IMG-LOGO
Internasional

Muslim Amerika Mampu Raih Simpati Publik

Kamis 1 Mei 2014 0:19 WIB
Bagikan:
Muslim Amerika Mampu Raih Simpati Publik

Yogyakarta, NU Online
Komunitas Muslim Amerika Serikat dapat menepis stigma negatif terhadap mereka dan mampu meraih simpati dari kebanyakan warga negara tersebut.
<>
"Komunitas kami terus tumbuh dan semakin terintegrasi dengan masyarakat Amerika Serikat (AS)," kata anggota Komunitas Muslim AS, Jaye Starr di Yogyakarta, Selasa.

Pada kuliah umum di depan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), ia mengatakan selama ini muncul anggapan bahwa Muslim di AS cenderung dibenci dan diperlakukan secara diskriminatif.

"Namun, faktanya itu hanya dialami sebagian kecil Muslim, sedangkan komunitas kami terus tumbuh dan semakin terintegrasi dengan masyarakat AS," katanya.

Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 6-7 juta warga Muslim yang hidup di AS dengan jumlah masjid sebanyak 2.100 buah yang tersebar di seluruh AS.

"Bahkan di Kota Chicago dan California terdapat Islamic Center yang memberikan pendidikan Islam kepada para muallaf," katanya.

Ia mengatakan salah satu permasalahan yang mereka hadapi adalah besarnya keingintahuan warga AS terhadap Islam yang sebenarnya.

"Pascaperistiwa 11 September 2001, banyak warga AS yang bertanya-tanya apakah benar ada agama yang melegalkan pembunuhan dan penghancuran seperti itu," katanya.

Menurut dia, mereka antusias ingin mengtahui tentang Islam. Namun, sumber yang ada sangat terbatas, dan kalau pun ada isinya cenderung malah memojokkan Islam.

Komunitas Muslim AS akhirnya menyadari pentingnya menyebarluaskan pengetahuan tentang wajah Islam yang benar kepada para tetangga yang notabene non-Muslim.

Komunitas Muslim AS kemudian mulai aktif menjalin keterbukaan dan membina hubungan yang lebih erat dengan komunitas keagamaan lain di AS.

"Hal itu sangat penting karena di luar, juga ada kelompok yang terus berupaya menyuburkan benih-benih Islamophobia di tengah warga AS," katanya. (antara/mukafi niam)

Bagikan:
Senin 28 April 2014 15:3 WIB
Kuba Segera Miliki Masjid Pertama
Kuba Segera Miliki Masjid Pertama

Havana, NU Online
Pemerintah Kuba menyetujui harapan Muslim di negeri tersebut untuk memiliki masjid dengan bantuan dana dari Pemerintah Turki setelah kunjungan delegasi dari Yayasan Urusan Agama Turki (Turkey’s Religious Affairs Foundation (TDV)), ke Pulau Karibia.
<>
“Kami pikir masjid sangat pas didirikan di daerah bersejarah Havana dengan lingkungan yang berarsitektur Eropa,” kata Yuksel Sezgin, penasehat dari (TDV, kepada Vocative, Jum’at (25/4).

Masjid tersebut didesain sesuai dengan model masjid Ortakoy yang terkenal di Istanbul. Masjid ini seluas 32.300 kaki persegi atau 9845.04 meter persegi dan akan mampu menampung 500 jamaah. Terdapat sekitar 3500 Muslim di Havana. Pembangunannya ditargetkan selesai dalam 1 tahun. Tanah untuk pembangunan masjid ini sudah disiapkan oleh otoritas setempat. 

Karena tidak ada masjid yang tersedia, sebagian besar Muslim Kuba menjalankan sholat di rumah masing-masing atau Jum’atan di ruang keluarga Pedro Lazo Torre, pemimpin komunitas Muslim Havana.

Luis Mesa Delmonte, profesor yang membidani kajian Timur Tengah di El Colegio de Mexico di Mexico City, mengatakan, pemerintah presiden Raul Castro setuju pembangunan masjid ini sebagai upaya keterbukaan lebih luas dari sistem komunis.

“Ide pembangunan masjid telah disetujui beberapa tahun lalu, tetapi idenya dibangun dengan sumber daya nasional,” kata Delmonte dalam emailnya.

“Tampaknya kondisi ekonomi menyulitkan untuk mewujudkan rencana tersebut.”

Rencana tersebut merupakan bagian dari proyek lebih luas dari TDV untuk membangun masjid yang tinggal di Karibia. Sebuah proyek yang sama di Haiti akan selesai pada tahun ini. (onislam/mukafi niam)

Senin 28 April 2014 8:4 WIB
Tak Ikhlas Perdamaian Fatah-Hamas, Israel Batalkan Perundingan
Tak Ikhlas Perdamaian Fatah-Hamas, Israel Batalkan Perundingan

Washington, NU Online
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Ahad, Israel tidak akan berunding dengan pemerintah persatuan Palestina kecuali jika Hamas mengumumkan pengakuannya atas Israel.
<>
Netanyahu mengatakan, tindakan yang disukai agar negosiasi perdamaian kembali ke jalurnya adalah Presiden Palestina Mahmud Abbas meninggalkan Hamas, yang piagamnya menetapkan penghancuran Israel, lapor AFP.

"Hamas membatalkan penghancuran Israel dan mengupayakan perdamaian serta meninggalkan teror, atau Presiden Abbas meninggalkan Hamas," kata Netanyahu dalam pernyataan di acara CNN State of the Union.

"Jika salah satu dari hal-hal itu terjadi, maka kami bisa kembali ke negosiasi perdamaian. Saya berharap ia (Abbas) meninggalkan Hamas dan kembali ke meja perundingan, seperti yang baru saja saya katakan. Bola ada di tangannya," katanya.

Netanyahu menangguhkan perundingan perdamaian yang gontai dengan Palestina pekan lalu setelah Abbas dan Hamas setuju membentuk pemerintah persatuan.

Pernyataan Netanyahu itu disampaikan setelah Abbas, dalam pernyataan Sabtu kepada para pemimpin PLO, mengatakan, pemerintah persatuannya dengan Hamas akan menolak kekerasan dan mematuhi perjanjian-perjanjian yang ada.

Abbas juga mengatakan, Ahad, Holocaust merupakan tindakan paling keji terhadap kemanusiaan di era modern -- pernyataan yang paling keras sejauh ini terhadap pembantaian Nazi itu.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas. Kini kedua kubu tersebut telah melakukan rekonsiliasi.

Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.

Israel dan kelompok pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza terlibat dalam perang delapan hari pada November 2012 yang menewaskan 177 orang Palestina, termasuk lebih dari 100 warga sipil, serta enam orang Israel -- empat warga sipil dan dua prajurit.

Kekerasan itu meletus pada 14 November 2012, dengan pembunuhan komandan militer Hamas Ahmed Jaabari oleh Israel.

Selama operasi delapan hari itu, militer Israel menyatakan telah menghantam lebih dari 1.500 sasaran, sementara pejuang Gaza menembakkan 1.354 roket ke Israel, 421 diantaranya disergap oleh sistem anti-rudal Iron Dome.

Perjanjian gencatan senjata Hamas-Israel dicapai pada 21 November 2012, sehari setelah diplomasi bolak-balik yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary dan Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon -- yang tercoreng oleh kekerasan lintas batas yang semakin mematikan antara Israel dan para pejuang di Gaza. (antara/mukafi niam)

Senin 28 April 2014 5:1 WIB
Episode Baru PCINU Pakistan
Episode Baru PCINU Pakistan

Oleh Firman Arifandi

Sudah merupakan tradisi yang sejak lama bergulir, bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sarat dengan pendekatan-pendekatan intelektual dan sosial kemasyarakatan guna mensyiarkan Islam yang tasamuh rahmatan li-alamin. Hal ini juga menjadi pedoman kami, Pengurus Cabang Istimewa  Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan dalam menjalankan program kerja di negeri Ali Jinnah ini.<>

PCINU Pakistan merupakan wadah organisasi NU di Pakistan yang berdiri pada tanggal 28 Mei 2005 dan diresmikan oleh Rais Syuriah DR. KH. M. Mashuri Naim, MA. Peresmian yang juga diisi dengan sumpah pengurus tersebut disaksikan oleh Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH Hasyim Muzadi dan Duta Besar RI untuk Pakistan H. Anwar Santoso serta para pejabat KBRI dan masyarakat Indonesia di Islamabad.

PCINU Pakistan yang diresmikan adalah Muhammad Niam, LLM selaku Musytasyar, Reza Muhammad, Lc selaku Rais Syuriah dan M. Sodiq Ahmad, Lc selaku Ketua Tanfidziah untuk masa jabatan 2005-2006.

Salah satu tujuan penting diresmikannya PCINU Pakistan adalah untuk mensinergikan program yang bertujuan memberdayakan kader muda NU. PCI-NU Pakistan yang semula hanya berbentuk paguyuban komunitas NU merubah diri menjadi PCI-NU untuk lebih memperkuat hubungan struktural dengan PBNU di Jakarta. Masyarakat NU di Pakistan menyebar tidak hanya di Islamabad, namun juga di kota-kota lain seperti Lahore, Karachi dan Rawalpindi terdiri dari para mahasiswa yang menuntut ilmu di Pakistan dan beberapa pekerja Indonesia di lembaga asing di Pakistan.

Sepanjang perjalanannya sejak diresmikan, tak sedikit agenda yang dihelat dan tak lepas dari nuansa keilmuwan, kekeluargaan, dan semangat kenusantaraan. Karena mayoritas warga NU di Pakistan adalah mahasiswa yang notabene menempuh jurusan agama seperti ushuluddin dan fakultas syariah, maka tak jarang mereka menggelar acara diskusi keilmuwan, bahtsul masail, dan lain sebagainya yang memang sengaja dikemas untuk seluruh warga Indonesia di Pakistan dan tidak bersifat eksklusif. Selain itu, acara-acara yang bertujuan mempererat tali persaudaraan antar WNI dan bersifat santai juga kerap digelar seperti tabadul hadayah, Jalan santai berhadiah, perlombaan anak-anak, NU Cup, dan lain-lain sehingga NU di mata WNI dirasa sangat dekat dan bersahabat tidak hanya antar sesama muslim tapi juga semua.

Namun perjalanan yang maksimal ini sempat  mengalami masa kevakuman beberapa waktu dikarenakan beberapa hal. Yakni pada pertengahan tahun 2010 pasca kejadian pemboman di kampus International Islamic University yang menelan belasan korban, dan kemudian berdampak pada kebijakan pemerintah untuk memperketat regulasi di bidang imigrasi. Sehingga terasa sekali susahnya mendapat visa study ke Pakistan.

Sementara para pelajar dan mahasiswa yang kerap mewarnai pergerakan NU di Pakistan juga sedikit demi sedikit kembali ke tanah air karena masa studynya telah usai. Masa kevakuman ini berlangsung selama kurang lebih tiga tahun dengan kuantitas SDM yang sangat minim sekali, namun NU masih ada dan eksis dengan segala kegiatannya yang sederhana di internal.

Pada akhir tahun 2012 intensitas kehadiran mahasiswa baru mulai kembali dirasakan dan mahasiswa berlatarbelakang NU juga mulai nampak terlihat antusiasnya untuk membentuk aktivitas pada interes yang sama. Mulailah sejak enam bulan setelahnya, yakni tepatnya pada Agustus 2013 kumpulan mahasiswa ini sepakat untuk menggelar yasinan dan kajian rutin setiap malam jum’at bergilir di setiap asrama. Ide terus bergulir hingga akhirnya komunitas NU kembali bisa merangkul masyarakat Indonesia secara keseluruhan dengan menggelar pengajian mingguan ke rumah-rumah.

Atas inisiasi bersama, akhirnya mahasiswa berlatarbelakang NU yang berjumlah 25 orang setelah berkonsultasi dengan senior yang ada dan masyarakat yang telah lama tinggal di Pakistan, semuanya sepakat untuk melanjutkan roda organisasi PCI-NU Pakistan yang sempat mengalami masa surut.

Untuk memaksimalkan kerja usaha membangun komunikasi, rencana dan strategi maka PCI NU Pakistan penting  untuk dilanjutkan. Lembar episode baru kini mulai ditoreh kembali setelah para warga Nahdliyin di Pakistan yang terdiri dari segala elemen WNI, mereka kembali menggelar Konfercab NU pada bulan februari 2014 yang saat itu berhasil membentuk formatur dewan Suriah dan pengurus Tanfiziyah yang baru untuk masa Bhakti 2014-2015.

Berawal dari pengajian dan tahlilan rutin setiap malam Jum’at di hostel kampus IIUI sejak pertengahan tahun 2013 lalu, dipupuk rasa kebersamaan antar mahasiswa, hingga saat ini PCI-NU Pakistan dan warganya kembali merangkul masyarakat Indonesia secara keseluruhan dengan bergilir menggelar yasinan, tahlil dan dilanjutkan dengan kajian kegamaan dari rumah ke rumah. Hal ini dibentuk demi menghidupkan dua aspek penting yaitu menyambung silaturahim dan atmosphere keagamaan.

Beberapa waktu lalu, pada tanggal 2 Maret 2014 Lakpesdam yang dikomandoi oleh saudara Hasanuddin Tosimpak, S.Pd.I menggelar acara nonton bareng alias nobar film Sang KIai mengundang segenap mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Islamabad. Nobar ini dimaksudkan untuk merefleksikan kembali perjalanan kalangan santri dan ulama yang mewarnai proses menuju kemerdekaan Indonesia. Hadir dalam acara tersebut, ketua PIP-PKS Pakistan, saudara Irfan Abdul Aziz, ketua Pengurus Muhammadiyah cabang Pakistan saudara Hatta Fahamsyah, dan perwakilan PERSIS cabang Pakistan saudara Emha Hasan Saifullah. Bedah film dipresentasikan oleh rais Syuriah NU Pakistan saudara Ahmad Badruddin, Lc.

Tak kalah pentingnya, badan otonom Fatayat NU yang merupakan wadah untuk mengoptimalkan gerakan muslimat pada khususnya, juga menggelar kegiatan yang berkaliber unggul. Hingga saat ini program yang rutin mereka gelar adalah kajian mingguan dan satu program yang melibatkan masyarakat Indonesia di Pakistan bernamakan DKI (Daily Khotmil-Qur’an Islamabad), yakni merupakan program mengaji harian untuk membiasakan setiap orang bisa mengkhatamkan satu juz dalam sehari, targetnya agar setiap individu tak lepas kesehariannya dari Qur’an sebagai pedoman dan kemudian mentadaburinya. Program DKI ini dikoordinir oleh saudari Fina Fandini, S.Pd.I dan saudari Ummi Salamah S.Pd.I

Dalam bidang pengembangan  sumber daya masyarakat yang dipegang oleh Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Masyarakat) PCI-NU Pakistan akan berkonsentrasi menggelar kajian-kajian bertemakan Islam dan nusantara, menggelar bahtsul masail terhadap fenomena-fenomena kontemporer. Selain itu, Lakpesdam juga berkonsentrasi memfasilitasi  paham ke NU-an untuk warganya dalam program orientasi NU yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Pada tanggal 2 Maret 2014 lalu, Lakpesdam juga telah menggelar pelatihan penggunaan almaktabah as-syamilah dan metodologi penelitian berbasis teknologi digital yang digelar untuk umum dan pada mahasiswa khususnya.

Demikianlah progress seputar PCINU Pakistan pasca konfercab pada Februari kemarin, lembaran baru telah dimulai harapannya ke depan kita mampu bersinergi bersama seluruh masyarakat Indonesia dan seluruh instansi Indonesia di Pakistan dalam menerapkan program bersama demi membangun solidaritas dan menumbuhkan kecintaan pada tanah air dan agama.

 

Firman Arifandi, Ketua PCINU Pakistan

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG