IMG-LOGO
Daerah

Muharraman, Remaja Masjid Karangwangi Hindari Tausiyah


Rabu 6 November 2013 03:02 WIB
Bagikan:
Muharraman, Remaja Masjid Karangwangi Hindari Tausiyah

Cirebon, NU Online
Dalam memperingati tahun baru 1435 Hijriyah, remaja masjid desa Karangwangi, kecamatan Depok, Cirebon, Jawa Barat mengadakan sejumlah acara yang menyegarkan masyarakat dan terutama kalangan remaja dan anak-anak. Karenanya, ceramah agama tidak dimasukkan dalam rangkaian Muharraman.
<>
“Ceramah agama penting. Hanya saja porsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan remaja,” kata Seksi Acara Muharraman Remaja Masjid Karangwangi Imam Syahid di desa Karangwangi, Senin (4/11) malam.

Panitia Muharraman menilai, ceramah agama cukup dimasukkan dalam jadwal kegiatan Muharraman yang diselenggarakan orang tua akhir minggu ini. Remaja cukup mendengarkan tausiyah saat itu.

Kalau terlalu sering, remaja bisa mengalami kejenuhan, tegas Imam.

Karenanya, Muharraman remaja diisi dengan sejumlah kegiatan menarik seperti pawai obor dan sepak bola api. Peringatan hari besar Islam dengan kemasan seperti ini lebih diminati kalangan remaja.

Kita mengutamakan daya tarik mereka terlebih dahulu untuk mensyiarkan agama Islam, tegas Imam.

“Kegiatan agama yang dikemas seperti ini dimaksudkan agar kalangan remaja ambil peduli dengan sistem penanggalan Hijriyah. Karena, remaja umumnya hanya memiliki perhatian pada penanggalan Masehi,” tambah Ketua Panitia Muharraman Ikhwan Abbas di desa Karangwangi, Senin (4/11) malam.

Kita ingin mengubah paradigma remaja yang selalu mengutamakan penanggalan Masehi, tutup Ikhwan. (Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG