IMG-LOGO
Daerah

Ratusan Anak Jalanan Bersholawat di Alun-alun Karanganyar

Selasa 11 Maret 2014 8:0 WIB
Bagikan:
Ratusan Anak Jalanan Bersholawat di Alun-alun Karanganyar

Karanganyar, NU Online
Shalawat terbukti tak hanya diminati kalangan santri. Ratusan anak jalanan di Karanganyar pun ikut bershalawat bersama ribuan masyarakat Karanganyar di Alun-alun Karanganyar, Jawa Tengah.
<>
Para jamaah yang juga berasal dari luar Karanganyar ini sengaja datang, Sabtu (8/3) malam, untuk menggemakan salawat di Bumi Intanpari bersama Mafia Salawat pimpinan KH Muhammad Ali Shadiqin.

Uniknya, dalam acara Karanganyar Bersalawat dengan tema Manunggaling Fikiran lan Ati ing Dalem Salawat ini sebagian besar jamaah yang hadir bukan saja dari kalangan yang berpakaian busana muslim seperti pengajian pada umumnya. Kebanyakan justru memakai kaus hitam bertuliskan Mafia Salawat.

“Ini campur, ada anak jalanan dan macam-macam. Kemarin kita nyebar kaus 300 itu kurang. Jadi memang antusias sekali,” kata Wakil Ketua Mafia Salawat, Pramono Jati di sela-sela acara.

Sementara itu, Gus Ali dalam ceramahnya terus mengajak agar seluruh elemen masyarakat, termasuk anak jalanan yang telah tergabung dalam Mafia Salawat ini untuk semakin menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad saw.

Selain itu, ia juga menegaskan agar tetap mempertahankan NKRI bagaimanapun kondisinya. “Kita doakan leluhur kita. Mereka adalah akar dari bangsa ini. Jangan sampai kita lupa dan meninggalkan NKRI,” kata kiai bergaya metal ini kepada ribuan jamaah. (Ajie/Rodif/Mahbib)

Bagikan:
Selasa 11 Maret 2014 23:59 WIB
Legislator Ingatkan, Pengelolaan Dana Haji Mesti Transparan
Legislator Ingatkan, Pengelolaan Dana Haji Mesti Transparan

Pontianak, NU Online
Komisi VIII DPR RI mengingatkan pengelolaan dana haji harus dilakukan secara transparan agar masyarakat yakin mengingat potensi keuangan jamaah haji diperkirakan mencapai Rp77 triliun.
<>
"Adanya potensi keuangan dari jamaah haji tersebut, diharapkan akan meningkatkan segala fasilitas haji," kata Ketua Komisi VIII DPR RI Ida Fauziah di sela-sela pertemuan dengan jajaran Pemprov Kalbar yang dipimpin Wagub Christiandy Sanjaya di Pontianak, Senin.

Menurut dia, seringkali biaya haji turun namun pelayanan dianggap tidak maksimal.

Ia melanjutkan, dengan pengelolaan yang transparan, masyarakat juga meyakini uang mereka aman.

Tahun ini, ia menambahkan, biaya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini turun 308 dolar AS.

Berdasarkan data tersebut, maka biaya yang dikenakan jamaah haji di seluruh Indonesia mencapai 3.219 dolar AS. 

"Penurunan ini tentu menjadi salah satu tugas kinerja Komisi VIII dalam penyelesaian pengesahan anggaran BPIH dan ini jauh lebih cepat pengesahannya dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata politisi dari PKB ini menjelaskan.

Ia mengakui, penetapan dan pengesahan biaya haji berdekatan dengan jadwal pemilu.

Menjelang berakhirnya masa jabatan di DPR RI, Ida Fauziah mengatakan, ada beberapa hal yang sudah dihasilkan dalam legislasi, mengesahkan UU tentang penanganan fakir miskin, RUU zakat dan beberapa ratifikasi Konvensi Internasional.

Sedangkan yang tengah diperjuangkan diantaranya tentang RUU Jaminan Produk Halal. (antara/mukafi niam)

Selasa 11 Maret 2014 23:1 WIB
Muslimat NU Karanganyar Kembangkan Home Indrustri
Muslimat NU Karanganyar Kembangkan Home Indrustri

Karangayar, NU Online
Sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi keluarga dan masyarakat, pengurus cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah saat ini tengah mengembangkan usaha pembuatan sabun sebagai produk home indrustri.
<>
“Salah satu program unggulan kami selain optimalisasi pengkaderan melalui pengajian road show, kami juga sedang menggalakkan program home industri dengan produk sabun herbal bee ratu,” ujar Ketua PC Muslimat NU Karanganyar Hj.Suliyastuti saat dihubungi NU Online di Mojogedang, Selasa (11/3).

Tujuannya, lanjut Hj. Suliyastuti, agar para anggota Muslimat NU yang mayoritas sebagi ibu rumah tangga ini punya ketrampilan lain sehingga minimal mampu mengurangi beban ekonomi keluarga, terlebih sabun dibutuhkan sehari-hari. Selain itu ibu memiliki peran sentral di dalam keluarga terutama dalam hal mengatur keuangan.

“Dengan memiliki ketrampilan lain, maka ibu rumah tangga tidak akan mudah panik ketika harga kebutuhan pokok melambung naik, pasalnya usahanya tersebut bisa saja berperan sebagai ban serep,” imbuh kepala SMA 1 Mojogedang Karanganyar ini.

Selain itu, hasil dari penjualan produk sabun herbal bee ratu ini dipergunakan untuk kegiatan sosial yaitu sebagian diberikan kepada fakir miskin. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Selasa 11 Maret 2014 22:0 WIB
Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan
Ini Cara NU Karanganyar Mendekati Anak Jalanan

Karanganyar, NU Online
Dalam berdakwah terkadang membutuhkan pendekatan berbeda, agar tujuan dakwah lebih mengena kepada sasaran. Konsep ini pula yang coba diterapkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan GP Ansor Karanganyar.
<>
Melalui wadah Mafia Sholawat (Manunggaling Fikiran lan Ati ing Dalem Shalawat), NU dan Ansor Karanganyar mengakomodir para anak jalanan yang terdapat di seluruh kecamatan Karanganyar untuk bisa disatukan dan dididik pemahaman agamanya secara perlahan-lahan.

“Kita mengajak dari mulut ke mulut. Di jalanan itu kan banyak kelompok-kelompok seperti mereka (anak jalanan). Nah, kita ajak mereka untuk bergabung dalam Mafia Shalawat,” terang Wakil Ketua Mafia Shalawat, Pramono Jati di sela-sela acara Mafia Sholawat yang digelar di Alun-Alun Karanganyar, Ahad (8/3) malam.

Selain dari Karanganyar, anak jalanan yang tergabung dalam Mafia Shalawat juga ada yang berasal dari  luar daerah. Diantaranya, dari Ponorogo dan Bojonegoro, Demak, Sukoharjo, Sragen, dan Wonosobo.

“Harapan kita, yang penting mereka senang dengan shalawat dulu. Setelah itu nanti kita memberi arahan-arahan supaya memperkuat syariatnya,” ungkapnya.

Menurut Pramono, mayoritas dari anak jalanan yang tergabung dalam Mafia Shalawat ini memang mereka yang telah putus sekolah. Namun, beberapa diantaranya juga masih aktif sekolah.

Dengan mengajak bershalawat dan dikenalkan dengan dakwah Islam yang santun, ia yakin nantinya anak jalanan yang sebelumnya cenderung jauh dari pemahaman agama ini akan mulai membenahi diri mereka.

“Orang seperti itu kan mau salat ke masji pasti malu. Ya, makanya dengan cara seperti ini, kita berharap mereka bisa sadar pelan-pelan,” imbuh Pramono yang juga merupakan Wakil Sekretaris PCNU Karanganyar ini. (Ajie, Rodif/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG