Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Jakarta, NU Online
Kemajuan berdemokrasi di Indonesia sangat diakui banyak kalangan, bahkan hingga mancanegara. Meski demikian, yang terjadi saat ini masih miskinnya prilaku para politisi. Politisi kita masih belum mampu menjadi negarawan yang beradab, berakhlak. Mereka masih suka menggunakan intrik-intrik politik demi kekuasaan.
<>
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada para pemimpin partai politik dan ratusan hadirin seusai memimpin istighotsah di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jalan Mohammad Kahfi I No 22 Cipedak-Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Meski demikian, dibanding dengan yang yang terjadi di Timur Tengah, kondisi di Indonesia masih lebih baik. “Kita sangat prihatin dengan tragedi yang menimpa Suriah. Di sana hampir 180 ribu nyawa melayang sia-sia. Di Iraq, bahkan hampir 700 ribu. Sementara di Afghanistan yang 100 persen penduduknya muslim, 99 persen Sunni, hanya 1 persen Syiah, tiap hari justru berperang,” ujar Kiai Said.

Hal ini terjadi, lanjutnya, karena antara Islam dan Nasionalisme belum ada titik temu. Masing-masing masih dipertentangkan satu sama lain. “Kita beruntung sekali. Di Indonesia jauh sebelum merdeka semua sepakat bentuk negara kita nasionalis. Jadi, syariat tidak untuk diformalkan. Tapi diamalkan,” ujarnya yang langsung disambut aplaus hadirin.

“Yang Kedua, di Timur Tengah tidak ada ormas. Tidak ada kekuatan civil society yang mampu mengayomi masyarakat. Di Indonesia, kita punya NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, PUI, DDII, dan masih banyak yang lain. Ini jika dijumlah anggotanya ada 123 juta. Inilah kemudian yang melatarbelakangi berdirinya POI,” katanya.

Menyinggung masalah istighotsah, Kiai Said menjelaskan, tradisi ini pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika bersama hanya 314 pemuda yang dengan gagah berani mengalahkan 1000 tentara kafir Quraisy. “Berkah Istighotsah, pasukan Nabi yang sedikit itu dengan senjata apa adanya mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang dipimpin Abu Jahal. Padahal mereka bersenjata lengkap,” paparnya.

Kang Said berharap Pemilu 2014 yang digelar dua hari lagi berlangsung aman dan sukses. “Mudah-mudahan pemilu besok dapat memberi keberkahan bagi Bangsa Indonesia. Tentang siapa yang menang, sebagai orang yang beriman, kita musti kembali kepada al-Qur’an yang menegaskan siapa yang menang siapa yang kalah, tidak lepas dari desain Allah,” tegas kiai asal Cirebon ini. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

BNI Mobile