IMG-LOGO
Daerah

Nabi Isa As Ingin Menjadi Umat Nabi Muhammad SAW


Senin 16 Juni 2014 17:03 WIB
Bagikan:
Nabi Isa As Ingin Menjadi Umat Nabi Muhammad SAW

Kudus, NU Online
Dalam selapanan Fatayat NU di dukuh Kalilopo, desa Klumpit, kecamatan Gebog, Kudus, Kiai Maksum menyebutkan sejumlah keutamaan di bulan Sya’ban, Ahad (15/6). Kiai Maksum bercerita di mana Nabi Isa As berharap menjadi umat Nabi Muhammad Saw. Dengan menjadi umatnya, Nabi Isa As akan mengalami malam-malam Sya’ban yang penuh berkah.
<>
Di hadapan kader Fatayat NU, Kiai Maksum mengawali cerita, ketika berada di sebuah gunung, Nabi Isa As terkagum menemukan sebuah batu permata dengan ukuran besar yang menampakkan cahaya gemerlap dan berkilauan.

Firman Allah kepada Nabi Isa kemudian, “Masih ada lagi makhluk yang lebih mengagumkan lagi ketimbang batu permata.” Sesaat setelah Nabi Isa meminta diperlihatkan makhluk itu, seketika batu besar permata besar itu terbelah. Di dalamnya seorang lelaki sangat tua sedang shalat.

“Usai shalat, Nabi Isa bertanya sudah berapa lama beribadah dalam batu. Lelaki itu menjawab, ia telah beribadah selama 400 tahun,” ujar Kiai Maksum membuat para hadirin terheran.

Kiai Maksum di area selapanan yang diadakan di rumah sahabat Shofiyanah melanjutkan, Nabi Isa lalu bertanya kepada Allah, “Ya Allah, adakah makhluk-Mu yang lebih mulia dibandingkan orang yang telah beribadah selama 400 tahun di dalam batu permata ini?”

Allah menjawab, “Tentu ada. Menjelang hari akhir kelak, akan datang utusan-Ku yang terakhir, namanya Muhammad. Jika ada umatnya yang mengalami malam Nisfu Sya’ban lalu melakukan sholat sunah mutlak dua rekaat, maka kemuliannya melebihi orang di dalam batu permata ini.”

Menanggapi jawaban Allah, Nabi Isa akhirnya berkeinginan menjadi salah seorang umat Nabi Muhammad SAW. “Jika seperti itu, maka jadikanlah saya ini sebagai bagian dari umat Nabi Muhammad.”

Allah kemudian mengabulkan doa Nabi Isa. Menjelang Hari Kiamat kelak, Nabi Isa akan turun dan mengikuti syari’at Nabi Muhammad Saw,” tandas Kiai Maksum menerangkan keutamaan bulan Sya’ban. (Istahiyah/Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG