IMG-LOGO
Daerah

PMII Sultan Agung Kuatkan Wacana Islam Indonesia

Senin 15 September 2014 11:30 WIB
Bagikan:
PMII Sultan Agung Kuatkan Wacana Islam Indonesia

Semarang, NU Online
Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Mahasiswa Sultan Agung Semarang menggelar Rapat Tahunan Komisariat (RTK) tahun 2014. RTK berlangsung selama dua hari (13-14/9) di masjid Abu Bakar As-Seggaf kampus Universitas Islam Sultan Agung Semarnag, Jawa Tengah.
<>
Terdapat dua calon yang maju sebagai kandidat ketua yaitu Abdurrochman dan Muhammad Taufiq. Dalam pemilihan Muhammad Taufiq dinyatakan terpilih sebagai ketua baru menggantikan Ilham Firdaus.

Dalam visi yang disampaikan dalam RTK kali ini Taufiq mengatakan akan mengembalikan jatidiri PK Sultan Agung dengan amal ilmiah dan ilmu amaliah. Sedangkan misi yang diusung adalah mengedepankan wacana Islam Indonesia dan kebangsaan dengan konsisten.

"Skala prioritas dalam 100 hari ke depan adalah penguatan wacana Islam Indonesia dan wawasan kebangsaan bagi seluruh kader," tandas Taufiq saat dihubungi NU Online.

Langkah konkretnya, tambahnya, adalah dengan mengadakan diskusi mingguan untuk  kader dengan mendatangkan senior dan pemateri yang ada di sekitar Semarang. Taufiq juga berkomitmen akan memperkuat kebersamaan dan jalinan silaturahim antara senior dan kader.

Dalam PK Sultan Agung terdapat tiga rayon di antaranya rayon FAI, rayon Bahasa, Rayon FKIP dan enam rayon persiapan yaitu rayon Psikologi, Rayon FE, Rayon Kedokteran, Rayon Keperawatan, Rayon Teknologi dan Rayon FTI.

Selain kader dari PK Sultan Agung hadir pula perwakilan PK Walisongo (IAIN Walisongo), PK Galang Sewu (POLINES), PK Diponegoro (UNDIP), PK Al-Ghozali (UNNES), PK IKIP PGRI (Universitas PGRI) dan PK Wahid Hasyim (Unwahas). Tampak ketua cabang kota Semarang Abdurrahman mendampingi jalannya RTK Sultan Agung. (Mukhamad Zulfa/Mahbib)
 

Bagikan:
Senin 15 September 2014 23:6 WIB
Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis
Tahun Depan, Biaya Tambahan CJH Lumajang, Gratis

Lumajang, NU Online
Calon Jama'ah Haji (CJH) Kabupaten Lumajang tahun depan, patut bersyukur. Sebab, tidak perlu lagi merogoh  kocek untuk biaya pelepasan, pemberangkatan, dan pemulangan CJH karena sudah ditanggung Pemerintah Kabupaten Lumajang.
<>
Hal tersebut dikemukakan Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Lumajang, HM. Mudhafar di sela-sela pelepasan CJH Lumajang, kemarin (15/9).

Menurutnya, tahun  ini CJH dipungut biaya tambahan untuk keperluan pelepasan, pemberangkatan dan pemulangan CJH yang besarnya mencapai Rp. 400 ribu. "Tahun-tahun sebelumnya, CJH juga dipungut biaya tambahan itu. Tapi mulai tahun depan, CJH tak perlu lagi membayar biaya tambahan karena ditanggung Pemkab," ujarnya.

Selain harus membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), CJH juga diwajibkan membayar biaya-biaya tambahan yang terpsiah dengan BPIH, seperti biaya pelepasan, pemberangkatan, pemulangan, cek kesehatan dan sebagainya.

Diakaui Mudhafar, biaya-biaya tambahan tersebut bisa jadi cukup memberatkan bagi CJH, namun itu harus dipenuhi karena memang kegiatan-kegiatan itu memang keharusan. "Untuk CJH Kabupaten Lumajang, untuk cek kesehatan sudah lama digrariskan. Sekarang ditambah dengan biaya pelepasan dan sebagainya, juga gratis," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mudhafar juga berharap agar CJH bisa konsentrasi untuk melakukan ibadah haji dengan khusyu' dan ikhlas, sehingga pulang bisa membawa gelar haji mabrur. Ia juga menghimbau agar keluarga tidak memaksa untuk menjemput CJH di Surabaya kelak. "Supaya tidak mengganggu ketenangan CJH yang dijemput dan CJH yang lain, maka lebih baik ditunggu saja di Lumajang," ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)
 

Senin 15 September 2014 21:1 WIB
IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Orientasi Pengurus Baru
IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Orientasi Pengurus Baru

Bojonegoro, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bojonegoro menggelar orientasi pengurus baru masa bakti 2014-2016 di Aula PC LP Ma'arif Kabupaten Bojonegoro, Ahad (14/9).
<>
Kegiatan tersebut sebagaimana disampaikan siaran pers yang dikirim Senin (15/9) difasilitatori tim kaderisasi Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Jawa Timur, yaitu W. Eka Wahyudi . Hadir pula ketua PW IPNU Jatim Imam Fadlli.

Pada kesempatan itu Imam Fadli mengatakan berorganisasi butuh yang namanya strategi planing dan perumusan visi juga misi agar ke depannya bisa berjalan terarah dan bisa terukur.

Dalam kegiatan orientasi ini terdapat 5 materi yang disampaikan sebagai bekal pengurus ke depan yaitu tinjauan historis IPNU-IPPNU, Landasan perjuangan, Strategic Planing, Analisa SWOT dan perumusan visi dan misi PC. IPNU-IPPNU Bojonegoro masa bakti 2014-2016.

Dalam perumusan visi didapat visi PC IPNU-IPPNU Bojonegoro masa bakti 2014-2016 adalah terwujudnya pelajar dan santri Bojonegoro yang berkarakter dan kompetitif.
 
Ketua PC IPPNU BojonegoroMuqoddimatus Sholichah berharap dengan kegiatan ini bisa menjadi awal yang baik bagi organisasi dan bisa tercipta sinergitas antar-pengurus dalam menjalankan organisasi IPNU-IPPNU 2 tahun ke depan. (Red: Alawi)


Senin 15 September 2014 20:1 WIB
Pelajar NU Tidak Boleh Gegabah Akses Internet
Pelajar NU Tidak Boleh Gegabah Akses Internet

Jepara, NU Online
Perkembangan Informasi dan Teknologi (IT) merupakan salah satu dampak dari globalisasi. Dulu santri misalnya, belajar-mengaji kepada kiai maupun guru ngaji. Kini saking pragmatisnya, berguru kepada Google.
<>
Hal itu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Abdullah Hamid. Dosen IT IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menyarankan agar tidak gegabah mengakses
internet. Apalagi yang berkenaan dengan hukum islam.

Sebab jika gegabah terang Hamid akan terjerumus di situs yang tidak pro NU. Ia menyarankan agar pelajar NU mengakses aswajanu.com. Situs itu lanjutnya jelas pro NU.

Paparan itu dikemukakannya dalam Seminar bertajuk Meneguhkan Ideologi Aswaja Demi Tetap Tegaknya NKRI yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Jepara di Pendopo kabupaten Jepara, Ahad (14/9).

Pembicara lain yang turut hadir H Mashudi (MUI Jepara), Sentut Endar Rusmanto (Kasdim 0719/ Jepara) dan Dwi Saifullah (PW IPNU Jawa Tengah).

Mantan Ketua IPNU Cabang Pati itu menambahkan dengan mengeklik aswajanu.com akan mememukan bacaan yang diinginkan. Semisal sumber hukum dari pesantren Sarang dan Sidogiri.

“Sebab web ini sudah disaring. Jadi informasi dari bukan NU tidak bisa masuk,” jelasnya.

Pelajar NU katanya juga tidak boleh asal dengar radio. Sebagaimana mengutip dawuh Habib Umar, orang yang mendengar agama dari radio, maka agamanya sama seperti suara kemresek (berisik, red) radio. Karena yang mendengar tidak tahu betul asal usul penceramah.

Sebagai pelajar NU lanjut Hamid juga harus hati-hati memanfaatkan media sosial. Seorang yang menghina santri, dibully dan menghina kota pelajar dipidanakan. Dua hal itu, perlu menjadi pelajaran berharga. Sehingga kader NU harus menjadi pengguna medsos yang santun. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG