IMG-LOGO
Daerah

Wacana Koalisi Partai Islam, Tidak Substansial


Senin 21 April 2014 12:03 WIB
Bagikan:
Wacana Koalisi Partai Islam, Tidak Substansial

Bukittinggi, NU Online
Wacana sebagian pimpinan partai politik Islam atau partai berbasis Islam untuk membentuk koalisi dianggap tidak akan mencerminkan politik Islam secara prinsip dan substantif. Tujuan koalisi partai Islam dalam mewujudkan pemerintahan tetap satu, kekuasaan.
<>
Demikian dikatakan Ketua PKC PMII Sumbar Afriendi Sikumbang dalam diskusi bertajuk, “Menakar Arah Peta Politik Partai Islam Pascapemilu Legislatif” di aula Walikota Bukittinggi, Jumat (18/4).

Koalisi kekuasaan, lanjut Afriendi, jauh sekali dari koalisi kebangsaan dan kerakyatan yang lebih substanstif. Koalisi seperti ini pada gilirannya akan membentuk kekuatan politik korup yang menyalahgunakan wewenang demi kementingan pribadi atau kelompok.

“Koalisi seperti ini baik partai Islam maupun nasionalis memiliki kelemahan. Inti perpecahannya justru ketika bagi-bagi kekuasaan itu sendiri,” kata Afriendi dalam diskusi yang diselenggarakan PC PMII kota Bukittinggi.

Hadir sebagai pembicara diskusi, tiga akitivis OKP Mahasiswa Islam di Sumbar, PKC PMII Sumbar, Badko HMI Sumbar, dan PW KAMMI Sumbar.

Ia melihat tidak adanya pemimpin yang kuat dari partai Islam. “Kalau koalisi ini dipaksakan, kita tentu berharap koalisi itu adalah koalisi substansial bagaimana para politisi Islam mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip politik Islam dalam kehidupan bernegara untuk membangun agama, bangsa dan negara mewujudkan Islam bagi sekalian alam.”

Sedangkan Ketua Umum Badko HMI Sumatera Barat Puli Andri yang jga menjadi narasumber mengatakan, koalisi partai Islam bukan solusi bagi umat Islam Indonesia karena dari segi ideologi beberapa partai yang ada berasal dari basis ormas Islam yang pada dasarnya punya paham dan ideologi tersendiri.

Karenanya, koalisi mudah bubar ketika nanti berebut kekuasaan menteri. Aktivis asal Pasaman ini meminta agar koalisi yang dibangun adalah koalisi kebangsaan yang lebih berpihak pada rakyat. “Jika hanya untuk bagi-bagi jabatan oleh pimpinan-pimpinan parpol Islam, sebainya koalisi tidak perlu dipaksakan.”

Diskusi publik, pelantikan dan peringatan harlah ke-54 PMII dihadiri puluhan kader PMII, alumni, PCNU, serta utusan BEM dan OKP mahasiswa yang ada di kota Buktiinggi. Diskusi ini dimoderatori Khumaidi, Ketua PC PMII Buktttinggi yang baru dilantik. (Dina Oktavia/Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG