IMG-LOGO
Daerah

Amil Zakat Harus Disahkan Pemerintah

Rabu 2 Juli 2014 12:2 WIB
Bagikan:
Amil Zakat Harus Disahkan Pemerintah

Pringsewu, NU Online
Amil atau petugas pengumpulan dan penyaluran zakat harus mendapat pengesahan dari pemerintah. Demikian ditegaskan Ustadz Munawir, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu, Lampung, Selasa (01/07).
<>
Munawir dalam Dialog seputar Zakat Mal dan Zakat Fitrah di Masjid Mufidurrohman Pringombo, itu  menambahkan, apabila ada sekelompok orang mengumpulkan zakat dari masyarakat namun tidak diketahui atau disahkan pemerintah maka yang bersangkutan tidak termasuk kategori amil namun panitia zakat dan tidak berhak mendapatkan bagian dari zakat tersebut.

Ditanya mengenai mekanisme perizinan amil, ia menjawab bahwa perizinan dapat disampaikan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang berada di Kabupaten Pringsewu. Munawir yang juga Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Lampung ini menambahkan, jika Masyarakat tidak terjangkau oleh Baznas maka dapat mengajukan perizinan kepada Kantor Urusan Agama di Tingkat kecamatan masing- masing.

Dalam kesempatan yang sama, H Heri Iswahyudi, Sekretaris Baznas Kabupaten Pringsewu, menjelaskan bahwa keberadaan Baznas di Kabupaten Pringsewu sudah ada sejak tahun 2012 dan diluncurkan bersamaan dengan Pembukaan MTQ tahun 2014 di Kecamatan Ambarawa, Pringsewu. Keberadaannya masih fokus pada pengelolaan zakat profesi PNS di Kabupaten Pringsewu.

"Mudah-mudahan ke depan pengelolaan badan ini akan lebih maksimal sehingga penanganan segala bentuk zakat akan dapat ditangani oleh Baznas Kabupaten Pringsewu," harapnya.

Menurut Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali, dialog ini merupakan kegiatan perdana MUI Kabupaten Pringsewu di Bulan Suci Ramadhan 1435 H. acara tersebut akan dilaksanakan estafet diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu. Kegiatan yang dilaksanakan setiap Pukul 13.00 sampai dengan 17.00 WIB ini diikuti oleh seluruh pengurus MUI  tingkat kecamatan,  pengurus masjid,  tokoh agama dan masyarakat.

Berikut jadwal pelaksanaan Dialog Ramadhan Seputar Zakat Mal dan Zakat Fitrah 2014: Selasa (1/7) Masjid Mufidurrahman Pringombo, Kelurahan Pringsewu Timur Kecamatan Pringsewu. Rabu (2/7), di Masjid Agung Pekon Wargomulyo Kecamatan Pardasuka.

Jumat (4/7) bertempat di Masjid At-Taubah Pekon Panggungrejo Utara Kecamatan Sukoharjo. Senin (7/7) bertempat di Masjid Al-Ishlah Pekon Pagelaran Kecamatan Pagelaran. Jumat (11/7) bertempat di Masjid Nurul Huda Pekon Jatiagung Kecamatan Ambarawa. Senin (14/7) di Masjid Thoriqul Jannah Pekon Totokarto Kecamatan Adiluwih.

Selasa (15/7) di Masjid Nurul Huda Sukarendah, Pekon Sumberbandung Kecamatan Pagelaran Utara. Rabu (16/7) di Masjid Hudalil Muttaqin Pekon Bulukarto Kecamatan Gadingrejo. Jumat (18/7), di Masjid Nurul Muttaqin Pekon Banyuwangi Kecamatan Banyumas. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Bagikan:
Rabu 2 Juli 2014 23:4 WIB
Tekan Kriminalitas, Polda Jatim Tingkatkan Perintahkan Razia
Tekan Kriminalitas, Polda Jatim Tingkatkan Perintahkan Razia

Surabaya, NU Online
Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan razia guna menekan aksi kejahatan selama Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah.
<>
"Selama Ramadhan dalam beberapa hari terakhir ini, pencurian dengan kekerasan meningkat, seperti perampokan toko emas di Singosari, Malang yang kita buru pelakunya hingga ke Riau," katanya setelah memimpin upacara Hari Bhayangkara ke-68 di Mapolda Jatim, Selasa.

Didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, ia menjelaskan razia itu sangat efektif untuk menekan naiknya angka kejahatan, sekaligus operasi cipta kondisi (cipkon) menjelang Pilpres 2014.

"Nanti akan diterjunkan Satuan Kriminal, yakni unsur Reskrim dalam Operasi Cipta Kondisi di lapangan. Jam-jam rawan tindak kejahatan biasanya malam, tapi para penjahat sekarang juga kerap melakukan siang hari," katanya.

Selain itu, Polda Jatim juga akan menyiagakan satuan Brimob dan Sabhara di jalur pantura yang rawan kejahatan menjelang Lebaran. Penempatan Brimob dan Sabhara akan dimulai pada H-10 hingga H+10 Lebaran," katanya. 

Ia menambahkan pihaknya juga mengantisipasi aksi teror selama Ramadhan dan juga menjelang Pilpres 2014. "Saya minta Kapolres untuk melakukan antisipasi dengan deteksi dan cegah dini. Mereka yang memiliki identitas tidak jelas harus dicek," katanya. (antara/mukafi niam)

Rabu 2 Juli 2014 22:0 WIB
Aman Tentram Bila Umara dan Ulama Bersatu
Aman Tentram Bila Umara dan Ulama Bersatu

Brebes, NU Online
Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tanjung Brebes KH Mudrikah Toyib memandang perlu adanya hubungan antara ulama dan umara. Sebab bila keduanya sudah saling menyatu keamanan dan ketentraman masyarakat akan kondusif.
<>
“Antara ulama dan umara, perlu menyatu untuk menjaga kondusivitas masyarakat,” tuturnya saat memberi mauidlatul hasanah memasuki hari kedua  Safari  Ramadhan  bersama Wakil Bupati Brebes  Narjo di Masjid Mujahidin Desa Karangreja Kecamatan Tanjung Brebes, Selasa malam (1/7).

Menurut Kiai Mudrikah, masyarakat akan sejahtera manakala masing-masing pemangku kebijakan untuk rakyat dan umat berjalan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Namun harus saling bergenggam erat dengan satu tujuan untuk kesejahteraan warga masyarakat. “Akan diangkat derajat pemimpin manakala mencintai rakyatnya,” kata Mudrikah.

Akan sangat sempurna bila suatu negara atau masyarakat dibangun di atas empat pilar yang saling menyangga. Empat pilar tersebut adalah Ilmu para cendekiawan yang bermanfaat, pemimpin yang bijaksana dan adil, sodaqohnya para aghniya dan doanya orang miskin. “Keempat pilar tersebut akan kokoh menegakan negara yang baldatun toyibatun wafofur ghofur,” pungkasnya.

Safari Ramadhan Wakil Bupati Narjo didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) sebagai upaya perjalanan religi untuk menjalin ukhuwah antara pejabat dan rakyat. Tampak mengikuti Asisten III Setda Brebes Kustoro, Kepala Dishubkominfo Mayang Sri Herbimo, Kepala Badan Pertanahan Kab Brebes Gunung Jayalaksana, Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes Atmo Tan Sidik, Kabag Kesra  Setda Brebes Syaiful Islam dan sejumlah pejabat lainnya.

Wakil Bupati Brebes Narjo dalam kesempatan tersebut mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan pemilu preiden 9 Juli mendatang. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pilpres untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas.

Menurut Narjo, pada pemilu legislatif yang lalu angka partisipasi aktif masyarakat sudah sangat bagus, meskipun masih dibawa rata-rata Jateng yang mencapai 70 persen lebih. “Mari datang dan gunakan hak pilih anda ke TPS-TPS yang telah disediakan,” ajaknya.

Camat Tanjung Sugeng Basuki atas nama warga merasa gembira dengan kedatangan Wakil Bupati
di desa Karangreja. Dia melaporkan, kehidupan beragama dan bermasyarakat di Kecamatan Tanjung secara umum dalam keadaan kondusif. Termasuk untuk kegiatan pilpres sudah siap sedia demi kesuksesan bersama. (wasdiun/abdullah alawi)

Rabu 2 Juli 2014 19:0 WIB
Perda Minuman Beralkohol Alami Banyak Intervensi
Perda Minuman Beralkohol Alami Banyak Intervensi

Surabaya, NU Online
Perda Pengendalian Minuman Beralkohol yang sudah disahkan di DPRD Surabaya bulan lalu hingga kini belum bisa diterapkan karena masih menunggu persetujuan dari Gubernur Jatim. Sayangnya, upaya untuk menyelamatkan generasi muda ini banyak mengalami intervensi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan.
<>
Mantan Ketua tim Pansus Raperda Minuman Beralkohol Komisi B DPRD Surabaya Blegur Prijanggono, Selasa, mengatakan pihaknya merasa prihatin dengan kinerja Bagian Hukum Pemprov Jatim yang lamban dalam mengesahkan raperda itu.

"Kami berharap agar Bagian Hukum bisa bekerja dengan cepat, sehingga Perda ini bisa dimulai penerapannya di bulan suci Ramadhan ini. Tetapi hingga sekarang belum ada kabar yang pasti," katanya.

Blegur mengaku semakin kecewa sekaligus khawatir dengan nasib Perda Pengendalian Minuman Beralkohol yang diakuinya mendapat banyak intervensi dari sejumlah elemen yang merasa dirugikan sejak diawal pembahasannya.

"Jujur dari awal saya memang sangat khawatir dengan kuatnya intervesi di tingkat pembahasan. Saya sempat tanyakan ke pak Himawan, Bagian Hukum Pemprov Jatim terkait posisi Perda itu, dia mengatakan ada catatan revisi," katanya.

Namun, lanjut dia, tidak dijelaskan apa catatan revisinya dan kini dikatakan bahwa berkasnya sedang dipelajari oleh Disperindag Pemprov Jatim selaku SKPD yang membidanginya.

Blegur mengatakan bahwa dirinya akan terus berjuang sekaligus mengawal agar Perda itu bisa segera di terapkan di kota Surabaya demi menjaga generasi muda penerus bangsa dari pengaruh mnimuman yang memabukkan sekaligus merusak mental bahkan bisa mematikan ini.

Kabag Hukum Pemkot Surabaya Maria Maria Theresia Ekawati Rahayu membenarkan bahwa raperda tersebut masih berada di Pemprov Jatim.

"Iya benar masih di pemprov. Saya tidak tahu kapan dikembalikan ke Pemkot Surabaya. Jika sudah dikembalikan berarti raperda itu sudah bisa diterapkan," katanya. (antara/mukafi niam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG