::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tasawuf Dorong Metabolisme Rohani Manusia

Ahad, 22 Desember 2013 16:03 Nasional

Bagikan

Tasawuf Dorong Metabolisme Rohani Manusia

Jakarta, NU Online
Nilai-nilai tasawuf menciptakan kondisi rohani manusia untuk selalu segar. Tasawuf menjaga metabolisme rohani agar orang yang bersangkutan tidak kehilangan arah. Tasawuf mengamankan rohani sebagai bagian paling rentan dalam diri manusia yang sarat lalu lintas pengaruh.
<>
Demikian disampaikan narasumber kursus singkat Tasawuf sebagai Etika Sosial, KH Luqman Hakim di pesantren Al-Tsaqafah jalan M Kahfi I Cipedak Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (20/12).

“Segala bentuk pengaruh itu akan diurai dan diolah dengan baik oleh amal-amal tasawuf. Maksudnya bukan lain untuk menjaga metabolism rohani itu sendiri,” kata Kiai Luqman di hadapan sedikitnya 35 peserta kursus yang terdiri dari ustadz masjid dan utusan pesantren di Jakarta dan sekitarnya.

Aneka bentuk formula seperti terapi kejiwaan dan temuan ilmu pengetahuan semacam psikologi atau tawaran pemikiran filsafat, kata Kiai Luqman, telah dicoba. Namun, upaya penyelesaian itu kerap gagal di tengah jalan.

Kegagalan dalam mengatasi fenomena tragis kemanusiaan, sambung Kiai Luqman, juga mencakup pelarian semu pada agama dengan berlindung pada takdir Tuhan tanpa upaya lanjut dalam memahami dan mendalami firman-Nya, “Larilah kalian kepada Allah”.

Sedangkan nilai-nilai tasawuf menawarkan penyelesaian esensial dari segala belenggu, tekanan, penghambaan materi dan kekuasaan, dan sejumlah tekanan hidup yang membebani jiwa manusia.

Padahal semua pengaruh buruk itu kerap mengubah mental dan mengacaukan metabolisme rohani manusia. Tanpa orientasi kejiwaan itu, manusia kemudian menempuh perilaku-perilaku ektrem, tambah Kiai Luqman.

Hasil dari laku tasawuf tentu saja, tandas Kiai Luqman, dapat dirasakan hanya oleh mereka yang menjalaninya. (Alhafiz K)