IMG-LOGO
Daerah

Ranting NU Tambakreja Santuni Yatim dan Lansia

Rabu 13 November 2013 14:1 WIB
Bagikan:
Ranting NU Tambakreja Santuni Yatim dan Lansia

Cilacap, NU Online
Mengambil momentum Hari Pahlawan dan tahun baru Islam 1435 H, pengurus Ranting NU dan Muslimat NU Tambakreja kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Jawa Tengah menggelar haul massal dengan puluhan anak yatim dan manusia lanjut usia, Ahad (10/11).
<>
Dalam acara haul dan Hari Pahlawan, sedikitnya 70 anak yatim dan puluhan lansia menerima santunan. Pembagian santunan diiringi dengan pembacaan selawat secara bersama-sama. Haul juga dimaksud untuk mengenang jasa para pahlawan.

Kegiatan yang ditempatkan di mushola Al-Himmah dihadiri Ketua NU Tambakreja KH Masri Mahfud, Pengasuh PP Ihya Ulumiddin KH M Mudatsir dan KH Amin Saefani, Ketua MWCNU Cilacap Selatan R Bastuti Ridwan.

KH Masri Mahfud mengatakan, peran, tugas, fungsi, dan tanggung jawab para ulama dalam upaya membangkitkan umat menuju tegaknya kembali izzul Islam wal muslimin sangatlah besar.

“Kita semua musti menyadari, seluruh problem berbagai sendi kehidupan yang dihadapi umat sekarang berpangkal pada makin jauhnya umat dari Islam,” katanya.

KH Ahmed Shoim dari Kesugihan mengatakan, hari kesepuluh bulan Muharram yang biasanya juga disebut bulan Suro dijadikan Allah Swt sebagai sejarah kebangkitan dan kejatuhan (kehancuran) umat manusia di abad yang telah silam untuk menjadi i’tibar bagi umat manusia yang akan datang (umat Muhammad). 

Selain meningkatkan ibadah yang berupa puasa Asyuro’, pada tanggal dan bulan ini pun umat Islam dianjurkan untuk menyantuni para fakir miskin, anak yatim, orang-orang telantar dan mereka yang membutuhkan pertolongan.

Momen peringatan haul massal yang dilaksanakan oleh Ranting NU Tambakreja diakhiri oleh taushiyah Gus Soim yang mengisahkan sahabat Bilal bin Rabah. Acara berakhir menjelang Zuhur. (Suryo/Alhafiz K)

Bagikan:
Rabu 13 November 2013 21:41 WIB
Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon
Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon

Wonosobo, NU Online
Cara sekolah mengajarkan sesuatu pada muridnya tak mesti dilaksanakan di kelas. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif NU Kecamatan Kejajar,  Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melatih siswa-siswinya secara rutin  melakukan aksi tanam 1000 pohon di Desa Kreo, Kecamatan Kejajar.
<>
“Kegiatan ini guna menanamkan jiwa cinta terhadap lingkungan dan juga merawat lingkungan. Harapan kami agar para siswa cinta terhadap lingkungan,” terang Supriyadi, pembina Pramuka MTs Ma’arif NU Kejajar kepada NU Online, Kamis (13/11).

Disebutkan pula, 1000 pohon yang ditanam itu merupakan hasil dari pembibitan di sekolah. Setelah tumbuh agak besar, ditanamlah di beberapa lokasi di Desa Kreo. “Semoga saja setelah ditanam, nantinya bisa dirawat hingga tumbuh dan hidup menjadi lebih besar serta bermanfaat,” jelasnya.

Aksi tanam pohon ini terangkai dalam agenda rutin Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). “Secara rutin MTs Ma’arif Kejajar melakukan Persami. Namun, Persami kali ini berbeda dengan persami sebelumnya. Persami kali ini para melakukan aksi tanam 1000 pohon di desa Kreo Kecamatan Kejajar,” tambah Supriyadi.

Pihak sekolah berharap, aksi yang diikuti sekitar 250 siswa dari kelas VII sampai IX ini berlanjut hingga ke tingkat perawatan dan penjagaan sehingga jerih payah peserta dalam gerakan cinta lingkungan tidak sia-sia. (Fathul Jamil/Mahbib)

Rabu 13 November 2013 20:34 WIB
Kasat Koryon Banser Kaliori Terpilih sebagai Kepala Desa
Kasat Koryon Banser Kaliori Terpilih sebagai Kepala Desa

Rembang, NU Online
Kepala satuan koordinasi rayon (Kasat Koryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terpilih sebagai kepala Desa Karang Sekar, Kaliori, pada pemilihan kepala desa (pilkades) di desa setempat, Selasa (12/11) sore.
<>
Jumlah suara Jasmani (35), Kasar Koryon Banser Kaliori itu, mengungguli calon lainnya, Jayadi (38) yang merupakan kepala Madrasah Diniyah Awaliyah Raudlotul Ulum Desa Karang Sekar. 

Ketua panitia pilkades, Andreas Karnadi mengatakan, proses pemilihan berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Menurut dia, hal tersebut wajar mengingat kedua calon merupakan tokoh di kalangan Nahdliyin Karang Sekar.

Sementara itu, Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Karang Sekar Selamet menjelaskan, pilkades merupakan program dari pemerintah desa yang turut menentukan pembangunan Desa ke depan. “Jadi kita sebagai masyarakat harus berani menentukan pilihan selayaknya masyarakat yang baik,” kata pria berusia 55 tahun ini.

Selamet mengimbau agar perbedaan dalam menetukan pilihan ini tidak menjadi renggangnya persaudaraan warga NU. Perbedaan pilihan merupakan konsekuensi logis dari peraturan yang memang menghendaki warga memilih hanya salah satu.

“Jadi, sebagai orang yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah, kita harus selalu menjunjung nilai tenggang rasa, menghormati dan mengasihi. Jangan menjadikan perbedaan karena pilihan Kades, menjadikan NU di Karang Sekar terpecah belah,” pungkas Selamet.

Perolehan suara Jasmani berjumlah 484 suara dan Jayadi 456 suara dari total 1023 suara pemilik hak pilih di desa tersebut. Sisanya merupakan kartu suara rusak dan pemilih yag memutuskan golput. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Rabu 13 November 2013 16:28 WIB
Entaskan Kemiskinan, MWCNU Tanon Gelar Santunan Yatim dan Nikah Massal
Entaskan Kemiskinan, MWCNU Tanon Gelar Santunan Yatim dan Nikah Massal

Sragen, NU Online
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) kecamatan Tanon kabupaten Sragen, Jawa Tengah mengadakan bakti sosial yang meliputi sejumlah kebutuhan warga. MWCNU Tanon memilih nikah massal, khitanan massal, santunan bagi anak yatim, lansia, juga mereka yang kurang mampu.
<>
“Kegiatan sosial ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan Muharram dan dibuka untuk semua warga Tanon dan sekitarnya terutama bagi masyarakat kurang mampu,” ungkap salah satu warga Tanon, Aris.

Lebih lanjut Aris menuturkan, kegiatan ini juga merupakan upaya MWCNU Tanon untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Bakti sosial dengan bentuk seperti ini menjadi salah satu jalan dakwah NU agar Islam lebih dikenal meluas di masyarakat sebagai agama yang peduli masalah sosial.

Bakti sosial diselenggarakan di dukuh Banaran desa Suwatu, Tanon, Ahad (10/11) pagi. MWCNU Tanon menghadirkan pengasuh pesantren Al Qur'aniy Az Zayady Surakarta Kiai Abdul Karim Ahmad yang kerap disapa Gus Karim sebagai penceramah.

Dalam ceramahnya, Gus Karim menyampaikan dua hal penting yang perlu diperhatikan umat Islam. Pertama, MIO (Maulid Itu Oke). Kedua, YAMAHA (Yasinan Manaqiban Harus Ada). (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG