IMG-LOGO
Internasional
HAJI 2014

Rupa-Rupa Bayar "Dam" dan Bagaimana Agar Bermanfaat di Indonesia

Rabu 17 September 2014 11:10 WIB
Bagikan:
Rupa-Rupa Bayar

Makkah, NU Online
Salah satu yang menjadi kesibukan jamaah haji saat melaksanakan ibadah haji adalah membayar dam atau denda antar lain karena jamaah melanggar larangan. Membayar dam ini bisa dengan menyembelih hewan atau berpuasa.
<>
Menurut bahasa, dam artinya darah. Sedangkan menurut istilah adalah mengalirkan darah (menyembelih ternak yaitu kambing, unta atau sapi) dalam rangka memenuhi ketentuan manasik haji.

Dam terdiri dari 2 (dua) macam yaitu Dam Nusuk yakni dam yang dikenakan bagi orang yang mengerjakan haji tamattu’ atau Qi ran (bukan karena melakukan kesalahan).

Kedua Dam Isa’ah yakni dam yang dikenakan bagi orang yang melanggar aturan atau melakukan kesalahan dalam melaksanakan umrah atau haji.

Umumnya, jamaah haji Indonesia melaksanakan haji tamattu', bahkan disebutkan hampir 99 persen, sehingga harus membayar dam antara lain dengan menyembelih seekor kambing. Jika membayar dam dengan membeli kambing maka akan ada 168.000 kambing yang disiapkan (jumlah kuota haji Indonesia tahun 2014 adalah 168.800 orang). Jika harga satu kambing Rp1 juta saja maka akan melibatkan uang Rp168 miliar, sudah jumlah yang cukup besar.

Sebenarnya, untuk membayar dam, jamaah selain memotong hewan bisa juga dengan berpuasa. Namun umumnya, jamaah haji Indonesia membayarnya dengan memotong hewan.

Oleh sebab itu, bisnis penjualan kambing di Makkah menjadi sangat menarik. Apalagi ada sekitar 2,5 juta hingga 3 juta jamaah yang akan melakukan ibadah haji tahun ini, dan jamaah Indonesia adalah yang terbesar. Jangan heran jika banyak orang baik penduduk asli maupun pendatang yang menawarkan kambing untuk dam saat musim haji.

"Kami ada kambing untuk membayar dam," kata seorang warga setempat diterjemahkan oleh seorang warga Indonesia yang bekerja di pasar swalayan.

Sementara itu Mukimin, warga Indonesia yang menetap di Arab Saudi, juga tidak sedikit yang menawarkan kambing ke jamaah Indonesia bahkan mereka ke penginapan-penginapan.

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh jamaah untuk membeli kambing guna membayar dam. Pertama, jamaah bisa mencari sendiri ke pasar hewan lalu memotong hewan itu di tempat pemotongan hewan tersebut. Memotong harus di Mina atau dapat di tempat lain di tanah Haram.

Kedua, membayar dengan dikoordinir oleh Ketua Rombongan atau Ketua Kloter lalu dibelikan hewan dan disembelih dengan disaksikan oleh perwakilan jamaah.

Ketiga, dengan membayar dam melalui Bank Ar Rajhi dan bank pemerintah inilah yang akan menyembelihkan hewan jamaah tersebut.

Tentunya cara pertama cukup sulit dilakukan oleh jamaah Indonesia karena harus bisa tawar menawar dengan pedagang. Untuk itu umumnya jamaah Indonesia membayar dam dengan cara dikoordinir oleh ketua rombongan atau kelompok terbang (kloter).

Namun ada hal yang perlu diperhatikan dalam membayar dam yakni daging hewan yang dipotong harus benar-benar sampai kepada yang berhak. 

"Jamaah harus dapat memastikan agar daging benar-benar sampai kepada yang berhak," kata petugas bimbingan ibadah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Moh. Adnan N.

Adnan yang kini menempuh pendidikan S3 di Universitas Riyadh mengatakan sering kali jamaah Indonesia setelah membeli langsung meninggalkan saja tanpa melihat saat kambing dipotong bahkan tidak mengetahui pembagiannya.

Cara jamaah Malaysia

Selain itu juga perlu diperhatikan praktik-praktik penipuan saat pembelian kambing. Walaupun belum diketahui kebenarannya, beberapa cerita mengatakan bahwa seringkali terjadi penipuan-penipuan dalam praktik pembelian kambing dam, misalnya kambing yang disembelih sebagian saja atau daging tidak diberikan kepada yang berhak.

Untuk itu, perlu dicurigai jika ditawarkan kambing dengan harga di bawah standar pasar. Jamaah kadang tidak cermat dan kadang ikhlas dan percaya karena yang penting baginya sudah membayar dam tersebut.

Mengenai tips membeli kambing, Adnan mengatakan, harga kambing akan semakin mahal menjelang pucak haji. Untuk itu ia menyarankan agar membayar dam jauh hari sebelum puncak haji. Sebagai contoh, dua minggu lalu harga kambing masih sekitar 325 riyal termasuk biaya pemotongan dan distribusi.

Namun Bachtiar, salah seorang jamaah embarkasi Palembang, Selasa, mengatakan ia telah membayar dam sebesar 500. Pembayaran dam tersebut dikoordinir oleh ketua rombongannya. 

Cara berbeda dalam membayar dam dilakukan oleh jamaah asal Malaysia dan Singapura. Menurut salah satu pengusaha pengadaan kambing, Munief M Makki, kedua negara negara tersebut mengkoordinir pembelian kambing secara besar.

Sebagai contoh, ia menerima pesanan kambing dari Malaysia sekitar 19.000 ekor. Pada saat pemotongan, katanya, petugas dari Malaysia juga melihat untuk memastikan bahwa kambing-kambing tersebut benar-benar dipotong dan tepat jumlahnya.

Selain itu, kata Munief, ia juga menyerahkan daging kepada yang benar-benar berhak, bahkan penerima diminta untuk memberikan cap sidik jari. 

Untuk itu Munief, warga Arab Saudi yang memiliki pesantren di Brebes dan lancar berbahasa Indonesia tersebut, menyarankan agar pemerintah Indonesia juga mengkoordinir pembayaran dam tersebut sehingga lebih rapi dan terpercaya. Tentu saja harus ada pengawasan yang ketat juga dalam pelaksanaannya.

Selain itu, katanya, dagingnya bisa dikemas agar lebih awet dan bisa dikirimkan ke Indonesia untuk dibagikan kepada yang benar-benar berhak. 

"Saya telah mencobanya dan daging dapat tahan lama," katanya. (antara/mukafi niam)

Bagikan:
Rabu 17 September 2014 4:1 WIB
Jihadis Perempuan Inggris Jalankan Rumah Bordir ISIS
Jihadis Perempuan Inggris Jalankan Rumah Bordir ISIS

Jakarta, NU Online
Rincian mengejutkan muncul dari jihadis perempuan Inggris yang memaksa perempuan Irak yang tertangkap untuk menjadi budak seks di rumah bordil yang dijalankan oleh militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), media Inggris melaporkan Kamis. 
<>
Rumah bordir tersebut dioperasikan oleh "pasukan polisi” perempuan yang disebut Brigade al-Khanssaa, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan militan ISIS, menurut Daily Mirror

Ribuan perempuan Irak telah dipaksa menjadi budak seks di rumah bordil, sebanyak 3.000 perempuan dan anak perempuan diculik dari suku Yazidi di Irak selama serangan militan di seluruh wilayah tersebut, menurut harian itu. 

"Para wanita ini menggunakan interpretasi barbar agama Islam untuk membenarkan tindakan mereka," Mirror mengutip sumber yang mengatakan. "Mereka percaya militan dapat menggunakan wanita-wanita tersebut sesuka mereka karena mereka adalah non-Muslim. Ini adalah wanita Inggris yang telah naik ke puncak polisi Syariah Negara Islam, dan sekarang mereka bertanggung jawab atas operasi ini. "

Pimpinan ISIS dilaporkan telah memberikan wanita Inggris tersebut peran terkemuka diantara milisi perempuan karena mereka melihatnya sebagai pejuang asing paling berkomitmen. 

Seorang tokoh kunci di antara kepolisian perempuan adalah Aqsa Mahmood, 20, dari Glasgow. Setidaknya tiga perempuan Inggris lainnya telah diidentifikasi sebagai anggota kelompok, Mirror melaporkan. 

“Al-Khanssaa adalah brigade polisi hukum Syariah. Ini adalah penegakan hukum perempuan ISIS," kata Melanie Smith, peneliti di King's College's International Centre untuk studi radikalisasi, kepada The Sunday Telegraph. "Kami pikir itu campuran Inggris dan Perancis tapi akun sosial medianya dijalankan oleh orang Inggris dan mereka ditulis dalam bahasa Inggris." 

The Daily Mail, sementara itu melaporkan bahwa semakin banyak perempuan muda Inggris yang meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan militan dan banyak diantaranya telah membentuk persahabatan yang intens dengan pejuang ISIS. 

Mereka termasuk si kembar Salma dan Zahra Halane, 16, dari Manchester, dan Khadijah Dare, 22, yang menikah dengan seorang militan Swedia. 

"Ini adalah keganjilan yang menyesatkan," Mirror mengutip sumber yang mengatakan. 

Para ahli mengatakan ISIS menargetkan perempuan untuk rekrutmen, dan para pejuang didorong menikahi wanita Inggris dan Eropa. 

Akademisi dan pakar Timur Tengah Haleh Esfandiari dalam blognya untuk Wall Street Journal mengatakan bahwa ISIS menawarkan perempuan dan anak perempuan yang ditangkap sebagai "hadiah" untuk pengikutnya. 

"Untuk orang-orang ISIS, perempuan merupakan ras inferior, untuk dinikmati sebagai seks dan dibuang, atau untuk dijual sebagai budak." (al arabiya.net/mukafi niam)

Rabu 17 September 2014 2:33 WIB
Irak Sayangkan Iran Tak Dilibatkan Atasi Ancaman ISIS
Irak Sayangkan Iran Tak Dilibatkan Atasi Ancaman ISIS

Jakarta, NU Online
Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Jaafari menyayangkan ketiadaan Iran dalam konferensi internasional yang digelar untuk menangani ancaman kelompok milisi Daulah Islamiyah atau ISIS.
<>
“Kami yakin bahwa semua negara di dunia khawatir dengan bahaya terorisme,” ujarnya seraya menambahkan keputusan untuk tidak menyertakan Iran disayangkan. Demikian dilansir oleh BBC Indonesia (16/9). 

Al-Jaafari kemudian menyatakan dia tidak mengharapkan pasukan asing terlibat dalam pertempuran di Irak atau Suriah.

Sedikitnya 30 negara berpartisipasi dalam Klik konferensi internasional di Paris, Prancis, pada Senin (15/09), mengenai cara-cara penanganan ISIS.

Sejumlah figur, seperti Presiden Irak Fuad Masum dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, terlihat hadir pada konferensi tersebut. Namun, delegasi Iran dan Suriah tidak tampak.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan AS tidak meminta Iran untuk bekerja sama memerangi ISIS. AS, tambah Kerry, juga tidak akan meminta bantuan Suriah.

Meski demikian, pernyataan itu dimentahkan secara tidak langsung oleh Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Pada Senin (15/09), Khamenei mengaku AS meminta Iran bekerja sama melalui Duta Besar AS untuk Irak.

“Saya mengatakan tidak karena tangan mereka kotor,” kata Khamenei. AS, sambungnya, sedang mencari pembenaran di Irak dan Suriah seperti yang dilakukan di Pakistan, yaitu mengebom di mana-mana tanpa otorisasi.

Sokongan

Sementara itu, AS menyatakan telah melancarkan serangan udara di bagian barat daya Baghdad pada Senin (15/09) untuk menyokong pasukan Irak yang sedang diserang milisi ISIS.

Sejumlah pejabat AS mengatakan serangan itu mencerminkan keputusan yang diambil Presiden Barack Obama untuk menyerang posisi milisi ISIS di manapun mereka berada.

Serangan udara AS ke Irak sebelumnya dilancarkan untuk melindungi kepentingan AS, membantu pengungsi Irak dan mengamankan infrastruktur. (mukafi niam)

Rabu 17 September 2014 0:4 WIB
Libya Terancam Alami Perang Saudara Berkepanjangan
Libya Terancam Alami Perang Saudara Berkepanjangan

New York, NU Online
Tiga tahun setelah kejatuhan rejim Gaddafi, rakyat Libya masih jauh dari masa depan yang lebih baik, kata Bernardino Leon, pejabat senior PBB untuk Libya, Senin (15/9).
<>
"Peluang kecil bagi penyelesaian damai krisis saat ini tak boleh terlewatkan," kata Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Libya tersebut saat memberi penjelasan kepada Dewan Keamanan PBB. 

"Para pemimpin Libya harus bertindak cepat, dan mencari penyelesaian politik melalui dialog yang berarti dan melibatkan banyak pihak."

Muammar Gaddafi digulingkan pada Oktober 2011.

"Mengingat mendesaknya kondisi yang akan saya tindak-lanjuti dalam waktu dekat melalui kunjungan lebih jauh ke Libya," kata Leon, yang juga adalah Kepala Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL).

Utusan PBB tersebut memberi penjelasan kepada Dewan 15-anggota di PBB mengenai kunjungan pertamanya ke Libya sejak pengangkatannya pada Agustus, demikian laporan Xinhua.

Pekan lalu, DK PBB mensahkan Resolusi 2174 (2014), yang juga memperketat embargo senjata dan memperluas kategori orang dan lembaga yang menjadi sasaran sanksi.

Leon, seorang diplomat Prancis yang memangku jabatan pada 1 September,  melaporkan di Libya Timur, bentrokan baru militer di Benghazi mengancam akan merenggut lebih banyak korban jiwa di pihak sipil, sedangkan di bagian barat, aksi pemboman membabi-buta yang terus-menerus terjadi terhadap banyak sasaran di Tripoli mengakibatkan penderitaan warga sipil.

"Puluhan ribu warga sipil sekarang telah meninggalkan rumah mereka; banyak warga sipil juga telah kehilangan nyawa mereka akibat pemboman, termasuk perempuan dan anak kecil," katanya. 

"Kami juga memiliki laporan yang layak dipercaya mengenai kekurangan parah pasokan medis."

Bentrokan antar-anggota milisi yang bertikai di Ibu Kota Libya, Tripoli, dan Kota Benghazi di bagian timur negeri tersebut telah membuat sedikitnya 214 orang tewas dan 981 orang  cedera sejak 13 Juli. 

Banyak orang khawatir pertempuran sengit akan berubah menjadi perang saudara besar-besaran. (antara/mukafi niam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG