IMG-LOGO
Daerah

Kehebatan Kiai NU Mampu Tunjukkan Islam Ramah

Rabu 19 Februari 2014 20:00 WIB
Kehebatan Kiai NU Mampu Tunjukkan Islam Ramah

Kendal, NU Online
KH Ghofur Maemon Zubair menjelaskan kehebatan kiai NU yang mampu menunjukkan Islam yang moderat. Kemoderatan NU itu menyebabkan NU dapat bersinergi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
<>
Ia menyampaikan pendapat itu saat jadi narasumber halaqah kiai muda dan para habaib di Kendal Jawa Tengah, pada Ahad (16/2).

Menurut Pengurus Pusat GP Ansor yang tinggal Sarang, Rembang ini, Hadratusy Syekh K.H. Hasyim Asy’ari dan kiai-kiai pendiri NU lainnya mampu merumuskan Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) dengan brilian.

Menurut dia, kebrilianan itu terlihat dketika kiai NU mengambil rujukan mazhab yang hasilnya terlihat dalam Aswaja ala NU yang tidak keras, “radikal”, layaknya faham Wahabi yang hanya mengambil rujukan mazhab Hanbali dengan menafikkan mazhab yang lain.

NU akomodir budaya lokal

Sejalan dengan Gus Ghofur Maemon, narasumber pada sesi kedua, K.H. Muhammad Danial Royyan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kendal, mengungkapkan bahwa Aswaja NU berakar pada jalur keilmuan dan keulamaan yang mengambil “jalan tengah” atau tidak terpaku pada satu aliran madzhab, maka NU mampu mengakomodir budaya lokal yang sejalan dengan ajaran agama Islam.

Menurut penulis buku Sejarah Tahlil ini, budaya harus diarahkan untuk sesuai dengan ajaran agama Islam bukan sebaliknya, tetapi intinya NU sebagai rumah besar Aswaja serta memiliki rumusan Aswaja yang baku tetap welcome dengan budaya yang positif untuk kemudian dengan budaya tersebut dapat menggairahkan amaliyah keagamaan.

Kegiatan bertema Meneguhkan Komitmen Ke-Aswajaan (Ahlussunah wal Jamaah) dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dibuka Drs. Jabir al Faruqi, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah. Halaqah tersebut dihadiri kiai muda atau putra pengasuh pondok pesantren biasa dipanggil gus, kemudian anak muda yang menjadi pimpinan majelis taklim serta habaib muda dengan total peserta 100 orang.

Perlu diketahui, akhir-akhir ini faham Ahlussunah wal Jama’ah ala NU mendapat rongrongan dari berbagai kelompok. Ubudiyah warga Nahdliyin diserang secara psikis, mulai caci maki, dihujat, dikafirkan, bahkan mulai diserang secara fisik, seperti yang terjadi di beberapa daerah akhir-akhir ini.

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menindaklanjuti keadaan itu dengan mengadakan halaqah itu. Tujuannya untuk meneguhkan komitmen keaswajaan ala NU, menggugah ghirah berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut dekerjasamakan dengan Pesantren Sirojut Tholibin Kersan, Tegorejo, Pegandon, Kendal dengan Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jawa Tengah.

Kendal adalah wilayah yang rawan konflik sebagai akibat dari upaya kelompok-kelompok anti NKRI dan anti kemajemukan yang ingin menunjukkan eksistensinya, yang paling aktual adalah kejadian di Purwosari, Sukorejo, Kendal dan penolakan pembangunan makam di halaman Masjid Desa Gempolsewu, Rowosari, Kendal dengan biaya APBD oleh segelintir orang padahal sudah disetujui Pemerintah Desa dan Takmir Masjid setempat serta mayoritas warga. (Sukron Adin/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG