IMG-LOGO
Daerah

Undangan Terbuka, Bedah Buku “Benturan NU-PKI” di Medan

Senin 22 September 2014 10:1 WIB
Bagikan:
Undangan Terbuka, Bedah Buku “Benturan NU-PKI” di Medan

Medan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Medan, Sumatera Utara, akan menyelenggarakan acara seminar dan bedah buku putih “Benturan NU-PKI 1948-1965” di Ruang IMT GT USU Medan, Selasa (23/9) besok.<>

Narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Wakil Ketua Umum PBNU KH Asad Said Ali; penulis buku putih tersebut yang juga Wasekjen PBNU, H Munim DZ; Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Dr Al-Zastrow Ngatawi; dan pembanding, Dr Budi Agustono, Pangdam I/BB Mayjend TNI Istu Hari S.

"Bedah buku ini merupakan sebuah bentuk kepedulian NU terhadap keutuhan NKRI, serta mengungkap tabir sejarah benturan NU dengan PKI dalam masa priode 1948-1965," kata Ketua PCNU Medan Achmad Firdausi Hutasuhut, didampingi Wakil Ketua Rais Syuriah Dr Wirman Tobing, Mustasyar NU Ir Zainal Arifin, dan Ketua Pencak Silat NU Pagar Nusa Medan Fakhrul Ihsan Sahri, di Kantor PCNU Medan, Jalan Palang Merah No 80 Medan.

Wirman Tobing menegaskan, seminar dan bedah buku tersebut terbuka untuk umum. "Kepada masyarakat umum kita harapkan hadir untuk mengetahui sejarah tentang benturan NU dan PKI," ujarnya.
Rencananya, acara akan dibuka oleh Walikota Medan Drs T Dzulmi Eldin dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, dan tokoh eksponen angkatan 66. (Red: Mahbib Khoiron)


Bagikan:
Senin 22 September 2014 22:33 WIB
Hadi Sofyan Gerakkan GP Ansor Jati
Hadi Sofyan Gerakkan GP Ansor Jati

Kudus, NU Online
Konferensi Pimpinan Anak Cabang GP Ansor kecamatan Jati kabupaten Kudus memilih Hadi Sofyan di madrasah diniyah Raudhotut Thalibin Jepang Pakis, Kudus, Sabtu (20/9) malam. Forum ini mengamanahkan kader dari Pasuruan Lor untuk memimpin GP Ansor Jati untuk masa bakti 2014-2017.
<>
Panitia Konferancab Dwi Saifullah mengatakan, forum ini menjadi momentum tepat untuk menjaga keberlangsungan organisasi supaya perjuangannya tetap eksis, dinamis, dan membawa kemanfaatan di tengah masyarakat.

"Melalui konferensi ini, kader Ansor berkomitmen merekonstruksi semangat perjuangan memperkuat Aswaja untuk NKRI dari ancaman radikalisme. Kelihatannya aman, namun banyak juga orang dipengaruhi paham radikalisme. Ini menjadi tanggung jawab Ansor untuk membentengi warga dan bangsa," ujar Dwi kepada NU Online.

Kita berharap, kepengurusan baru ini menjalankan program-program GP Ansor Jati lebih progresif sesuai kebutuhan anggota dan masyarakat.

Mantan Ketua IPNU Kudus ini juga meminta ketua GP ansor terpilih untuk merangkul semua kader-kader muda NU bergabung kepada Ansor. "Terutama alumni IPNU untuk bisa direkrut sehingga tidak putus semangat berorganisasinya. Mereka ini kader potensial terdidik yang harus diwadahi Ansor," katanya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Senin 22 September 2014 22:2 WIB
Calhaj Asal Surakarta Doakan Solo Antikorupsi di Tanah Suci
Calhaj Asal Surakarta Doakan Solo Antikorupsi di Tanah Suci

Solo, NU Online
Sebanyak 577 jemaah calon haji asal kota Surakarta yang tergabung dalam kloter 55 dan 56, dilepas menuju ke Tanah Suci di Pendapa Gede Balaikota Solo, Ahad (21/9). Sebelum diberangkatkan, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memohon calon jamaah untuk mendoakan yang terbaik bagi Solo.
<>
“Saya titip doa ke para jamaah untuk ikut mendoakan Solo agar kondusif dan Pemkot terhindar dari kejahatan korupsi,” ujar Rudi di depan para calhaj dan tamu undangan.

Rudi juga berharap para jamaah bisa berangkat ke tanah suci dengan lancar dan selamat sampai pulang ke Solo.

Rencananya, menurut jadwal mereka akan terbang ke tanah suci, Senin (22/9) malam.

Salah satu perwakilan jamaah calon haji Nafron Hasyim menyatakan kesiapannya untuk beribadah dan mendoakan keamanan kota Solo agar tetap berjaya dan sejuk.

“Di tanah suci kami juga akan ikut mendoakan demi keamanan kota Solo,” imbuh Nafron. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Senin 22 September 2014 21:29 WIB
PWNU Jateng Imbau Kiai Ngopeni Masyarakat
PWNU Jateng Imbau Kiai Ngopeni Masyarakat

Jepara, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah H Abu Hafsin mengingatkan kembali posisi politik kiai. NU menggariskan peran politik tingkat tinggi bagi para kiai. Dengan rel itu, tenaga mereka masih tersedia banyak untuk menguatkan posisi masyarakat.
<>
“Jika para kiai istiqomah mendampingi masyarakat, kewibawaan mereka akan tetap terjaga,” kata Abu Hafsin pada diskusi bertajuk “Pilkada Langsung, Pilkada Tidak Langsung: Siapa Beruntung?” di STAIN Kudus, Sabtu (20/9) siang.

H Abu Hafsin menyayangkan peran kiai yang terjun terlalu jauh ke ranah politik praktis. Oleh sebab itu, ia mengimbau para kiai kembali ke komunitasnya, ngopeni santri dan masyarakat.

Tujuannya sederhana, agar masyarakat tidak terbengkalai, tandas Abu Hafsin. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG