IMG-LOGO
Daerah

Penulis Berkualitas Seperti Mahbub Djunaidi Susah Dicari


Jumat 23 Mei 2014 22:00 WIB
Bagikan:
Penulis Berkualitas Seperti Mahbub Djunaidi Susah Dicari

Solo, NU Online
Buku novel “Dari Hari ke Hari” karya tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Mahbub Djunaidi, bakal dibedah di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Solo, Sabtu (24/5) besok pukul 09.30 – 12.00 WIB. Acara ini merupakan hasil kerjasama Majalah Surah, Majalah Serambi dan Ikatan Pelajar Madrasah Al-Muayyad.
<>
Panitia penyelenggara dari Majalah Surah, Ahmad Ubaydillah menerangkan, kemampuan menulis seperti Mahbub Djunaidi sukar dicari lagi. Ia mampu menulis beragam cara mulai cerpen, drama, puisi, kolom dan menerjemahkan bahasa asing.

Dan yang paling penting, kata Ubay, meski dengan ragam kemampuan, kualitas menulis Mahbub tetap terjaga. Buktinya, meski ia lebih dikenal kolumnis, novelnya Dari Hari ke Hari memenangkan sayembara roman Dewan Kesenian Jakarta tahun 1974, “Dan jangan lupa humor Mahbub. Susah sekali menulis dengan humor,” ungkapnya.   

Ubay menambahkan, karena karya-karya pendekar pena tersebut susah di pasaran, Surah berupaya menerbitkannya kembali. Kemudian dibedah di pesantren-pesantren dan komunitas sastra.

Menurut dia, tak lain Majalah Surah bertujuan untuk menunjukkan salah satu karya bernas, kemudian dipelajari bagaimana caranya ia menulis.

Seleain di AL-Muayyad, novel tersebut telah dibedah di Cerebon, Sumenep, UIN Jakarta, UI Depok, Pesantren Tebuireng. Juga masih akan dibedah lagi di beberapa kota.

Bedah buku juga akan diramaikan dengan beberapa penampilan. “Nanti akan ditambahi beberapa penampilan dari santri-santri Al-Muayyad,” terangnya saat dihubungi NU Online, Jumat (23/5).

Dalam acara bedah buku tersebut, akan mendatangkan beberapa pembicara di antaranya Han Gagas (kritikus sastra), Heri Priyatmoko (Sejarawan Solo), dan Syafawi Ahmad (penikmat sastra). Sedangkan moderator akan dipandu oleh Zakky Zulhazmi dari Majalah Surah.

Pihak dari Al-Muayyad menyambut baik acara ini. Menurut Miftahul Abrori, salah satu pegiat jurnalis di Pesantren Al-Muayyad berharap dari acara ini akan memunculkan inspirasi kepada para santri. Selain itu, juga dapat mengenalkan sosok Mahbub Djunaidi kepada mereka.

“Saya termasuk orang yang terlambat mengenal Mahbub tapi mengetahui biodatanya dan membaca novel karyanya Dari Hari ke Hari, saya merasa generasi penulis dari Nahdliyin yang sekualitas Mahbub, sangatlah jarang,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG