IMG-LOGO
Puisi

Puisi-Puisi Triadi Untoro

Ahad 16 Maret 2014 09:00 WIB
Puisi-Puisi Triadi Untoro

Tentang Janji Kita
Lupakan anganmu untuk menari di atas langit
Karena hari ini aku menunggumu
Di sini, di atas nisan bertabur mawar wangi
<>Yang telah tertulis namamu rapi
Sebagai janji pertemuan kita hari ini

Purwokerto, Maret 2014

Seribu Tanda Tanya
Siapakah aku? Sebuah tanya kuberikan pada cermin waktu
Biasnya memendar bisu ketika jawab hendak dipadu
Aku pun tak tahu siapa diriku,katanya.
Benarkah aku ada? Atau aku hanya sebuah pantulan cahaya belaka?
di sini kutulis ikhwalku dengan tinta sebaris kata
bahwa aku memang tak ada

Purwokerto, Maret 2014


Ada bintang di matamu
Ingin kukatakan sebenarnya
tentang suratku kepadamu waktu itu
yang kaubuang begitu saja
tanpa kaumembacanya
bahwa ada bintang di matamu

Purwokerto, Maret 2014


Karena Aku Sendiri
Ramai itu menyenangkan
Riang dalam tawa kebahagiaan
Dan aku bersamamu ikut tertawa
Ketika kita tertinggal kereta menuju Jogja

Purwokerto, Maret 2014

Menunggu Awan
Aku ingin terbahak saja pada angsana
Mengapa engkau begitu lupa pada angin teman kita
yang dulu bersama-sama menari di ujung pagi
ketika kita lelah menyandar pada awan

lalu aku ingat pada adzan yang berkumandang
memanggil kita untuk berbaris dalam sujud penyerahan
dan kau pun ikut bersamaku di sini
tunduk dalam ketiadaan

Tiada habis aku tersenyum padamu duhai angsana
kuberikan engkau angin agar engkau menari
tetapi engkau tak pernah mengerti betapa rindunya aku
menunggu awan menjemputku ke langit ketujuh
untuk menemui Tuhan kekasih hatiku

Purwokerto, Maret 2014


Malam Yang Tertunda
Anakku mendekatlah,
Pagi ini kuberikan engkau sebuah pena dan kertas putih untuk menulis suka cita
Ingatkah dulu ananda pada kisah kita
Ketika ananda mandi di sungai bening dekat rumah kita
Sambil mencari batu kecil tanda mata kita
Bersama ibunda mencuci pakaian di atas batu papan bersama kita

Anakku mendekatlah,
Siang ini kuberikan engkau sebuah cat dan kanvas puti huntuk melukis suka cita
Ingatkah dulu ananda pada kisah kita
Ketika ananda menghafal nazam alfiah di surau kecil dekat rumah kita
Hingga tertidur lelap karena asyiknya
Bersama ibunda mengantar pulang ananda

Anakku mendekatlah,
Malam ini kuberikan engkau sebuah lentera
Sebagai penerang ke rumah guru mengaj ikita
Agar engkau belajar menjadi seorang yang berjiwa sederhana
Bersamaku di dalam rumah kecil kita
Karena ibunda kini telah tiada

Purwokerto, Maret 2014

Triadi Untoro, lahir di Jakarta 1978, pernah kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.  Penggiat di komunitas Pendopo Buku. Sekarang tinggal di kota Purwokerto. Twitter @triadiuntoro

Bagikan:
IMG
IMG