Larangan Penggunaan Bikini Halal Picu Kontroversi di Marokko

Jakarta, NU Online
Beberapa resor Maroko di kota wisata Marrakesh telah mengeluarkan peraturan baru, yang melarang penggunaan burkini di kolam renang pribadi mereka atas apa yang mereka sebut "alasan kebersihan".  
<>
Hanya "pakaian renang biasa" yang diperbolehkan Mazagan beach resort, yang terletak di al-Jadida di selatan ibukota ekonomi Casablanca sebagaimana dilansir oleh Al Arabiya News. 
 
Para pejabat resor menambahkan bahwa burqini tidak diperbolehkan untuk dikenakan di kolam renang resor. 

 Burkini ini berasal dari kata burqa (pakaian yang menutupi kepala sampai pergelangan kaki) dan bikini. 
 
Dua potong baju renang menggabungkan penutup kepala, kamisol longgar dan legging, awalnya dirancang untuk wanita Muslim guna membantu mereka berenang. 
 
Pakaian ini awalnya diimpor dari Turki dan Maroko. 

 Beberapa orang mengatakan pakaian ini sebagai pakaian halal renang. Larangan burkini dilaporkan secara luas oleh media di Marokko di tengah meningkatkan kontroversi di Kerajaan Utara Afrika. 
 
Situs-situs berita lokal telah mengungguh poster yang digunakan oleh manajemen kolam renang pribadi untuk menginformasikan pengguna bahwa burkini tidak diperbolehkan. 

 Hal ini dilaporkan bahkan terjadi jika burkini terbuat dari bahan renang khusus. 
 
Masalah ini telah mengangkat kontroversi politik setelah Abdelaziz Aftati, seorang anggota parlemen dari partai Keadilan dan Pembangunan Islam Moderat yang berkuasa, yang menyampaikan keluhan kepada Menteri Pariwisata Lahcen Haddad, setelah seorang wanita yang mengenakan burkini dilaporkan dilarang kolam renang di al-Jadida, menurut Maroko World News.  

Menurut situs Maroko, Aftati mengatakan kepada pers bahwa tidak boleh membatasi kebebasan masyarakat dan keyakinan mereka yang menunjukkan bentuk "kolonisasi baru."  

Pada tahun 2009, pihak berwenang di kota Norwegia Oslo mengijinkan wanita Muslim menggunakan kolam renang kota dengan burqini mereka.  

Gaun renang Muslim juga diperbolehkan di Australia, Inggris dan Amerika Serikat. (islam.ru/mukafi niam) foto: AFP

BNI Mobile