IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Mabrur itu Bukan Ketika di Tanah Suci


Jumat 20 September 2013 23:00 WIB
Bagikan:
Mabrur itu Bukan Ketika di Tanah Suci

Probolinggo, NU Online 
Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin meminta para calon haji agar keberangkatan ke tanah suci diniati sebagai ibadah kepada Allah. Selain itu para ”tamu Allah” harus selalu tawadhu’ dan berdoa yang baik-baik semoga sehingga haji yang mabrur.
<>
”Mabrur bukan saat berada di tanah suci, tetapi setelah pulang dari haji. Oleh karena itu, selama berada di tanah suci usahakan lebih banyak di masjid dari pada di maktab. Selain itu, jangan terlalu banyak menguras fisik sebelum pelaksanaan wajib haji,” terangnya saat melepas 469 calhaj Probolinggo di Pendopo Kabupaten, Kamis (19/9).

Ia juga mengatakan, sebagai ”tamu Allah” diharapkan agar calhaj tidak bingung jika tidak hafal doa-doanya. Calhaj disarankan untuk membaca doa yang dihafalnya saja dalam mengerjakan rangkaian ibadah haji selama berada di tanah suci.

”Tidak ada doa yang wajib pada pelaksanaan umroh maupun haji. Jangan bingung buat yang belum hafal doanya. Baca saja Al-Fatihah pada waktu tawaf dan sa’i maupun saat mengerjakan rangkaian ibadah haji yang lain,” jelasnya.

Hadir pada acara tersebut, Bupati Probolinggo yang juga Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Bustami, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH. Munir Cholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H. Nasrullah Achmad Suja'i dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Moch. Syaiful Hadi. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG