IMG-LOGO
Daerah

Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah

Senin 3 Februari 2014 0:0 WIB
Kiai Subekhan: Pembiaran Maksiat Datangkan Musibah

Brebes, NU Online
Pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, KH Subekhan Makmun, menegaskan, bila ada pembiaran terhadap kemaksiatan maka akan ditimpakan bencana.
<>
Hal itu terjadi, kata dia, ketika para pemimpin daerah atau pemimpin umat sudah acuh tak acuh terhadap kemaksiatan yang terjadi di daerah tersebut.

Kiai Subekhan menyampaikan hal tersebut saat mengisi mauidlotul khasanah dalam Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Bupati Brebes, Kamis (30/1) malam.

Menurutnya, azab akan ditimpakan kepada pelaku kemaksiatan secara pribadi-pribadi. Allah tidak akan menimpakan azab kepada orang yang tidak berdosa. Tetapi ketika kemaksiatan sudah menjamur, membudaya dan tidak ada tindakan preventif maupun kuratif dari pemerintah setempat maka azab akan ditimpakan pula kepada orang-orang yang tidak berdosa.

“Apalagi kalau pemerintah setempat menyetujui atau memberi ijin beroperasinya tempat-tempat yang mengundang maksiat, maka azab akan ditimpakan kepada orang yang tidak berdosa juga,” ucapnya.

Diibaratkan, lanjutnya, ketika ada seekor semut menggigit orang maka ketika orang tersebut mengetahui semut bersembunyi ke sarangnya, maka sarang tersebut dibakarnya. “Akibatnya, semut-semut lain yang tidak nakal, ikut terbakar,” katanya.

Untuk itu, kata kiai, Pemerintah Kabupaten harus terus memfasilitasi berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan Iman dan Takwa kepada Allah SWT. “Biarlah Brebes penuh dengan jalan yang berlobang, tetapi jangan sampai ada “lubang-lubang” yang berjalan. Jangan sampai ada lokalisasi di Brebes,” tandas kiai.

Kiai mengajak kepada seluruh pengunjung untuk bersyukur karena Kabupaten Brebes terhindar dari marabahaya. Wujud dari rasa syukur, setiap saat harus menghindarkan diri dari perbuatan maksiat dan dzolim. “Agar nikmat tidak lepas, maka harus diikat dengan syukur,” terangnya.

Peringatan Nabi Muhammad SAW yang mengambil tema memetik hikmah, merajut ukhuwah dan menuju masa depan cerah di hadiri ribuan pengunjung. Selain mauidlotul khasanah juga digelar, semaan Quran oleh 30 orang Hafidz dan Istighosah yang dipimpin pengasuh Pesanteren Darussalam Jatibarang Kidul, Kec Jatibarang Brebes KH Syeh Sholeh Basalamah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengajak kepada seluruh warga Brebes untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Termasuk meneladani pemimpin umat Nabi Muhammad SAW. Dia menjelaskan, kalau Kabupaten Brebes dalam tahun 2014 menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Jateng dan Musyawarah Jamiatul Ahlit Thoriqoh Muktabaroh An Nahdliyah (JATMAN) tingkat Jateng.

Kegiatan keagamaan, kata Bupati, menjadi agenda yang tidak terputus bagi Pemkab Brebes. “Semoga dengan ikhtiar peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT, akan membawa Brebes menjadi daerah yang baldatul toyibatun warobun ghofur, rakyat sejahtera dalam lindungan Allah SWT,” pungkas Bupati. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Senin 3 Februari 2014 23:4 WIB
LTMNU Kraksaan Kukuhkan Takmir Masjid Besar Al Istiqomah
LTMNU Kraksaan Kukuhkan Takmir Masjid Besar Al Istiqomah

Probolinggo, NU Online
Pengurus Takmir Masjid Besar Al Istiqomah Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur masa khidmat 2014-2019 secara resmi dikukuhkan oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Kraksaan H. Didik Abdul Rohim, Sabtu (1/2) malam. Pengukuhan ini digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
 <>
Pengukuhan tersebut dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan KH. Nasrullah Ahmad Suja’i beserta segenap pimpinan lembaga, lajnah dan badan otonom. Tampak pula sejumlah pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Pajarakan.
 
Pengukuhan pengurus dan takmir Masjid Besar Al Istiqomah ini disaksikan sedikitnya 120 orang meliputi unsur tokoh agama dan tokoh masyarakat dan jamaah Lailatul Ijtima’ MWCNU Kecamatan Pajarakan.
 
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH. Nasrullah Ahmad Suja’i berharap kepada pengurus dan takmir Masjid Besar Al Istiqomah yang baru dikukuhkan untuk segera melakukan sesuatu yang positif ke depan dengan memakmurkan masjid dan mensejahterakan para jamaahnya. Sehingga keberadaan masjid benar-benar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk tempat beribadah dan kegiatan keagamaan lainnya.
 
“Selama ini sebagian besar masyarakat dan pengurus masjid memiliki pemahaman bahwa masjid hanya dijadikan sebagai tempat ibadah saja. Pemahaman ini harus diluruskan oleh takmir masjid yang baru dengan mengisi masjid melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang mampu memakmurkan masjid,” ungkapnya.
 
Lebih lanjut Kiai Suja’i mengajak takmir masjid untuk mengoptimalkan peran dan fungsi pengurus dalam rangka untuk memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan keagamaan dan keilmuan. Sehingga dari masjid ini nantinya akan dapat dibangun karakter masyarakat yang Islami.
 
”Takmir masjid harus menginspirasi kita untuk melakukan pemberdayaan jamaah masjid melalui kegiatan-kegiatan ekonomi, sosial dan kemasyarakatn untuk terwujudnya masyarakat yang sejahtera lahir dan batin,” jelasnya.
 
Sementara Ketua PC LTMNU Kota Kraksaan H. Didik Abdul Rohim mengatakan bahwa takmir masjid wajib memahami dan menjalankan idaroh (manajemen), imaroh (kemakmuran) dan ri’ayah (perawatan). Selain itu juga harus bersifat dan memiliki karakter cerdas, tegas, fleksibel, kualitas dan tuntas.
 
“Saya berharap agar pengurus dan takmir Masjid Besar Al Istiqomah yang baru dikukuhkan ini mampu menjaga kemakmuran masjid dengan pengurus yang profesional di bidang idaroh, imaroh dan ri’ayah,” ungkapnya.
 
Sedangkan Takmir Masjid Besar Al Istiqomah Asis mengaku akan berupaya untuk menjalankan amanah yang telah diberikan oleh LTMNU Kota Kraksaan dengan sebaik-baiknya dengan berpedoman pada bidang idaroh, imaroh dan ri’ayah. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Senin 3 Februari 2014 22:1 WIB
Muslimat NU Karanganyar Gelar Pengajian “Road Show” dan Maulid
Muslimat NU Karanganyar Gelar Pengajian “Road Show” dan Maulid

Karanganyar, NU Online
Pengurus Cabang Muslimat NU kabupaten Karanganyar menggelar pengajian keliling yang dinamai “road show” pada masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU sekaligus memperingati maulid Nabi Muhammad Saw. Pengajian Ahad (2/2) kali ini digelar di lapangan Sumberbulu desa Pendem kecamatan Mojogedang, Karanganyar.
<>
Ketua Muslimat NU Mojogedang Nyai Muqorrobin menuturkan, pengajian road show digelar 3 bulan sekali. Nama road show dipakai sebagai daya tarik sendiri bagi Muslimat NU Karanganyar.

“Penekanan dalam nama ini, bahwa pengajian itu bukan sesuatu yang kuno. Namun pengajian adalah sesuatu yang baik dan keren,” ujar Nyai Muqorrobin.

Dipadati ribuan kader Muslimat NU, pengajian keliling ini juga dihadiri para pengurus MWCNU Mojogedang. Pengajian keliling ini menghadirkan Kiai Ma’ruf Islamuddin dari pesantren Walisongo Sragen sebagai penceramah.

Selain anggota Muslimat, warga setempat juga mengapresiasi pengajian keliling ini. Ngatmi salah satu warga desa Turirejo menuturkan, meskipun di desanya belum terbentuk ranting Muslimat NU, namun ia senang mengikuti acara seperti itu.

“Kami datang dengan bus dari desa sebelah dengan ibu-ibu yang lain karena kami semua senang dengan acara seperti ini,” ujar Ngatmi.

Saya berharap dengan acara seperti ini akan muncul kader Muslimat pada tiap daerah yang nantinya mempermudah pembentukan kepengurusan ranting Muslimat pada tiap desa yang belum ada kepengurusan, tandas Nyai Muqorrobin. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Senin 3 Februari 2014 16:30 WIB
Pelantikan IPNU-IPPNU Paseh Dihadiri Ratusan Warga Bongkok
Pelantikan IPNU-IPPNU Paseh Dihadiri Ratusan Warga Bongkok

Sumedang, NU Online
Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, menggelar pelantikan, Sabtu (1/2), di Dusun Godobos, Desa Bongkok, Kecamatan Paseh.
<>
Acara yang dirangkai dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini dihadiri ratusan warga Bongkok. Hadir dalam kesempatan ini Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dullah, Ketua PC IPNU Sumedang Salman Al-Farishi, dan Ketua PC IPPNU Sumedang Irma Ricky Siti Asiah. Hajir Marawis Nahdlatul Thulab IPNU turut memeriahkan awal acara ini.

Prosesi pelantikan diisi dengan pembacaan surat pengesahan dan ikrar pengurus. Salman Al-Farisi mengatakan, pihaknya meminta dukungan, bimbingan, dan doa dari para kiai, para pejabat, dan warga setempat yang hadir terhadap kesuksesan kinerja kepengurusan baru. “Karena pengurus IPNU-IPPNU Paseh masih dalam proses belajar,” ujar Salman.

KH Sa’dullah mengatakan, IPNU-IPPNU sebagai organisasi pelajar yang dilahirkan NU harus mendapat dukungan dari banyak pihak sehingga dapat bekerja maksimal. 

“Kita dorong untuk terus aktif di organisasi agar ke depan anak-anak kita mampu menjadi pemimpin bangsa dan tokoh agama yang mendunia,” pungkas pengasuh Pesantren Al-Hikamussalafiyyah ini. (Red: Mahbib Khoiron)

IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG