Unicef Indonesia Kunjungi Kiai NU di Brebes

Brebes, NU Online
Spesialis komunikasi United Nations Children's Fund (Unicef) PBB yang ada di Indonesia, Iwan Hasan, mengunjungi beberapa kiai NU di Brebes, Jawa Tengah, antara lain di Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Tanjung, MWCNU Larangan, dan MWCNU Wanasari, serta Pesantren Assalafiyah Luwungragi.
<>
Kunjungan sehari yang dilakukan pada Senin (24/3 ) ini untuk melihat langsung bagaimana para pemuka agama  yang pernah mengikuti pelatihan menyampaikan pesan kesehatan ibu dan gizi khususnya masalah stunting (balita pendek).

“Perlu alat peraga pembelajaran saat sosialisasi karena media ini sangat dibutuhkan  bagi masyarakat, sementara ini yang dipakai hanya model penyuluhan di pengajian dan tanya jawab” ujar Sholikhin, sekretaris MWC NU Tanjung.

Ustadz Sholikhin juga menuturkan sudah melakukan koordinasi dengan pejabat di Kecamatan Tanjung dan juga sosialisasi di desa-desa di wilayah Tanjung terutama di pengajian jamaah ibu-ibu. Salah satu kendala ketika menyampaikan masalah kesehatan ibu dan anak di daerahnya karena dianggap bukan pakar yang membidangi dalam bidangnya. Namun, menurutnya, ini adalah bagian dari upaya ulama untuk membantu program pemerintah.

“Gerakan 1000 hari pertama kehidupan, ibu memberikan kolostrum dan memberikan air susu ibu (ASI ekslusif) kepada bayi sangat penting biar kekebalan tubuh dan kesehatan bayi terjamin karena ini bagian pemenuhan hak anak,” ujar Ustadz Tarmidzi.

Dunarso dari MWC NU Larangan juga menuturkan pengalamannya sebagai peserta yang sudah mendapatkan pelatihan stunting yang diselenggarakan Lembaga Kesehatan NU (LKNU) di Benda, Sirampog, Brebes. Baginya, pelatihan yang diterima sangat membantu dalam tugasnya sebagai tokoh agama apalagi sebagai lebe di desa Siandong kepada masyarakat terutama saat pengajian.

“Ada 4 acara yang biasa digunakan untuk menyampaikan sosialisasi, yaitu saat pernikahan, 4 bulan kehamilan, 7 bulan kehamilan dan aqiqah. Hasil pelatihan yang ada sangat aplikatif dan sejalan dengan nilai-nilai islam.

“Satu sedotan bayi dari susu ibu dapat menghapus dosa ibu sehari. Bila bayi disusui selama 40 hari dari sejak lahir tanpa diberikan apapun selain ASI (termasuk air, madu, pisang) membuat usus bayi bisa kuat. Jarak kehamilan bagi ibu sebaiknya 30 bulan. Hal ini sesuai anjuran dalam hadits Nabi,” ujar KH. Subhan Makmun selaku ulama kharismatik di Brebes, pengasuh  Pesantren Assalafiyah Luwungragi. (Red: Mahbib)

BNI Mobile