IMG-LOGO
Daerah

Mengajar Ngaji Anak Muhammadiyah dan MTA

Rabu 4 September 2013 13:1 WIB
Bagikan:
Mengajar Ngaji Anak Muhammadiyah dan MTA

Solo, NU Online
Idealnya setiap selesai shalat magrib, anak-anak sudah berhenti bermain dan bergegas mengaji atau belajar. Tapi tidak demikian yang terjadi di perkampungan Sondakan di Kota Solo, Jawa Tengah.
<>
Setelah magrib, anak-anak justru tetap bermain dengan asyiknya. Peraturan jam wajib belajar yg tertulis di setiap sudut jalan mulai pukul 18.30-20.00 seolah hanya sebagai pajangan saja.

Namun suasana berubah ketika seorang alumni Ponpes Al-Hikam Malang, Ahmad, tinggal di sana dan mengajar ngaji anak-anak. Ia ingat pesan kiai dan ustadznya: amalkanlah ilmu yang telah diperoleh sewaktu di pesantren dulu walaupun hanya alif, ba dan ta.

Ahmad mengontrak sebuah rumah di kampung itu bersama istrinya, seorang buruh pabrik buku yang sehari-hari bekerja dari pagi sampai sore ini. Dengan sabar, Ahmad mengajak satu persatu anak untuk mengaji di kontrakannya. Alhasil, sekarang sudah puluhan anak usia rata-rata 4-11 tahun mengaji padanya. 

Meski ia orang NU, Ahmad tak hanya mengajar ngaji anak-anak orang NU. "Di sini ada yang memang netral, ada yang dari Muhammadiyah, MTA, bahkan ada yang orang tuanya menjadi petinggi LDII,” katanya.

Selain mengaji cara membaca al-Qur’an, Ahmad juga membimbing santri-santri kecilnya itu untuk memimpin baca shalawat, tashbih, tahmid, dan doa-doa.

Bagi Ahmad, bekerja ibarat memasak sate, dan mengajari anak-anak ngaji sebagai bumbunya, keduanya tak boleh dipisahkan, agar sate yang dimasak sedap saat disantap. (Ririn Setyowati/Mahbib)

Bagikan:
Rabu 4 September 2013 21:0 WIB
Lakpesdam NU Malang Tanamkan Aswaja lewat Buletin
Lakpesdam NU Malang Tanamkan Aswaja lewat Buletin

Malang, NU Online
Lembaga Kajian  dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU (Lakpesdam) kota Malang kenalkan Aswaja dengan tulisan-tulisan yang bermuatan Ahlussunnah wa al-jama’ah yang dkemas apik menjadi “Buletin Tasamuh” disamping “Harakah Nahdiyyah”.
<>
Buletin yang rutin terbit satu bulan sekali, pada Jumat ini menjadi target bacaan jamaah masjid di seluruh Kota Malang. Bahkan, buletin yang laris manis ini, mengundang beberapa warga untuk  berlangganan secara khusus pada pengurus Lakpesdam.

“Kadang kami memang cetak secara terbatas, namun dengan banyaknya permintaan seperti saat ini, kami cetak lebih banyak dari sebelumnya, melihat banyak masjid yang berminat pada buletin-buletin kami,” terang M. Faisol Fatawi selaku ketua Lakpesdam NU Kota Malang.

Melalui buletin ini, Lakpesdam ingin tanamkan etika-etika moderat, dan teladan-teladan yang patut dicontoh masyarakat. Karena didalamnya tidak hanya opini, namun juga sosok, suluk Aswaja, berita dan risalah-risalah kiai, yang menjadi isi muatan rutin Buletin.

Rencananya, kumpulan risalah akan segera dibukukan menjadi “Ensiklopedi Ulama” di kota Malang, “Buku “Ensiklopedi Ulama” sedang dalam proses, kami akan segera menerbitkannya,” kata Faisol saat di temui NU Online, Rabu (4/9).

Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Maliki Malang ini juga menggaungkan kader NU untuk dapat menjawab tantangan zaman dengan menjadi kader NU yang militan. Untuk itu Lakpesdam tak henti-henti mengkader para pemuda dalam acara “Harakah Nahdiyyin” yang sering kali diadakan di Aswaja Centre di Kota Batu.

Menurutnya, pemuda-pemudi NU harus segera dididik untuk menjadi kader yang memiliki banyak skill dan mampu menerapkan ajaran-ajaran aswaja yang moderat di lingkungannya. Dengan adanya “Harakah Nahdiyyin”, mereka tidak akan canggung lagi untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mewarnai masyarakat dengan hal-hal yang positif. (Diana Manzila/Abdullah Alawi)

Rabu 4 September 2013 20:0 WIB
HJ. ‘IZZAH SYATHORI AMIN
Nyai Hafal Al-Quran itu Wafat
Nyai Hafal Al-Quran itu Wafat

Cirebon, NU Online
Suasana lalu lalang para santri Pesantren Babakan-Ciwaringin-Cirebon pada Senin sore (2/9) hingga menjelang malam berjalan seperti biasa. Para santri berduyun-duyun sambil membawa kitab kuning, mereka lalu duduk berkelompok sesuai dengan halaqahnya masing-masing.
<>
Pengajian digelar di komplek pesantren dan ada juga di serambi masjid. Demikian pemandangan ini juga tampak di Pesantren Bapenpori al-Istiqomah.

Namun, sejak beberapa hari ini, pesantren tersebut sedang dirundung duka, karena salah pengasuhnya yakni Nyai Hj. ‘Izzah Syatori Fuad Amin tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasna Medika, Palimanan, Cirebon.

Sebagaimana diungkapkan oleh Kiai Hasan Junaedi yang tak lain salah satu menantu Bu Nyai ‘Izzah mengatakan, kebenaran kabar bahwa miminya (ibu) sedang dirawat.

“Malam ini juga saya akan kembali menjaga mimi di rumah sakit. Beliau masih sedang diopname di sana,” ungkapnya pada Ahad malam (1/9) selepas mengaji bandungan di serambi masjid Raudlatut Tholibin.

Duka cita kemudian terjadi pada Selasa malam (3/9), sekitar pukul 20.40 Ibu Nyai Hj. ‘Izzah Syathori Fuad Amin akhirnya menghembuskan nafas terakhir di kediamannya.

Nyai Hj. ‘Izzah Syatori Fuad Amin sendiri merupakan nyai sepuh di lingkungan pesantren Babakan-Ciwaringin. Ia adalah istri dari al-Maghfurlah KH. Fuad Amin, seorang hafizhah yang kualitas al-Qur’annya menjadi rujukan para ahli ahli al-Qur’an khususnya di Jawa Barat dan masyarakat luas.

Jenazah dia sudah dimakamkan pagi ini, Rabu (4/9) pukul 09.30 di komplek Maqbarah Pesantren Raudlatut Tholibin, Babakan-Ciwaringin.

Kepada para santri, alumni, dan masyarakat pihak keluarga menghimbau untuk ikut medo’akan mendiang agar beliau diberikan tempat mulia di sisi-Nya. (Qomaruddin/Abdullah Alawi)
 
 
 

Rabu 4 September 2013 19:0 WIB
Haul ke-120 Syekh Nawawi Banten Diperingati
Haul ke-120 Syekh Nawawi Banten Diperingati

Cilegon, NU Online 
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Cilegon Banten menyelenggarakan Haul ke-120 Syekh Nawawi Albantani di Masjid Mazroatul Akhiroh Desa Ciriu Kecamatan Citangkil, pada Selasa malam (3/9).
<>
Ketua PCNU Cilegon KH Hifdzullah mengatakan, haul tersebut merupakan wasilah (perantara) mengharap barokah serta karomah dari tawassul yang dibacakan untuk Syekh Nawawi. 

Dan yang kedua, kata Kiai Hifdzullah, memberitahukan kepada warga Nahdliyin tentang sosok ulama Banten kaliber internasional. 

“Serta memotivasi para santri untuk giat melastarikan kajian-kajian kitab kuning dan berharap munculnya “nawawi” muda di Kota Cilegon,” tambahnya melalui surat elektronik yang dikirim ke NU Online pada Rabu (4/9).

Apalagi, tambah Hifdzullah, kondisi masyarakat Cilegon saat ini yang terbawa arus kehidupan serba materiaslistis.  

Kemudian, lanjut Kiai Hifdzullah, Walikota Cilegon yang juga Mustasyar PCNU Kota Cilegon Tb. H. Iman Aryadi membacakan Sejarah Hidup Syekh Nawawi Al-Bantani.

Lalu dilanjutkan taushiyah yang disampaikan kiai kharismatik Banten, yaitu KH Abuya Muhtadi Dimyati. Ia  merupakan keturunan Syekh Nawawi Al-Bantani dari arah ibu. 

“Dalam taushiyahnya, beliau beliau mengingatkan ancaman HTI dan FPI yang dianggapnya dua Ormas Islam itu yang akan mengancam keutuhan NKRI,” paparnya.

Pada kegiatan yang dihadiri utusan dari PWNU Banten Endan Musadad tersebut, diserahkan SK NU Ranting Kelurahan Samang Raya Citangkil. (Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG