IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

KOPRI Jatim: Amil Zakat Harus Transparan dan Amanah


Selasa 23 Juli 2013 01:00 WIB
Bagikan:
KOPRI Jatim: Amil Zakat Harus Transparan dan Amanah

Surabaya, NU Online
Pembagian zakat dari muzakki kepada mustahiq secara terbuka kerap memicu kericuhan dan tidak jarang berujung maut. Sebab yang terjadi selama ini para mustahiq selalu berebut.
<>
Demikian dikatakan Ketua Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PMII), Athik Hidayatul Ummah, di Surabaya, Jawa Timur pada Ahad (21/7).

Perempuan kelahiran 13 Januari 1988 ini berpendapat, aksi berebut zakat itu terkait dengan kemiskinan dan kesulitan hidup yang dihadapi oleh umumnya masyarakat Indonesia terutama umat Islam. “Masalah kemiskinan membuat orang tidak mau tertib,” tandas dosen di Universitas Negeri Malang ini.

Yang dapat disaksikan di layar televisi maupun informasi sejumlah media bahwa tidak pandang berapa nominal uang yang diperebutkan, orang tetap mengabaikan keselamatannya. “Seandainya masyarakat mau mengantri untuk memperoleh zakat, kemungkinan jatuhnya korban bisa dihindarkan,” kata dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Namun demikian, budaya berebut itu terbentuk karena kemiskinan. “Orang tidak mau antri karena mereka miskin,” katanya. “Jika kemiskinan masih melanda masyarakat, budaya berebut akan sulit dihilangkan,” lanjut alumnus pascasarjana Universitas Negeri Malang ini.

Tradisi antri yang tidak tertib itu memberikan pesan bila masyarakat sebagai bangsa yang tertinggal. “Ini merupakan pekerjaan rumah bersama dan menjadi tanggung jawab pemerintah dan semua lapisan masyarakat,” katanya.

“Tradisi berzakat di bulan puasa telah ada sejak jaman dahulu,” terangnya. “Namun niat baik itu bisa berubah menjadi masalah besar jika cara pembagiannya tidak benar,” ungkap.

Sebagai solusi, dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Urwatul Wutsqo Jombang ini mengharapkan para pemberi zakat bisa melibatkan aparat desa dan kepolisian.

Cara lain yang bisa dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pendataan warga miskin yang berhak menerima zakat. “Ini efektif untuk menghindari jatuhnya korban,” sergahnya.

Makna yang cukup penting dari sejumlah kejadian memilukan tersebut adalah bahwa pembagian zakat kerap menimbulkan korban jiwa karena adanya ketidakpercayaan pemberi zakat terhadap sejumlah amil zakat. “Hal mendesak untuk dilakukan adalah agar lembaga amil zakat dapat lebih transparan dan akuntabel di masa mendatang,” harapnya.


Redaktur    : Abdullah Alawi 
Kontributor: Syaifullah Ibnu Nawawi

Bagikan:
IMG
IMG