IMG-LOGO
Nasional

Seruan PB PMII Terkait Pemilu 2014


Selasa 8 April 2014 20:39 WIB
Bagikan:
Seruan PB PMII Terkait Pemilu 2014

Kelangsungan suatu negara yang aman, adil dan beradab dimulai dari Pemilu yang jujur, adil dan bebas, tanpa tekanan dan intimidasi. Suatu mekanisme yang kita sepakati bersama dalam memilih calon pemimpin pemerintahan.
<>
Pemilu harus menghasilkan orang-orang terbaik dan bijaksana, di tingkat pusat maupun daerah. Melalui wakil rakyat di DPR, DPRD dan DPD. hasil Pemilu tersebut merupakan wujud aspirasi dan kepentingan masyarakat yang dapat direalisasikan melalui pembuatan kebijakan untuk peningkatan kesejahteraan.

Pemilu 2014 telah menghabiskan biaya 22 Triliun Rupiah, uang sebanyak itu digelontorkan untuk menjadikan Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemilu dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Pada Pemilu 9 April nanti, ada 12 partai dan tiga partai lokal yang akan bertarung, Ada 185.822.507 jiwa pemilih tetap per Februari 2014, kemudian bertambah menjadi 186.569.233 jiwa per 24 Maret 2014, dengan 2,1 juta pemilih di luar negeri. Ada 93.418.119 jumlah pemilih laki-laki per 24 Maret 2014 dan 93.151.087 jumlah pemilih perempuan per 24 Maret 2014. Ada 900.000 lebih jiwa daftar pemilih khusus pada Akhir Maret 2014.

Ada 200 ribu calon anggota legislatif, 19.699 total kursi yang diperebutkan secara nasional; 560 kursi  DPR,  132 kursi DPD, 2.112 kursi DPRD Provinsi, 16.895 kursi DPRD kabupaten/kota.  Ada 2.471 total daerah pemilihan secara nasional, 77 daerah pemilihan DPR, 33 daerah pemilihan DPD, 259 daerah pemilihan DPRD Provinsi, 2.102 daerah pemilihan DPRD kabupaten/kota. Ada 546.278 tempat pemungutan suara di dalam negeri dengan 3.823.946 petugas TPS, 1.092.556 petugas perlindungan masyarakat, dan 130 titik penyelenggaraan pemilu di luar negeri dan ada 758.498.943 lembar surat suara senilai Rp 300 miliar yang dicetak.

Semua itu dilakukan untuk membuat pemilu kita berkualitas dan menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Oleh karena itu PMII sebagai organisasi kemahasiswaan dengan ini menyatakan:
1.    Jumlah DPT 186.569.233, masih belum menjamin hak pilih setiap warga negara buktinya masih banyak pemilih yang belum terdaftar, dan masih ada jutaan warga yang identitasnya tidak lengkap dan tingkat partisipasi pemilih luar negeri yang terus berkurang. Hal ini menimbulkan banyak spekulasi manipulasi data DPT, di dalam maupun luar negeri

2.    Pelanggaran yang terjadi oleh peserta pemilu pada saat tahapan kampanye terbuka juga tak kunjung dikenakan sanskinya, seperti pelanggaran pelibatan anak dalam kampanye, pemasangan alat praga yang tidak pada tempatnya, iklan kampanye yang melebihi batas ketentuan dan minimnya gagasan dalam berkampanye yang semua hampir diisi hanya untuk hiburan dan bagi bagi uang belaka. Hal ini bukan hanya tidak mendidik, tidak kreatif bahkan juga menimbulkan apatisme rakyat terhadap kualitas pemilu 2014  

3.    Maraknya praktek politik uang dan barang yang terjadi pada masa kampanye dan masa tenang.

4.    Penyelenggara KPPS yang masih dipertanyakan independensinya.

5.    Putusan MK yang membolehkan hasil survey atau hitung cepat kini boleh mempublikasikan hasil pemilihan umum (Pemilu) 2014 tanpa harus diatur waktu, jelas ini akan mempengaruhi opini publik dan masyarakat sepenuhnya meragukan hal tersebut, kekhawatiran survey atau hasil hitung cepat digunakan oleh kelompok tertentu.

6.    Pengawasan pemilu masih tebang pilih

7.    Sosialisasi pemilu yang tidak maksimal terutama terhadap pemilih pemula dan kelompok marjinal.

8.    Terlambatnya distribusi logistik oleh KPU, terutama formulir C6  

9.    Tidak maksimalnya peranan bawaslu dalam menindak para pelanggar aturan.

10.    Tidak maksimalnya peranan Relawan demokrasi dan sejuta relawan dalam menjadikan pemilu 2014 lebih berkualitas.

11.    Tidak terjaminya hak politik para peyandang disabilitas terbukti tidak adanya tamplate suara untuk suara memilih legislatif (DPRD I, DPRD II dan DPR RI).

Problem di atas menjadi tugas kita bersama untuk menyempurnakannya, masih ada waktu untuk KPU dan Bawaslu di setiap tingkatan untuk kembali memastikan proses pemilu berjalan lebih berkualitas.

Oleh karena itu, tugas utama kader PMII di seluruh Indonesia adalah ;

1). Agar menggunakan hak pilihnya, serta tidak golput untuk menghasilakn pemilu yang berkualitas,

2). Terlibat dalam mengawasi dan memantau proses berjalannya pemilu, serta melaporkan semua kecurangan yang ditemukan,

3). Membuka posko-posko pengaduan pelanggaran pemilu,

4). Di semua tingkatan PMII diseluruh Indonesia agar terlibat aktif dalam menghasilkan pemilu yang berkualitas, dengan menghasilakan calon-calon legislatif yang berintegritas.     


SALAM PERGERAKAN

Jakarta, 08 April 2014



ADDIN JAUHARUDIN

KETUA UMUM PB PMII

Bagikan:
IMG
IMG