IMG-LOGO
Pesantren

LSPT dan BPR Syariah Lantabur Tebuireng Jalin Kerja Sama

Selasa 2 September 2014 11:1 WIB
Bagikan:
LSPT dan BPR Syariah Lantabur Tebuireng Jalin Kerja Sama

Jombang, NU Online
Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng dan PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah Lantabur Tebuireng (BPRS LT) Jombang, Jawa Timur, mendatangani nota kesepahaman, Senin (1/9),. Diharapkan, dari kerja sama ini akan terjadi hubungan saling menguntungkan antara kedua lembaga tersebut.
<>
Dalam pengantarnya, Direktur PT BPRS LT, Agus Mulyana sangat berharap lewat penandatanganan kerja sama ini maka akan banyak keuntungan yang bisa diraih. "Keuntungan bagi BPRS Lantabur Tebuireng adalah semakin dikenal oleh masyarakat khususnya di Jombang," katanya. Karena selama ini, banyak anggota masyarakat yang kurang memahami dan mengetahui keberadaan dari lembaga pemberi kredit yang juga berada di bawah naungan Pesantren Tebuireng ini.

"Pada saat yang sama, LSPT akan memiliki kantor perwakilan di enam lokasi sesuai dengan yang dimiliki BPRS Lantabur Tebuireng selama ini," kata Agus Mulyana. Tidak berhenti sampai di situ, kerja sama juga akan ditindaklanjuti dengan saling mengisi kekurangan masing-masing. "Kami bisa menutupi kekurangan dari LSPT, demikian juga sebaliknya," terangnya.

Karena seperti diakui Agus Mulyana, masih banyak anggapan dari masyarakat terhadap keberadaan lembaga perkreditan. "Dari mulai kehalalan dalam bertransaksi, jaminan keamanan dari bank perkreditan, serta keberadaan lembaga yang ada," katanya.

Bahkan di salah satu kesempatan, keberadaan BPRS LT masih dirasa asing oleh masyarakat. "Sebagian juga mempertanyakan, apa kaitan bank ini dengan Pesantren Tebuireng," ungkapnya. Lewat kerja sama dengan LSPT, diharapkan masyarakat semakin yakin akan keberadaan PT BPRS LT.

Mohammad As'ad, selaku ketua dari LSPT menandaskan bahwa banyak manfaat yang akan didapat dari kerja sama ini. Disamping pembukaan cabang baru LSPT di enam tempat, sesuai keberadaan BPRS LT, kerja sama juga dapat ditingkatkan dengan memberikan keterampilan keuangan bagi para pengurus dan pengelola LSPT.

"Kami harus belajar banyak tentang bagaimana menjadi pengelola lembaga sosial yang juga menghimpun dana masyarakat secara profesional," katanya. Karena dalam praktiknya, para pengelola LSPT masih dikelola dengan menejemen sederhana. Justru dengan kebersamaan ini, maka LSPT bisa mendapatkan pelatihan bagi sumber daya manusia yang dimiliki.

Dalam bayangan Mohammad As'ad, kerja sama ini dapat ditindaklanjuti dengan memberikan pemahaman yang memadai bagaimana pengelolaan menejemen lembaga yang lebih baik. Yang juga tidak kalah penting adalah memanfaatkan media yang dimiliki LSPT untuk lebih mengenalkan PT BPRS Lantabur Tebuireng kepada para donatur yang telah mempercayakan dananya kepada LSPT.

LSPT selama ini mengelola majalah donatur yang terbit secara rutin di awal bulan. Seluruh transaksi dari pengelolaan keuangan dilaporkan di media tersebut.

Dan wujud dari kerja sama ini, dilanjutkan dengan penandatanganan yang disaksikan perwakilan dari kedua lembaga tersebut. (Syaifullah/Mahbib)

Bagikan:
Selasa 2 September 2014 21:3 WIB
Gubernur Jabar Beri Penghargaan Pemimpin Pesantren Raudlatul Mubtadiin
Gubernur Jabar Beri Penghargaan Pemimpin Pesantren Raudlatul Mubtadiin

Majalengka, NU Online
Rais Aam (pemimpin tertinggi) Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin Cisambeng, Palasah, Majalengka, Jawa Barat, Agus Rofi'i, meraih penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Provinsi Jawa Barat di bidang pendidikan. Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Senin (1/9) pagi.
<>
Agus Rofi'i yang juga pengurus Cabang GP Ansor Majalengka ini saat dihubungi NU Online  menuturkan, melihat kondisi yang dihadapi bangsa ini, pemuda dituntut untuk dapat melakukan terobosan-terobosan yang dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi upaya mengatasi masalah riil yang ada.

Ia berharap, para pemuda sekarang menunjukkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia atas kesadaran sendiri dan bukan paksaan. Menurutnya, modal kekuatan bangsa adalah persatuan dan kesatuan yang kokoh.

“Dengan persatuan dan kesatuan bangsa ini niscaya gangguan dari arah manapun dapat ditanggulangi dengan baik dan sigap serta Pemuda Indonesia saat ini perlu dihimbau dan ditegaskan dengan meningkatkan solidaritas, integritas, dan profesionalitas pemuda menuju bangsa yang sejahtera dan bermartabat,” katanya.

Menurutnya, karena hal ini mampu membangkitkan kesadaran segenap pemuda Indonesia dalam meningkatkan semangat kebangsaan dengan mengantisipasi masih lemahnya daya saing pemuda Indonesia. Hal ini juga dapat menginspirasi pemuda khususnya kaum muda NU Majalengka dalam melakoni pengabdiannya terhadap bangsa dan negara. (Aris Prayuda/Mahbib)

Selasa 2 September 2014 8:2 WIB
Dayah MUDI Pamerkan IT Pesantren pada Hardikda
Dayah MUDI Pamerkan IT Pesantren pada Hardikda

Banda Aceh, NU Online
Ma’ahadal Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, memamerkan beberapa kebolehan santri di bidang informatika dan teknologi pada peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-55 yang digelar tiap 2 September oleh Dinas Pendidikan Aceh.
<>
Dalam cara pameran bertema “Perspektif  Baru Strategi Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan yang Berdaya Saing” tersebut MUDI menampilkan sejumlah karya dan keterampilan santri seperti, desain, record audio dan syuting video, dan media dakwah MUDI Mesra berupa Radio Streaming.

Radio streaming temasuk media informasi dan dakwah yang paling diminati masyarakat dalam menyimak beragam program yang selama ini disiarkan, seperti pengajian Tastafi (tasawuf, tauhid, dan fiqih) di beberapa tempat, momen akbar yang dilaksanakan di dayah MUDI, dan penyiaran hasil kajian Lajnah Bahtsul Masail LPI MUDI. Radio ini dapat didengarkan melalui PC, Android, dan Black Berry.

Upacara Hardikda dilaksanakan di lapangan Tugu Darussalam, Kota Banda Aceh. Dayah MUDI Mesjid Raya salah satu lembaga pendidikan dayah yang akan memperkenalkan dunia pesantren kepada para pengunjung stan pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima NU Online menyebutkan, panitia stan pameran MUDI berangkat ke Banda Aceh, Senin (1/8). Selain bidang informasi dan teknologi, item lain yang dipamerkan adalah sejumlah kitab dan manuskrip peninggalan mendiang Abon Abdul Aziz, kitab kurikulum Dayah, kalender desain santri, buku-buku hasil tulisan santri dan guru, makalah penelitian tim LBM MUDI, kaset seni Dalael Khairat, Kaset pengajian Tastafi, majalah Umdah beragam edisi, kaligrafi kreasi santri, sejumlah foto-foto aktifitas sehari-hari.

Panitia juga berharap kepada segenap masyarakat Aceh, atau siapapun yang berkunjung ke Expo Pendidikan untuk tidak lupa singgah di Stan MUDI Mesjid Raya Samalanga. (Red: Mahbib Khoiron)

Ahad 31 Agustus 2014 9:8 WIB
Meriahkan Muharram, Santri Aceh Siapkan 11 Cabang Lomba
Meriahkan Muharram, Santri Aceh Siapkan 11 Cabang Lomba

Bireun, NU Online
Menjelang tahun baru 1436 H, Panitia Hari  Besar Islam (PHBI) Mahadal Ulum Diniyah Islamiah (MUDI) Mesjid Raya Samalanga, Bireuen, Aceh, tengah mempersiapkan beragam kegiatan untuk memeriahkan satu Muharram, mulai dari tabligh akbar hingga lomba-lomba.
<>
Ada 11 cabang perlombaan yang rencananya meramaikan bulan pertama dalam hitungan kalender Qomariyah itu, di antaranya lomba baca kitab Mahalli, baca kitab Al-Bajuri, memahami kitab (fahmil kutub), menjelaskan kitab (syarhil kutub).

Ada pula lomba menghafal matan bait Alfiyah, matan Jauharul Maknun, matan Sullam al-Munawraq, dan lomba menghafal qaidah. Di bidang keterampilan bahasa, panitia menyiapkan lomba pidato bahasa Aceh, debat bahasa Arab, debat Bahasa Inggris.

Demikian hasil musyawarah pengurus PHBI-MUDI yang dilaksanakan Kamis (28/8) malam di ruang Aula Institut Agama Islam Al-Aziziyah (IAIA) Samalanga. Musabaqah (perlombaan) tingkat provinsi ini akan diikuti para santri MUDI sendiri, mewakili kabupaten mereka masing-masing untuk bersaing mengharumkan nama daerahnya.

Tujuan dari perlombaan ini adalah untuk melatih para santri kreatif dan berbakat dan memotivasi santri untuk bertambah giat dalam belajar. Ungkap Tgk. Muhajir Zainuddin dalam penutupan musyawarah.

Karena banyaknya acara dan jumlah peserta yang akan mengikuti perlombaan, maka acara akan dilakukan selama tujuh hari dan malam. Di samping penentuan mata perlombaan, panitia juga menentukan koordinator di tiap-tiap cabang perlombaan, dan koordinator umum.

“Tujuan dari perlombaan ini adalah untuk melatih para santri kreatif dan berbakat dan memotivasi santri untuk bertambah giat dalam belajar,” ungkap Tgk Muhajir Zainuddin, salah seorang panitia. (Red: Mahbib Khoiron)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG