IMG-LOGO
Daerah

IPNU Jateng Adakan Workshop Desain Kreatif

Selasa 21 Januari 2014 7:0 WIB
Bagikan:
IPNU Jateng Adakan Workshop Desain Kreatif

Semarang, NU Online
Departemen Teknologi Informasi Komunikasi dan Jaringan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Jawa Tengah bekerjasama dengan Mongabay Indonesia mengadakan Workshop Desain Kreatif.
<>
Acara tersebut berlangsung pada Sabtu, 18 Januari 2014 pukul 08.00 WIB bertempat di auditorium Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama atau tepatnya di Jl. Kaligarang No. 9 Ungaran Barat Kabupaten Semarang Jawa Tengah.

Usai mengikuti workshop, masing-masing peserta yang terdiri dari para pengurus PW IPNU Jateng dan siswa-siswa SMK NU Ungaran tersebut, berhak mengikuti kompetisi desain poster.

“Desain poster tersebut akan diadakan Mongabay Indonesia sepanjang bulan Maret 2014,” papar Cholil salah seorang peserta workshop, pada Ahad (19/1).

Sedangkan  Pengumuman pemenang akan diadakan awal bulan April 2014. Bagi para pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai Juara 1 Rp5.000.000, Juara 2 Rp3.000.000, Juara 3 Rp1.500.000, Juara Favorit Rp1.000.000.

Selain itu para pemenang juga akan didatangkan ke Jakarta untuk menghadiri acara ulang tahun Mongabay Indonesia yang kedua sekaligus penyerahan hadiah. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Selasa 21 Januari 2014 23:0 WIB
Kepala Kemenag Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Probolinggo
Kepala Kemenag Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Probolinggo

Probolinggo, NU Online
Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo resmi berganti. Muhammad, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo dipercaya memimpin organisasi massa terbesar di Indonesia tersebut.
<>
Ia menggantikan posisi yang ditinggalkan Maksum Subani yang mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Probolinggo dalam Pilwali Agustus 2013 lalu.

Pergantian itu dipasatikan setelah PCNU Kota Probolinggo menggelar rapat pleno di kantor PCNU Kota Probolinggo di Jalan Bengawan Solo. Rapat pleno ini dihadiri jajaran syuriyah, tanfidziyah, mustasyar, a’wan, lembaga, lajnah dan badan otonom (banom) se PCNU Kota Probolinggo.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Muhammad membenarkannya. “Rapat dihadiri oleh pengurus PCNU Kota Probolinggo lengkap,” ujarnya saat dihubungi NU Online, Selasa (21/1).

Menurut Muhammad, rapat pleno tersebut melengkapi rapat jajaran syuriyah PCNU Kota Probolinggo sebelumnya. Rapat syuriyah membahas pengunduran diri Maksum Subani yang berhalangan tetap serta membahas pengganti antar waktu yang akan meneruskan tugasnya mengemban amanat konferensi. “Rapat pleno tersebut mengumumkan sekaligus menetapkan,” tegasnya.

Muhammad yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Probolinggo tersebut menjelaskan, persoalan PAW merupakan hak perogratif syuriyah NU. “Sesuai AD/ART, kalau Ketua PCNU berhalangan tetap atau mundur, harus keluar sebagai ketua. Untuk penggantinya, rais syuriyah yang menentukannya,” jelasnya.

Bagaimana dengan posisi Muhammad sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo? Tentang hal ini Rais Syuriyah PCNU Kota Probolinggo KH. Aziz Fadhal menyatakan tidak ada masalah. “Sepanjang yang bersangkutan siap dan bersedia, tidak ada masalah. Dan nyatanya, Pak Muhammad bersedia,” ujarnya.

Menurut Kiai Aziz, penetapan Muhammad sebagai ketua definitif telah sesuai dengan aturan organisasi. “Kecuali kalau yang bersangkutan tidak bersedia dengan alasan jabatannya (sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo),” tambahnya.

Diketahui, Maksum Subani terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Probolinggo melalui konferensi yang digelar Desember 2012 untuk kali kedua. Di posisi Syuriyah, Kiai Aziz Fadhal yang terpilih. Namun dalam perjalanannya, Maksum Subani mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Probolinggo mendampingi Zulkifli Chalik.

Konsekuensinya, Maksum harus menanggalkan jabatannya. Untuk mengisi kekosongan sementara, Muhammad ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt). Kemudian rapat pleno PCNU menetapkannya sebagai ketua definitif. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)


Selasa 21 Januari 2014 21:0 WIB
Lakmud IPNU-IPPNU Kraksaan Diikuti Peserta se-Tapal Kuda
Lakmud IPNU-IPPNU Kraksaan Diikuti Peserta se-Tapal Kuda

Probolinggo, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Maron, Jumat-Ahad (17-19/1).

<>Selain diikuti IPNU dan IPPNU secabang Kraksaan, Lakmud tersebut diikuti para pengurus organisasi pelajar NU sedaerah tapal kuda, meliputi kabupaten dan Kota Probolinggo, kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Situbondo.

Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Muhlisun, Selasa (21/1) mengungkapkan lakmud ini digelar dengan tujuan untuk memantapkan pemahaman tentang ke-NU-an, keorganisasian serta k e-IPNU-an dank e-IPPNU-an setelah pelatihan Makesta.

“Dengan diadakannya Lakmud ini bagaimana kader IPNU-IPPNU mampu mengerti ciri khas NU dan memperdalam NU dalam keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah,” harapnya.Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan Nur Indah Muktamaroh. Melalui lakmud ini dirinya berharap agar kader tidak hanya bisa bergerak tetapi berpikir untuk bergerak dan berpikir yang lebih baik lagi.

“Paling tidak, nantinya pengurus IPNU-IPPNU, khususnya IPPNU lebih baik dan menjadi wanita yang super bagi agama serta bagaimana kader mampu menjadi kader yang ulul albab,” tegasnya.

Para peserta Lakmud diberikan beberapa materi meliputi ke-IPNU-an, ke-IPPNU-an, Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), NU, leadership, andir dan ansos, strategic planing, networking dan lobiyin, gender, tehnik persidangan dan diskusi, jati diri dan nasionalisme.

Pada Lakmud tersebut para peserta menyimak materi yang diberikan oleh narasumber. Kemudian melakukan sesi tanya jawab dan diskusi yang pada akhirnya membuah makalah tentang ke-NU-an untuk dilombakan.

Lakmud sendiri dihadiri oleh narasumber terdiri dari Anas Nasikhin (pekerja ahli DPR RI), Hj. Khodijatul Qodriyah, KH. Nasrulllah Ahmad Suja’i (Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan) dan perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Provinsi Jawa Timur.

“Melalui kegiatan ini saya berharap kader IPNU dan IPPNU mampu dan mengerti bagaimana sebenarnya hidup dan bergerak yang selalu sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” ungkap Hj. Khodijatul Qodriyah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anis Nasikhin. Menurutnya, kader IPNU-IPPNU harus mampu menjadi kader yang betul-betul handal dan professional sehingga mampu menjalankan organisasi dengan baik sesuai dengan tuntutan Aswaja.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH. Nasrullah Ahmad Suja’i menyambut baik kegiatan lakmud ini, Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah positif dalam melakukan pengkaderan pengurus yang nantinya meneruskan kepengurusan di PCNU Kota Kraksaan. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Selasa 21 Januari 2014 19:5 WIB
Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran
Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran

Jombang, NU Online
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Peterongan Jombang Jawa Timur mengusulkan Islam Nusantara menjadi mata pelajaran dan mata kuliah di tiang jenjang pendidikan. Usul ini menjadi alternatif bagi upaya pencegahan dini terorisme.
<>
Tindakan preventif harus lebih diutamakan, tegas Presiden BEM UNIPDU, Luthfi Riadi saat pelantikan Dewan Perwakilan Mahasiswa dan BEM UNIPDU yang berbarengan dengan sarasehan kepemimpinan Rasulullah SAW, di plaza UNIPDU, Senin (20/1).

Menurut Luthfi, sejumlah aksi kejahatan destruktif semacam itu menjadi semakin gamblang bahwa ada salah pemahaman dalam persepsi sebagian warga terhadap penyebaran Islam di Tanah Air.

Karenanya, penerapan materi Islam khas Indonesia sangat mendesak secara lebih dini kepada kalangan terpelajar. “Bentuknya bisa dalam materi pelajaran kepada para pelajar atau mata kuliah Islam Nusantara di tingkat kampus,” terangnya.

Sementara rektor UNIPDU KH Ahmad Zahro yang menghadiri pelantikan itu juga mengingatkan para pengurus meneladani konsep STAF Nabi Muhammad SAW. “Maksudnya adalah siddiq, tabligh, amanah dan fathonah,” kata Kiai Ahmad Zahro yang juga imam besar masjid Al-Akbar Surabaya. (Syaifullah/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG