukan diskusi untuk membicarakan berbagai macam persoalan dan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Nahdliyin. Selanjutnya ikhtiar bersama-sama untuk mencarikan solusi dan jalan keluar terbaik untuk kebaikan bersama,” terangnya.

Bahrawi menjelaskan istighosah ini merupakan salah satu tradisi ulama NU yang harus terus dilestarikan. Hal ini dilakukan agar warga NU tidak meninggalkan tradisi-tradisi yang ada dan tetap berpedoman pada hal-hal yang telah dirumuskan oleh ulama NU. 

“Tradisi-tradisi ini merupakan simbol dan kekuatan untuk membesarkan NU di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, semua Nahdliyin wajib bersama-sama untuk melestarikannya,” pungkasnya.

Secara terpisah Camat Krucil Muhamad Ridwan mengaku sangat mendukung kegiatan istighotsah yang digagas oleh MWCNU Kecamatan Krucil ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sebuah upaya yang tepat untuk dijadikan wadah untuk berdzikir, berdo’a dan berdiskusi bersama terkait permasalahan yang dihadapi warga NU.

“Jujur Pemerintah Kecamatan Krucil sangat terbantu dengan adanya kegiatan istighotsah ini. Sebab melalui kegiatan ini kita dapat berdo’a bersama supaya wilayah Kecamatan Krucil dan sekitarnya menjadi daerah yang aman, tentram, damai dan sejahtera. Sehingga warga bisa hidup dengan tenang dan nyaman,” ujarnya.


Redaktur     : Mukafi Niam
Kontributor : Syamsul Akbar

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG