IMG-LOGO
Daerah

Tolak Perda Tembakau, PMII Duduki Kantor Dewan

Kamis 31 Oktober 2013 3:0 WIB
Bagikan:
Tolak Perda Tembakau, PMII Duduki Kantor Dewan

Pamekasan, NU Online
Sekitar 40 aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan menduduki kantor dewan setempat, Rabu (30/10). Mereka mempertanyakan sejumlah isi Perda Kabupaten Pamekasan nomor 6 tahun 2008 tentang penatausahaan tembakau Madura.
<>
Menurut mereka, ada beberapa poin dalam Peraturan Daerah tersebut yang tidak menguntungkan terhadap petani tembakau. Sehingga harus diadakan revisi atau bahkan dihapus.  Seperti pasal 13 ayat 1 yang dinyatakan bahwa harga tembakau ditentukan oleh kualitas atau mutu. Sementara sampai saat ini penentuan kualitas tembakau Madura hanya ditentukan oleh seorang Grader yang dimiliki pabrikan.

Kemudian pasal 17 ayat 3 yang berisi tentang maksimal pengambilan sampel tembakau 1 kilo gram, aktivis mahasiswa itu minta revisi. Karena menurut mereka, satu kilo gram itu terlalu banyak dan pasti menguntungkan petani. Kecuali, pengambilan sampel itu dikembalikan lagi kepada petani tembakau.

Unjuk rasa yang dikoordinatori Moh Elman Duro itu meminta dalam pasal 18 ayat 1 dan 2 yang berisi tentang pemotongan berat tikar pembungkus antara 2 -3 kilo gram tidak dilakukan pemotongan kiloan. Tapi memotong sesuai harga tikarnya. Dan pasal 25 yang mengatur tentang ketentuan pidana menurut mereka tidak usah diperdakan. Karena telah jelas pidana murni.

“Kami meminta di pasal 13, pabrik dan disperindag harus bisa menyediakan alat penentu kualitas tembakau yang disebut Tester. Dan di pasal 17 harus dihapus karena sangat jelas menguntungkan pabrikan. Pasal 18 potongan tikar tidak memotong kiloan, tapi tapi memotong sesuai harga tikarnya. Dan pasal 25 itu pidana murni, jadi tidak usah diperdakan,” terang Elman Duru Korlap audiensi PMII.

Sementara itu, menurut Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) kabupaten Pamekasan, Ahmad Siddik, mengatakan bahwa pihaknya mendatangi kantor DPRD kabupaten Pamekasan untuk memperjelas terkait Perda nomor 6 tahun 2008 tentang penatausahaan tembakau.

“Setelah kita kaji kemarin ternyata banyak temuan yang tidak dimuat dalam Perda itu. Perda tersebut harus sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat. Seperti Pada pasal 13, 17 dan 18. Itu harus direvisi atau bahkan dihapus karena jelas merugikan petani tembakau. Untuk pengambilan sampel saya meminta paling banyak 5 ons. Dari aksi ini kami berharap isi dan tujuan Perda itu berpihak kepada masyarakat,” ujar Didik sapaan akrabnya kepada sejumlah media.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Pamekasan, Hosnan Ahmadi, mengatakan bahwa audiensi oleh puluhan aktivis mahasiswa itu terkait perda nomor 6 tahun 2008 tentang Penatausahaan Tembakau.  Menurut Hosnan, audiensi aktivis mahasiswa itu hanya terfokus pada revisi Perda nomor 6 tahun 2008. Padahal menurutnya, Pansus dewan kali ini juga berencana menggabungkan tiga raperda terkait tembakau.

“Yang menjadi pembahasan tadi adalah tentang pengambilan sampel, timbangan dan penentuan kualitas atau mutu. Selain pengambilan sampel, sebenarnya kami juga prihatin dengan adanya sisa tembakau yang jatuh ketika grader mencabut sampel tembakau di pabrikan, yang jumlahnya juga bisa banyak jika dikumpulkan dan itu tidak disadari petani. Intinya, permintaan teman-teman mahasiswa tadi adalah sampel itu dihargai tetap sebagai milik penjual. Mau mengambil sampel 5 kilo gram tapi dikembalikan lagi itu tidak masalah,” terang Hosnan. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Kamis 31 Oktober 2013 17:29 WIB
SMK Walisongo Ubah Citra Mudarat Produk Teknologi Informasi
SMK Walisongo Ubah Citra Mudarat Produk Teknologi Informasi

Sragen, NU Online
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Walisongo Sragen, Jawa Tengah mengubah pencitraan negatif terkait produk teknologi informasi. Dengan mendekatkan para siswa dengan produk-produk itu, SMK Walisongo membuka cara pandang baru terhadap dunia teknologi informasi.
<>
Demikian dikatakan Ahmad Zarkowi salah satu staf bagian administrasi SMK Walisongo kepada NU Online, Kamis (31/10).

“Daripada memandang aspek kemudaratannya, para siswa lebih baik diajak melihat peluang dan kemungkinan pengembangan teknologi informasi,” kata Zarkowi yang juga pengurus IPNU Karanganyar, Jawa Tengah.

Zarkowi menilai wajar citra negatif produk-produk teknologi informasi di kalangan masyarakat terutama para wali siswa. Karena, mereka pertama mengkhawatirkan efek negatif terhadap anak mereka.

Kedua, para wali siswa belum mengerti banyak terkait produk itu. Ketiga, mereka tidak melihat peluang positif bagi anak mereka untuk bermain di dalam dunia informasi yang semakin tidak bisa dihindari, tegas Zarkowi.

Selain itu, produk industri itu sangat membantu sekali bagi perkembangan metodologi baru pembelajaran. Pembaruan seperti menjadi sebuah kebutuhan menimbang produk-produk berikut aplikasinya sudah menjadi gaya hidup remaja masa kini, tambah Zarkowi.

Untuk mendukung pengetahuan itu, SMK Walisongo menggelar kunjungan ilmiah ke Information and Communication Technology Universitas Sebelas Maret Surakarta (ICT UNS) di jalan Ir Sutami nomor 36 A Surakarta dan SoloNet, Kamis (31/10). (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Kamis 31 Oktober 2013 15:16 WIB
SMK Walisongo Gelar Kunjungan Industri Komunikasi
SMK Walisongo Gelar Kunjungan Industri Komunikasi

Sragen, NU Online
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Walisongo Sragen, Jawa Tengah melakukan kunjungan industri ke Information and Communication Technology Universitas Sebelas Maret Surakarta (ICT UNS) dan SoloNet, Kamis (31/10).
<>
SMK Walisongo bernaung di bawah lembaga pendidikan milik pondok pesantren Walisongo asuhan Kiai Ma’ruf Islamuddin.

Rombongan yang dipimpin Ustadz Muqorrobin selaku kepala sekolah yang juga ketua MWC NU Mojogedang Karangayar mengajak pelajar kelas XI dan XII, para guru, dan juga karyawan.

Kunjungan kali ini dimaksudkan agar siswa melihat lebih dekat dan dapat meningkatkan pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ICT atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan TIK, Ujar Ahmad Zarkowi salah satu staf bagian administrasi kepada NU Online, Kamis (31/10). 

Tiba di kampus yang terletak di jalan Ir Sutami nomor 36 A Surakarta, siswa SMK Walisongo mendapat penjelasan tentang penggunaan berbagai macam jenis media dalam proses pembelajaran.

Selain itu siswa dituntut mampu menggunakan media itu secara efektif dan efisien dalam proses pembelajaran. Kehadiran teknologi seluler atau handphone menjanjikan adanya peluang cukup potensial bagi perkembangkan model pembelajaran yang baru, mengingat tingginya tingkat kepemilikan perangkat serta harga perangkat yang semakin murah dan fitur yang semakin canggih, bukan memberi kemadaratan.

Kemudian dilanjutkan kunjungan ke soloNet. Di sana siswa menambah pengetahuan secara langsung mengenai Hardware, Fiber Optic Installation, Networking, Web Hosting, Web Development, Web Maintenance, pelatihan-pelatihan dan seluruh kebutuhan IT Maintenance.

Dengan mengetahui secara langsung bentuk kongkretnya, teori-teori yang selama ini dipelajari diharapkan lebih membekas di benak siswa, tandas Zarkowi yang juga pengurus IPNU Kabupaten Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Kamis 31 Oktober 2013 12:2 WIB
Lomba Hadrah dan Marawis Sambut Tahun Baru Islam
Lomba Hadrah dan Marawis Sambut Tahun Baru Islam

Subang, NU Online
Dalam rangka menyambut kedatangan tahun baru Islam, 1 Muharam 1435 H, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang menggelar lomba hadrah dan marawis.<>

Demikian disampaikan Wakil Ketua Panitia kegiatan Sri Intan kepada NU Online, Kamis (31/10)

"Kegiatan ini bernama Iphama, IPNU-IPPNU Hadrah Marawis, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kami pada seni sebagai media dakwah sekaligus untuk memperkenalkan kepada para santri dan pelajar Subang bahwa di Kalijati ada IPNU dan IPPNU," terang Intan yang juga Bendahara IPPNU Kalijati ini

Perlombaan ini, lanjut Intan, akan digelar selama satu hari, yakni pada hari senin tanggal 4 Nopember 2013 bertempat di Masjid Arrahman Lanud Suryadharma Kalijati.

"Peserta yang kita undang adalah para santri dan pelajar se-Kabupaten Subang, kebetulan yang mendaftar sudah 7 grup," tambahnya

Bagi peserta yang beruntung dan menang akan diberi cendera mata berupa piagam, piala dan uang pembinaan.

Intan atas nama panitia kegiatan Iphama dan pengurus IPNU-IPPNU Kalijati mengundang dan mengharapkan kepada para santri dan pelajar yang ada di Kabupaten Subang untuk berpartisipasi dalam kegiatan Iphama ini. (Aiz Luthfi/Anam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG