IMG-LOGO
Warta

Pak Ud Desak Pemerintah Sebut "Nilai Jual" Omar Al-Farouq dari AS

Rabu 27 September 2006 16:36 WIB
Pak Ud Desak Pemerintah Sebut

Surabaya, NU Online
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Yusuf Hasyim (Pak Ud) mendesak pemerintah Indonesia untuk bersikap transparan dengan menyebut "nilai jual" teroris anggota jaringan Al-Qaeda, Omar Al-Farouq, dari Amerika Serikat (AS).

"Pemerintah dan Ka-BAKIN mengakui pernah menyerahkan Omar Al-Farouq kepada pihak berwenang AS, setelah ditahan Indonesia pada 2002," ujar Pak Ud di Surabaya, Rabu, menanggapi pernyataan Presiden Pakistan Pervez Musharraf dalam buku "In the Line of Fire".

<>

Dalam buku kumpulan ingatan itu, Presiden Musharraf menyebut intelijen AS telah membayar Pakistan senilai jutaan dolar untuk tersangka Al-Qaeda yang ditangkap negaranya. Bahkan ia merinci "nilai jual" 350 tawanan yang dibayarkan oleh Badan Intelijen Pusat (CIA).

"Orang-orang yang menuduh kami ’tidak cukup berbuat’ dalam perang terhadap teror akan dapat dengan mudah menanyakan kepada CIA, berapa banyak hadiah uang yang telah mereka bayar pada pemerintah Pakistan," paparnya dalam buku itu.

Menurut Pak Ud yang juga politisi senior NU itu, penyerahan Omar Al-Farouq itu tentu ada nilainya, sebagaimana dialami Presiden Pakistan Pervez Musharraf yang mengakui telah menerima jutaan dolar dari AS setelah menyerahkan sejumlah tawanan teroris.

"Kalau Musharraf mau transparan menyebut nilai jual teroris yang diminta AS, maka pemerintah Indonesia juga harus transparan. Kemudian pemerintah perlu melacak uang yang diterima itu masuk kas negara atau bukan," ungkapnya.

Putra pendiri NU Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari yang juga salah satu pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur itu menjelaskan, pemerintah perlu terbuka menyebut "nilai jual" Omar Al-Farouq dan siapa yang menerimanya.

Omar Al-Farouq pernah ditahan pemerintah Indonesia pada 2002, kemudian diserahkan kepada AS dan ditahan di penjara Bagram, Afghanistan dengan penjagaan ketat dari AS.

Namun, Omar Al-Farouq yang merupakan penghubung penting antara Al-Qaeda dengan Jemaah Islamiyah (JI) itu, kini dikabarkan tewas dalam operasi yang dilancarkan pasukan Inggris di Kota Basra, Irak pada 25 September 2006. (ant/sam)

Bagikan:
IMG
IMG