IMG-LOGO
Daerah

Kiai Agus Salim-Musbihin Pimpin MWCNU Majenang


Rabu 30 Oktober 2013 06:50 WIB
Bagikan:
Kiai Agus Salim-Musbihin Pimpin MWCNU Majenang

Cilacap, NU Online
Konferensi Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Majenang, Kabupaten Ciplacap, Jawa Tengah, di Pondok Pesantren Miftahul Huda Cigaru I Desa Cibeunying, Majenang, menghasilkan pemimpin baru periode 2013-2018.
<>
Rapat dan pemilihan yang digelar Ahad (27/10/) ini menetapkan KH Agus Salim sebagai rais syuriyah dan KH Musbihin Hs sebagai ketua tanfidziyah. Agus Salim yang sebelumnya menduduki posisi sebagai wakil rais syuriyah memperoleh 10 suara mengungguli calon lainnya, yakni KH Imam Baiquni (2 suara) dan KH Musbihin (4 suara).

Sementara dalam pemilihan ketua tanfidziyah, Musbihin yang merupakan calon petahana terpilih kembali setelah meraup dukungan 18 suara dari total 19 suara, yakni berasal dari 2 pengurus domisioner dan 17 Pengurus Ranting. Sebagaimana pemillihan rais syuriyah, pada pemilihan ketua tanfidziyah ini terjadi hanya satu putaran

Kedua pimpinan terpilih merupakan pengasuh pondok pesantren. KH Musbihin adalah pengasuh Pesantren Al-Mubarok Sindangsari, sementara KH Agus Salim saat ini mengasuh Pesantren Assa’idiyah Cigaru. Agus Salim menyatakan siap menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada dirinya untuk periode lima tahun mendatang.

Konferensi yang sedianya dilaksanakan 20 Oktober 2013 ini dibuka secara resmi oleh Camat Majenang Sadmoko Danardono. Dalam sambutannya, Sadmoko menyatakan bahwa dirinya senang dapat berkumpul bersama para kiai setempat. Ia menyoroti tema konferensi tersebut, yakni “Dengan Konferensi MWCNU Mari Kita Berdayakan Umat Lebih Kritis dan Dinamis.”

Tema ini diangkat seiring dengan jumlah warga miskin di Majenang yang dinilai masih banyak. Pemerintah membentuk Unit Pengelola Zakat infaq Shodaqoh (UP-ZIS) dan Koordinator UP-ZIS juga telah terbentuk di tingkat desa, dimulai dari Desa Salebu yang pada tanggal 10 Oktober 2013 telah dilantik.

Dalam hal ini, pengurus baru diberikan Kupon ZIS mulai dari Rp 1.000 sampai Rp 50.000 untuk dibagikan kepada para calon donatur tetap yang hasilnya akan diberikan kepada yang berhak setiap bulannya.

Pihak kecamatan berharap rintisan ini dapat berkembang ke desa-desa lainnya. “Mudah-mudahn ini bisa bersinergi dengan program-program MWCNU yang akan dihasilkan dalam Konferensi ini.” Sadmoko. (Abdul Muhid/Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG